<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Martir Zakat</title>
	<atom:link href="http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/</link>
	<description>Just another way to know</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 07:23:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sofwan.kalipaksi</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-998</link>
		<dc:creator>sofwan.kalipaksi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 15:54:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-998</guid>
		<description>Baca juga artikel tentang zakat di blog kalipaksi, semoga bermanfaat:

http://kalipaksi.wordpress.com/2007/10/04/zakat-dan-peran-pejabat-lingkungan/

http://kalipaksi.wordpress.com/2007/11/13/sebuah-cermin-dari-sunter-jaya/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca juga artikel tentang zakat di blog kalipaksi, semoga bermanfaat:</p>
<p><a href="http://kalipaksi.wordpress.com/2007/10/04/zakat-dan-peran-pejabat-lingkungan/" rel="nofollow">http://kalipaksi.wordpress.com/2007/10/04/zakat-dan-peran-pejabat-lingkungan/</a></p>
<p><a href="http://kalipaksi.wordpress.com/2007/11/13/sebuah-cermin-dari-sunter-jaya/" rel="nofollow">http://kalipaksi.wordpress.com/2007/11/13/sebuah-cermin-dari-sunter-jaya/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nh18</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-238</link>
		<dc:creator>nh18</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 03:26:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-238</guid>
		<description>Bener banget ini Uda ...
Tanpa bermaksud dan tendensi apa-apa ...

Memang kita harus bertanya pada diri sendiri ...
Apakah kita show-of ... ?
Apakah kita riya&#039; ...?
Apakah kita melakukan amalan ... sudah karena ALLAH semata ... bukan karena malu diliat tetangga ... ?

Thanks Uda ...
Cheers</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener banget ini Uda &#8230;<br />
Tanpa bermaksud dan tendensi apa-apa &#8230;</p>
<p>Memang kita harus bertanya pada diri sendiri &#8230;<br />
Apakah kita show-of &#8230; ?<br />
Apakah kita riya&#8217; &#8230;?<br />
Apakah kita melakukan amalan &#8230; sudah karena ALLAH semata &#8230; bukan karena malu diliat tetangga &#8230; ?</p>
<p>Thanks Uda &#8230;<br />
Cheers</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: terry</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-234</link>
		<dc:creator>terry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 12:15:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-234</guid>
		<description>ehm... kayaknya hal yang baik pun kalau dilakukan dengan cara yang salah hasilnya jadi ga baik ya... tapi ya balik lagi... everythings happen for a reason.. mudah2an semua yang denger beritanya bisa ngambil hikmah terbaik buat dirinya masing2.. amin

btw, thanks commentnya ya.. salam kenal...  :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ehm&#8230; kayaknya hal yang baik pun kalau dilakukan dengan cara yang salah hasilnya jadi ga baik ya&#8230; tapi ya balik lagi&#8230; everythings happen for a reason.. mudah2an semua yang denger beritanya bisa ngambil hikmah terbaik buat dirinya masing2.. amin</p>
<p>btw, thanks commentnya ya.. salam kenal&#8230;  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Agus</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-220</link>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 05:48:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-220</guid>
		<description>Berzakat memang haruslah ikhlas, tidak perlu show-up.  Tetapi  Lembaga-lembaga zakat saya kira perlu show up terutama menunjukkan sejauh mana mereka berhasil mengubah mustahiq menjadi muzakki.  Bukan hanya  menyatakan bahwa keuangan mereka selalu diawasi dan diaudit oleh akuntan publik.
Salam kenal Mas Vizon.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berzakat memang haruslah ikhlas, tidak perlu show-up.  Tetapi  Lembaga-lembaga zakat saya kira perlu show up terutama menunjukkan sejauh mana mereka berhasil mengubah mustahiq menjadi muzakki.  Bukan hanya  menyatakan bahwa keuangan mereka selalu diawasi dan diaudit oleh akuntan publik.<br />
Salam kenal Mas Vizon.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sigit ariansyah</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-218</link>
		<dc:creator>sigit ariansyah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 00:46:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-218</guid>
		<description>Saran, barangkali untuk pembagian zakat di kampung, door to door saya rasa akan jadi pilihan yang lebih efektif. Beberapa Amil zakat saja cukup, karena memang ada jatah menurut syari’ah untuk Amil zakat. Tapi kelemahan metode itu memang ada, si pemberi zakat tidak lagi heboh dan tenar sampe ke mana-mana. Masih mau zakat kan..?

