Penyebaran Rekaman Blackbox Adamair
Agustus 4, 2008
Beberapa hari ini jagat maya dan penyiaran Indonesia dihebohkan dengan tersebarnya rekaman blackbox Adamair KI-574. Terang saja, hal ini menimbulkan kontroversi yang luar biasa.
Bagi yang setuju, memberikan alasan, kalau hal ini perlu untuk pembuktian bahwa musibah itu bukanlah karena kesalahan manusia (human error) dan sebagai pukulan telak buat pemerintah agar lebih meningkatkan standar keselamatan transportasi, terutama udara.
Di pihak lain, kelompok yang tidak menyetujui disebarkannya rekaman ini memberikan alasan kemanusiaan. Menurut mereka, hal tersebut akan membuka kembali luka lama bagi keluarga para korban. Dan saya berada pada kelompok ini. Saya setuju ini tidak dijadikan konsumsi publik. Apalagi beberapa stasiun tv telah menayangkannya lengkap dengan visualisasinya. Menurut saya, apapun alasannya, tetap tidak manusiawi menayangkan ini. Janganlah meraup keuntungan materi dari kesedihan orang lain, kasihan..
Menarik, apa yang diungkapkan Menteri Perhubungan berikut ini:
Rekaman Pilot Adamair Tidak Asli, kata Menhub
Jakarta (ANTARA News, 02/08/08 20:44) – Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal memastikan rekaman pembicaraan pilot dan co-pilot pesawat AdamAir KI-574 yang jatuh 1 Januari 2007 di Perairan Majene yang beredar belakangan ini bukan rekaman asli.
“Yang beredar itu tidak asli dan tidak orisinal,” kata Jusman Syafii Djamal dalam pesan singkat melalui Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S Ervan di Jakarta, Sabtu.
Penegasan tersebut terkait pemberitaan pembicaraan yang diduga dilakukan pilot, co-pilot, dan pengatur lalu lintas udara Bandara Hasanuddin, berdurasi 5:38 menit pada pesawat naas itu.
Pembicaraan itu diduga berasal dari kotak hitam (black box) pesawat Boeing 737-300 AdamAir dengan total korban tewas 102 jiwa itu.
Menurut Jusman, rekaman asli ada di Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan tersimpan dalam kotak tertutup yang bersifat rahasia dan dalam bentuk pita.
“Kemudian, jika ada pihak lain menyebarkan dan mendengarkan rekaman tersebut tanpa didampingi tenaga ahli dapat menyesatkan publik,” katanya.
Jusman berpendapat, sampai sekarang, tidak ada seorang ahli pun dapat menyusun model skenario kecelakaan hanya atas dasar rekaman pembicaraan pilot semata.
Ia menegaskan, harus ada bukti lain dan ada diskusi di antara para ahli secara multidisiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Setidaknya analisa hanya dapat dilakukan jika ada pasangan rekaman `black box` kedua yakni rekaman tentang tingkah laku pesawat terbang pada 30 menit terakhir,” kata Jusman.
Ia juga menambahkan, laporan lengkap tentang sebab-sebab kecelakaan ada di website KNKT.
“Saya minta dengan segala hormat agar rekaman itu tidak disebarluaskan. Mari kita hormati krebilitas KNKT. Laporan lengkap yang komprehensif dan baik dapat dibaca di website www.dephub.go.id-knkt,” kata Jusman.
Dihubungi terpisah, Juru bicara KNKT JA Barata juga menyesalkan bocornya rekaman pembicaraan yang diduga berasal dari kotak hitam pesawat AdamAir naas itu.
“Jika pun benar rekaman itu, maka ini sudah kriminal. Cyber criminal dan sesuai ketentuan ICAO annex 13 memang tidak untuk konsumsi publik. Kami berharap ini bisa ditindaklanjuti oleh penegak hukum,” kata Barata.
Barata menambahkan, kasus ini semakin mempermalukan Indonesia di mata dunia, di tengah sorotan internasional terkait berlanjutnya larangan terbang Uni Eropa atas seluruh maskapai Indonesia.
“Indonesiakan meratifikasi ICAO. Jadi, ini (kebocoran, red) tanggung jawab bersama karena itu semua (ratifikasi) atas nama negara,” kata Barata.
Sebelumnya, media massa cetak dan elektronik di tanah air memberitakan rekaman pembicaraan antara pilot (Captain Pilot) Reffi Agustian Widodo dan Co-pilot Yoga Susanto yang diduga berasal dari kotak hitam pesawat itu.
Suasana pembicaraan yang merupakan detik-detik terakhir sebelum pesawat jatuh menghunjam perairan Majene tersebut sangat mencekam, memilukan dan membuat merinding siapa pun yang mendengar.(*)
Mudah-mudahan dengan peristiwa ini, Pemerintah lebih serius dalam menangani berbagai hal di negara ini. Jangan melulu menggunakan pendekatan politik dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Karena, prinsip dasar negara kita adalah “Kebijaksanaan” bukan “Kebijakan”.
Entry Filed under: umum. Tag: adamair, blackbox, kecelakaan, musibah, penyebaran, rekaman.
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
"Without knowing the force of words, it is impossible to know human beings"
(Konfusius)
1.
marshmallow | Agustus 5, 2008 at 11:40 am
saya juga bergidik mendengarnya, dan bisa merasakan bagaimana perih perasaan keluarga yang terkena musibah bila luka itu terbuka kembali.
tapi pada awalnya, kenapa rekaman ini bisa blow up ke publik ya? mustinya diantisipasi sejak awal.
dan bila memang ada kebocoran dan itu dikategorikan kriminal, harusnya ada tindak lanjut hukum kan?
_____________________
2.
Leonardi | Agustus 9, 2008 at 10:26 am
Itulah side effect dari era keterbukaan,
yang ilegal, menjadi trend untuk di publikasikan.
Bagi Stasiun TV Swasta, berfikir hal semacam ini merupakan puplisitas yang amat dinantikan para pemirsa.
Sehingga selalu mengesampingkan moral dan Etisme…,
Disisi lain, sayang nya secara pribadi saya mengetahui bahwa pihak pemerintah Indonesia pun tidak akan pernah untuk mempulikasikan sebab akibat terjadinya suatu kecelakaan pesawat, entah itu juga termasuk Rahasia Negara atau mungkin baru setelah 100 tahun kemudian baru boleh dipublikasikan.
Tidak seperti jika kita menonton tragedi kecelakaan pesawat diluar negri, yang setelah selesai penyidikan dan penyelidikan, hasil infestigasi nya akan diketahui masyarakat.
_____________________
3.
Paman Gober | Agustus 13, 2008 at 2:18 am
Apakah ada pihak lain yang mengambil keuntungan dari bocornya rekaman ini? Tanya kenapa?
_____________________