ssstt.. ada gosip!
Juli 3, 2009
Secara kebetulan, tema khutbah Jum’at yang barusan aku ikuti di masjid, sama persis dengan kegelisahan hatiku belakangan ini. Kegelisahan itu berkaitan dengan semakin maraknya acara-acara gosip di televisi, dan diperparah pula dengan bertambahnya varian baru yang disebut sebagai reality show. Kedua jenis acara ini temanya nyaris sama, yakni membicarakan orang lain dan berusaha mengungkap aibnya.
Tema yang kumaksud adalah ghibah, yakni suatu tindakan menyebarkan atau menceritakan sesuatu yang ada pada diri seseorang—biasanya sesuatu yang jelek dan rahasia—kepada orang lain dengan berbagai tujuan, dan biasanya kita kenal dengan istilah gosip.
Ghibah sangat dilarang oleh Nabi Muhammad, melalui hadis beliau yang artinya sebagai berikut:
“Tahukah kalian apakah ghibah itu?. Para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih tahu”. Lalu beliau melanjutkan, “Yaitu kamu menyebut saudaramu dengan hal-hal yang ia tidak suka untuk disebut”, lalu seseorang bertanya, “Bagaimana pendapatmu bila apa yang aku katakan itu ada pada diri saudaraku yang aku ceritakan?” Beliau menjawab, “Bila apa yang kamu ceritakan itu ada pada diri saudaramu, maka kamu telah melakukan ghibah terhadapnya. Dan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada pada diri saudaramu, berarti kamu telah mengada-ada tentangnya (memfitnahnya)” (H.R Muslim)
Menggosip adalah sebuah perbuatan yang sangat tercela. Bahkan Allah SWT dalam al-Quran mengumpamakan penggosip sebagai orang yang memakan bangkai saudaranya yang digosipkan itu. Coba simak ayat al-Qur’an berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al Hujuraat[49]: 12)
Kalau boleh jujur, kita pasti setuju bahwa acara semacam infotainment maupun reality show yang memperlihatkan seseorang memata-matai orang lain tersebut adalah acara yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Atau, meminjam istilahnya DM, adalah acara yang tidak bervitamin. Namun, herannya acara-acara tersebut justru sangat digemari. Terbukti, semakin hari, semakin ramai saja acara sejenis diproduksi.
Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja aku melihat di televisi, seorang yang mengatakan dirinya sebagai pakar telematika berusaha mengungkap keaslian rekaman candid video dua orang artis terkenal yang beradegan mesra. Aku sama sekali tidak melihat pentingnya investigasi sang pakar tersebut.
Andaikan benar rekaman tersebut, so what? Adakah gunanya bagi pemirsa, selain kejelasan akan hubungan kedua manusia itu? Kemudian, bila memang benar kedua manusia itu berhubungan, apa manfaatnya buat kita? Menurutku, sama sekali tidak ada gunanya. Kegiatan sang pakar tersebut, tidak lain hanyalah upaya pengungkapan aib orang lain, dan itu sangat dilarang oleh Tuhan.
Nabi Muhammad berpesan: “Beruntunglah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri, daripada aib orang lain”
Menyibukkan diri dengan aib sendiri adalah lebih baik, daripada sibuk mengurusi aib orang lain. Aib kita saja belum tentu bisa kita bersihkan, konon pula mengurusi aib orang… Mari sedikit merenung
Beberapa kutipan diambil dari sini
Entry Filed under: bunga rampai. Tag: artis, ghibah, gosip, infotainment, khutbah jum'at, reality show.
12 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
"Without knowing the force of words, it is impossible to know human beings"
(Konfusius)
1.
racheedus | Juli 4, 2009 at 12:17 am
Acara infotainment dan reality show yang membongkar habis aib orang atau menceritakan hal-hal sepele merupakan bentuk pembodohan. Seringkali infotainment juga mengabarkan tindakan-tindakan bodoh para selebriti yang sangat tidak layak untuk ditiru. Konon, di luar negeri pun, acara-acara semacam itu pun banyak disukai.
2.