Pilih dengan hati bukan otak...!
_____________________


&lt;blockquote&gt;saya akan pilih dengan hati untuk tetap berzakat... :)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saran, barangkali untuk pembagian zakat di kampung, door to door saya rasa akan jadi pilihan yang lebih efektif. Beberapa Amil zakat saja cukup, karena memang ada jatah menurut syari’ah untuk Amil zakat. Tapi kelemahan metode itu memang ada, si pemberi zakat tidak lagi heboh dan tenar sampe ke mana-mana. Masih mau zakat kan..?</p>
<p>Pilih dengan hati bukan otak&#8230;!<br />
_____________________</p>
<blockquote><p>saya akan pilih dengan hati untuk tetap berzakat&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: af abi ze</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-216</link>
		<dc:creator>af abi ze</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 00:31:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-216</guid>
		<description>Banyak faktor yang bisa diduga menjadi pemicu tewasnya 21 orang di Pasuruan kemarin. Tapi izinkan aku untuk bertutur.

PERTAMA. Kejujuran identik dengan kebodohan. Jujur harus disertai kecerdasan, bahkan ketrampilan yang memadai. Supaya tidak memakan korban, 21 jiwa lagi.

KEDUA. Boleh saja kita menilai Pak H. Syaikon itu ikhlas. Keikhlasan dalam berzakat infak, sadaqah, hibah itu mirip dengan orang yang BUANG AIR BESAR (BAB). BAB adalah wajib bagi setiap orang. Itu alamiah sifatnya. Karena tidak semua &#039;makanan&#039; yang masuk dalam tubuh kita akan menjadi energi. Sebaliknya, dari semua makanan itu harus ada yang dikeluarkan (miniman) 2,5%. Benda-benda yang keluar itu bisa berupa keringat, upil, curek telinga, kotoran di ujung mata, air seni, dan kotoran yang bau. Bahasa agamanya zakat, infaq, shadaqah, hibah, hadiah.

Bila tidak dikeluarkan, maka akan timbul penyakit dan bencana yang akan menimpa orang yang malas BAB (2,5%) tadi. Karena kotoran BAB itu bau, maka harus dilakukan secara sembunyi. Jangan sampai orang lain tahu.

Dan gambaran orang yang ikhlas itu seperti orang yang habis keluar dari WC alias kamar kecil. Legaaaaa! Ploooooong! Ikhlassssss las las! Aku yakin, di antara kita jarang menyaksikan ada orang yang keluar dari WC marah-marah, kecuali ketemu dengan kecoak atau &#039;benda lain&#039; yang tidak dibersihkan oleh orang yang meninggalkan. Itulah gambaran keikhlasan, bukan show up.

KETIGA. Apa yang terjadi di rumah H. Syaikon adalah bukti bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak kuat. Padahal pemerintah telah menyediakan lembaga Badan Zakat, Infaq, Shadaqah. Lembaga itu ternyata tidak menenang orang-orang yang berzakat (BAB). Karena khawatir apa yang &#039;dibuangnya&#039; tidak masuk dalam lubang &#039;WC&#039; yang sesungguhnya.

KEEMPAT. Pemerintah idealnya malu. Ini adalah sebuah fakta kemiskinan yang paling nyata di masyarakat kita. Kefakiran mendekati kekafiran. Terbukti mereka yang berebut zakat (30.000) tidak peduli alias masa bodoh (kafir) dengan orang-orang yang nyata terjatuh di depannya. Bahkan mereka menginjak-injak saudara mereka sampai tewas, 21 jiwa lagi. Mengenaskan!

KELIMA. Fakta ini juga semakin menginspirasi sebagian kalangan bahwa dalam persoalan agama (terutama soal rukun islam) harus melibatkan pemerintah. Mungkin di antara kita ada yang tidak setuju. Tetapi fakta menunjukkan bahwa sebagian masyarakat muslim Indonesia mempunyai managemen yang lemah. Coba kalo semuanya diserahkan kepada setiap individu, wah berapa korban lagi yang akan menyusul.

KEENAM. Lantas siapa yang bersalah? Bisa jadi semua pihak ikut bersalah, mungkin termasuk kita. Terus bagaimana dong? Ya satu-satunya cara adalah menawarkan pelatihan panitia zakat (yang omsetnya + 7 tiliun rupiah). Panitia ini perlu melibatkan banyak pihak (dari kalangan umat lain yang manajemen sudah ok). Panitia ini digaji secara profesional. Dan Pemerintah harus menjadi peloprnya. Bila perlu kita mengawalinya, bagaimana? Ini nyata.

KETUJUH. Mari kita mengirimkan Fatihah kepada mereka yang telah wafat itu, semoga mereka tenang di sisinya. Khawatir saja kalo ngirim parsel tidak memandai. Berat diongkos Man!

af abi ze
____________________


&lt;blockquote&gt;perumpamaan yg cerdas: &quot;ikhlas = org bab&quot;
good ide... :)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak faktor yang bisa diduga menjadi pemicu tewasnya 21 orang di Pasuruan kemarin. Tapi izinkan aku untuk bertutur.</p>
<p>PERTAMA. Kejujuran identik dengan kebodohan. Jujur harus disertai kecerdasan, bahkan ketrampilan yang memadai. Supaya tidak memakan korban, 21 jiwa lagi.</p>
<p>KEDUA. Boleh saja kita menilai Pak H. Syaikon itu ikhlas. Keikhlasan dalam berzakat infak, sadaqah, hibah itu mirip dengan orang yang BUANG AIR BESAR (BAB). BAB adalah wajib bagi setiap orang. Itu alamiah sifatnya. Karena tidak semua &#8216;makanan&#8217; yang masuk dalam tubuh kita akan menjadi energi. Sebaliknya, dari semua makanan itu harus ada yang dikeluarkan (miniman) 2,5%. Benda-benda yang keluar itu bisa berupa keringat, upil, curek telinga, kotoran di ujung mata, air seni, dan kotoran yang bau. Bahasa agamanya zakat, infaq, shadaqah, hibah, hadiah.</p>
<p>Bila tidak dikeluarkan, maka akan timbul penyakit dan bencana yang akan menimpa orang yang malas BAB (2,5%) tadi. Karena kotoran BAB itu bau, maka harus dilakukan secara sembunyi. Jangan sampai orang lain tahu.</p>
<p>Dan gambaran orang yang ikhlas itu seperti orang yang habis keluar dari WC alias kamar kecil. Legaaaaa! Ploooooong! Ikhlassssss las las! Aku yakin, di antara kita jarang menyaksikan ada orang yang keluar dari WC marah-marah, kecuali ketemu dengan kecoak atau &#8216;benda lain&#8217; yang tidak dibersihkan oleh orang yang meninggalkan. Itulah gambaran keikhlasan, bukan show up.</p>
<p>KETIGA. Apa yang terjadi di rumah H. Syaikon adalah bukti bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak kuat. Padahal pemerintah telah menyediakan lembaga Badan Zakat, Infaq, Shadaqah. Lembaga itu ternyata tidak menenang orang-orang yang berzakat (BAB). Karena khawatir apa yang &#8216;dibuangnya&#8217; tidak masuk dalam lubang &#8216;WC&#8217; yang sesungguhnya.</p>
<p>KEEMPAT. Pemerintah idealnya malu. Ini adalah sebuah fakta kemiskinan yang paling nyata di masyarakat kita. Kefakiran mendekati kekafiran. Terbukti mereka yang berebut zakat (30.000) tidak peduli alias masa bodoh (kafir) dengan orang-orang yang nyata terjatuh di depannya. Bahkan mereka menginjak-injak saudara mereka sampai tewas, 21 jiwa lagi. Mengenaskan!</p>
<p>KELIMA. Fakta ini juga semakin menginspirasi sebagian kalangan bahwa dalam persoalan agama (terutama soal rukun islam) harus melibatkan pemerintah. Mungkin di antara kita ada yang tidak setuju. Tetapi fakta menunjukkan bahwa sebagian masyarakat muslim Indonesia mempunyai managemen yang lemah. Coba kalo semuanya diserahkan kepada setiap individu, wah berapa korban lagi yang akan menyusul.</p>
<p>KEENAM. Lantas siapa yang bersalah? Bisa jadi semua pihak ikut bersalah, mungkin termasuk kita. Terus bagaimana dong? Ya satu-satunya cara adalah menawarkan pelatihan panitia zakat (yang omsetnya + 7 tiliun rupiah). Panitia ini perlu melibatkan banyak pihak (dari kalangan umat lain yang manajemen sudah ok). Panitia ini digaji secara profesional. Dan Pemerintah harus menjadi peloprnya. Bila perlu kita mengawalinya, bagaimana? Ini nyata.</p>
<p>KETUJUH. Mari kita mengirimkan Fatihah kepada mereka yang telah wafat itu, semoga mereka tenang di sisinya. Khawatir saja kalo ngirim parsel tidak memandai. Berat diongkos Man!</p>
<p>af abi ze<br />
____________________</p>
<blockquote><p>perumpamaan yg cerdas: &#8220;ikhlas = org bab&#8221;<br />
good ide&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: marshmallow</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-215</link>
		<dc:creator>marshmallow</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 14:47:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-215</guid>
		<description>memang sejatinya kita belajar dari semua kejadian dan pengalaman.
tak hanya pengalaman baik, juga pengalaman buruk.