Catra | Juli 4, 2009 at 7:25 am
Waduh, parah nya saya juga ikut2an menyukai tayangan reality show itu da. Menarik sih,tp kalau qt tinjau dari sudut agama memang salah. Tapi demi komersialisasi tayangan ini menjadi marak
3.
Wempi | Juli 4, 2009 at 10:53 am
Wempi dulu suka termehek-mehek, menemukan anak yang hilang, anggota keluarga yang hilang. bagus… tapi sekarang sudah berubah, mencari tau apa betul suaminya selingkuh dan seperti-seperti itu. hueheueh…
sekarang wempi lagi suka nonton cinta dan anugrah…
4.
imoe | Juli 4, 2009 at 5:06 pm
wahhh kadang-kadang ambo suka nonton gosip di tipi uda…gimana tuh…
5.
p u a k™ | Juli 4, 2009 at 10:53 pm
Setuju uda.. menggosipkan hal yang tidak pantas. Bayangkan kalau itu terjadi pada diri sendiri. Aib sendiri yang terbongkar dan di bicarakan orang lain. Hm.. ini memang dosa yang diabaikan orang..
(ampuunn)
6.
Ikkyu_san | Juli 5, 2009 at 1:22 am
infotainment? Ngapain sih? wong nama-nama artisnya aja aku ngga ada yang tahu (ya iyalah, kamu di Jepang mel hihi)
but meskipun aku di jkt, no way deh nonton infotainment dan sinetron hihih
EM
7.
tutinonka | Juli 5, 2009 at 10:29 am
Saya sangat jarang nonton infotainment, soalnya teve di rumah dipantek ke channel stasiun teve berita Metroteve. Di Metro tidak ada sinetron, tidak ada infotainment. Dan karena nggak pernah nonton stasiun teve lain, jadinya juga nggak kenal dengan bintang-bintang sinetron. Sama seperti Mbak Imel, ngapain nonton gosip, yang tokohnya juga nggak kita kenal?
Kenapa banyak orang suka acara seperti ini? Mungkin ini naluri atau hawa nafsu yang suka melihat kelemahan orang lain?
8.
DV | Juli 6, 2009 at 7:13 am
Wah, saya setuju dan sepakat dengan tata aturan betapa buruknya membicarakan orang lain terutama aibnya…
Tapi terus terang saya ndak bisa membohongi diri saya, Uda…
Saya kangen acara-acara tak bervitamin itu hehehe
9.
Ade | Juli 6, 2009 at 10:20 am
no komen uda *dengan gaya selebriti waktu ditanya wartawan infotainment
*
10.
nh18 | Juli 6, 2009 at 10:57 am
Setuju Uda … !!!
I love this …
Memang “eneg” juga melihat infotainment …
“Si A menggugat cerai si B karena begina-beginu-begene”
Dalam hati aku berkata :
“Lalu kalo cerai emang kenapa ?. Kalo rujuk emang kenapa ?
trus apa urusannya sama saya ? …
atau “Si X tertangkap kamera sedang bergandengan tangan dengan Si Y …”
Dalam hati aku berkata lagi …
Emang apa urusannya ?, kalo gandengan emang kenapa ? Apa yang akan anda lakukan ? apa gunanya untuk saya …
kalo udah tau ceritanya lalu apa ??
dan sejuta kenapa dan emang kenapa lainnya …
Salam saya Uda
11.
edratna | Juli 7, 2009 at 1:22 pm
Ya itulah dunia pertelevisi an kita, yang membuat malas menonton televisi….lha acaranya suka nggak mutu….
Padahal banyak sekali program menarik yang bermanfaat….
12.
krismariana | Juli 7, 2009 at 5:10 pm
uda, berarti pilihan saya dan suami untuk tidak membeli tivi itu sudah betul kan ya? hehehe. kami eneg lihat acara2 spt itu. yg aku pikirkan begini, acara2 spt itu pasti memakan biaya. padahal itu kan tidak ada gunanya sama sekali. sementara itu, uang yg dipakai utk bikin acara tsb kan sebenarnya bisa dipakai untuk buat acara yg lebih bisa memberi manfaat ke orang lain. acara ttg lingkungan, wirausaha, atau apalah. teknologi makin maju, tp kok rasanya manusia makin mundur aja ya?