mudah-mudahan ini juga jadi pelajaran bagi otoritas dan badan-badan terkait kenapa kita lebih suka menyalurkan zakat secara langsung dan tidak melalui badan-badan resmi yang ada.

semuanya melakukan introspeksi ya, da?
_____________________


&lt;blockquote&gt;setuju...
kata inyiak saya: &quot;experince is the best teacher&quot;... :)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang sejatinya kita belajar dari semua kejadian dan pengalaman.<br />
tak hanya pengalaman baik, juga pengalaman buruk.</p>
<p>mudah-mudahan ini juga jadi pelajaran bagi otoritas dan badan-badan terkait kenapa kita lebih suka menyalurkan zakat secara langsung dan tidak melalui badan-badan resmi yang ada.</p>
<p>semuanya melakukan introspeksi ya, da?<br />
_____________________</p>
<blockquote><p>setuju&#8230;<br />
kata inyiak saya: &#8220;experince is the best teacher&#8221;&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ujungjalan</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-214</link>
		<dc:creator>ujungjalan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 02:21:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-214</guid>
		<description>dari pada si bangsat sebagian wakil rakyat yang tak kenal zakat ,tukang korupsi,suka makan harta rakyat.masih mending H Syaikhon yang peduli umat.kayaknya kurang bijaksana kalo smua kesalahan lari ke keluaraga pak haji,tanpa melihat sisi yang lain .apalagi komentar para artis yg sok...!!!kesannya membodohkan para panitia,emang elu siapa...belum tentu elu punya kemurahan hati seperti pak haji.baru jadi artis aja udah belaga,jual tampang doang brengsek lu smua....
cuma komentar doang si artis ini.
pengalaman adalah guru paling berharga.,bener boss kita harus terus belajar...
_____________________


&lt;blockquote&gt;yup...! tidak ada yg sia-sia di muka bumi ini, semua diciptakan Tuhan dg tujuannya, termasuk peristiwa ini... :)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari pada si bangsat sebagian wakil rakyat yang tak kenal zakat ,tukang korupsi,suka makan harta rakyat.masih mending H Syaikhon yang peduli umat.kayaknya kurang bijaksana kalo smua kesalahan lari ke keluaraga pak haji,tanpa melihat sisi yang lain .apalagi komentar para artis yg sok&#8230;!!!kesannya membodohkan para panitia,emang elu siapa&#8230;belum tentu elu punya kemurahan hati seperti pak haji.baru jadi artis aja udah belaga,jual tampang doang brengsek lu smua&#8230;.<br />
cuma komentar doang si artis ini.<br />
pengalaman adalah guru paling berharga.,bener boss kita harus terus belajar&#8230;<br />
_____________________</p>
<blockquote><p>yup&#8230;! tidak ada yg sia-sia di muka bumi ini, semua diciptakan Tuhan dg tujuannya, termasuk peristiwa ini&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rozi</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-213</link>
		<dc:creator>rozi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 01:14:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-213</guid>
		<description>iki jaman opo toh jane ?
orang zakat caranya keliru
atau memang tak ada lembaga amil yang bisa dipercaya
atau orang tak misi suci zakat dan caranya
lalu menganggap kesalehan dan surga harus meriah dan gegap gempita
atau masih adakah surga tersisa bagi zaman kita
untuk melihat kematian yang getir dan menusuk alam perasaan ...

inikah kutukan datangnya suatu zaman umat muhammad tak bisa lagi membagikan zakat&quot;

antara tak punya atau sudah semua kaya atau orang semakin bodoh mengerti cara dan tata kramanya
masih ditambah lembaga amil yang getol menampung zakat
tapi ampun susahnya kalau berurusan dengan penyaluran.. ...

masih harus memilih ini islam apa,
suni apa bukan,
kalAu sunni.... muhammadiyah APA Nu ,salaf atau apa,
kalu NU PKB apa PKNU, apa PPP...
kALAU PKB muahimin atau ali masykur musa
......halaaahhhh angele....(sory ini aku ngutip cak nun)

Lah terus umat ini suruh percaya siapa 
apa yah mau bikin lembaga lagi yang lain sebanyak banyaknya 
wong takmir masjid juga sudah dikotak kotak berdasar warna jaket atau katok kolornya.... .
hhaalahahh.. . opo neh 

&quot;YANG KOTOR HATINYA&quot; (ngutip pak sahal ini)

salam
_____________________


&lt;blockquote&gt;waduh... si Rozi emosi jiwa, hehehe... :)
yg pasti aku masih percaya bahwa di negeri ini masih banyak orang yg bersih hatinya untuk tetap mengurusi umat ini... :)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iki jaman opo toh jane ?<br />
orang zakat caranya keliru<br />
atau memang tak ada lembaga amil yang bisa dipercaya<br />
atau orang tak misi suci zakat dan caranya<br />
lalu menganggap kesalehan dan surga harus meriah dan gegap gempita<br />
atau masih adakah surga tersisa bagi zaman kita<br />
untuk melihat kematian yang getir dan menusuk alam perasaan &#8230;</p>
<p>inikah kutukan datangnya suatu zaman umat muhammad tak bisa lagi membagikan zakat&#8221;</p>
<p>antara tak punya atau sudah semua kaya atau orang semakin bodoh mengerti cara dan tata kramanya<br />
masih ditambah lembaga amil yang getol menampung zakat<br />
tapi ampun susahnya kalau berurusan dengan penyaluran.. &#8230;</p>
<p>masih harus memilih ini islam apa,<br />
suni apa bukan,<br />
kalAu sunni&#8230;. muhammadiyah APA Nu ,salaf atau apa,<br />
kalu NU PKB apa PKNU, apa PPP&#8230;<br />
kALAU PKB muahimin atau ali masykur musa<br />
&#8230;&#8230;halaaahhhh angele&#8230;.(sory ini aku ngutip cak nun)</p>
<p>Lah terus umat ini suruh percaya siapa<br />
apa yah mau bikin lembaga lagi yang lain sebanyak banyaknya<br />
wong takmir masjid juga sudah dikotak kotak berdasar warna jaket atau katok kolornya&#8230;. .<br />
hhaalahahh.. . opo neh </p>
<p>&#8220;YANG KOTOR HATINYA&#8221; (ngutip pak sahal ini)</p>
<p>salam<br />
_____________________</p>
<blockquote><p>waduh&#8230; si Rozi emosi jiwa, hehehe&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
yg pasti aku masih percaya bahwa di negeri ini masih banyak orang yg bersih hatinya untuk tetap mengurusi umat ini&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ivan</title>
		<link>http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/16/martir-zakat/#comment-212</link>
		<dc:creator>ivan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 01:11:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://surauinyiak.wordpress.com/?p=234#comment-212</guid>
		<description>Memberi zakat/infaq sadaqah sebenar bukan hanya melakukan transfer uang atau barang melainkan memberikan ketulusan dan keikhlasan kepada para dhuafa. dengan demikian seharusnya para dhuafa dan mustahiq zakat itu di&quot;hormati&quot; dan &quot;dilayani&quot; dengan baik sebagaimana kita menghormati para tamu &quot;ikramudhuyuf&quot; . KOmentar Hj Saigon yang menyebutkan &quot; Mereka itu tidak saya undang...datang sendiri, jadi salah mereka sendiri...!&quot; saya sempet kaget mendengar itu...apa jadinya kalo dunia ini tidak ada orang miskin...jadinya kayak Pak Jalal yang bingung mau sedekah saat semua orang sudah kaya...SO , Solusinya apa...banyak belajar manajemen zakat, karena bagaimanapun juga, zakat, infaq dan sedekah kita akan jauh lebih diterima oleh Allah SWT bila disampaikan secara ikhlas, benar dan menggembirakan semua pihak. Saya yakin tidak ada trade off dalam penyaluran zakat..
_____________________


&lt;blockquote&gt;seperti kata KH. Hasan A. Sahal, &quot;hidup adalah ruang belajar kita&quot;, untuk memahami makna ikhlas, Allah timpakan kepada kita musibah... 
Apa kabar bos? blogmu dibenahi tuh, hehe....&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memberi zakat/infaq sadaqah sebenar bukan hanya melakukan transfer uang atau barang melainkan memberikan ketulusan dan keikhlasan kepada para dhuafa. dengan demikian seharusnya para dhuafa dan mustahiq zakat itu di&#8221;hormati&#8221; dan &#8220;dilayani&#8221; dengan baik sebagaimana kita menghormati para tamu &#8220;ikramudhuyuf&#8221; . KOmentar Hj Saigon yang menyebutkan &#8221; Mereka itu tidak saya undang&#8230;datang sendiri, jadi salah mereka sendiri&#8230;!&#8221; saya sempet kaget mendengar itu&#8230;apa jadinya kalo dunia ini tidak ada orang miskin&#8230;jadinya kayak Pak Jalal yang bingung mau sedekah saat semua orang sudah kaya&#8230;SO , Solusinya apa&#8230;banyak belajar manajemen zakat, karena bagaimanapun juga, zakat, infaq dan sedekah kita akan jauh lebih diterima oleh Allah SWT bila disampaikan secara ikhlas, benar dan menggembirakan semua pihak. Saya yakin tidak ada trade off dalam penyaluran zakat..<br />
_____________________</p>
<blockquote><p>seperti kata KH. Hasan A. Sahal, &#8220;hidup adalah ruang belajar kita&#8221;, untuk memahami makna ikhlas, Allah timpakan kepada kita musibah&#8230;<br />
Apa kabar bos? blogmu dibenahi tuh, hehe&#8230;.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
