bungsu

Juli 4, 2009

Sebagai anak sulung, tentu aku tidak pernah akan bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi anak bungsu. Tapi, dari mengamati perilaku adik bungsuku dan beberapa anak bungsu lainnya, aku sedikit dapat menyimpulkan bahwa secara umum anak bungsu lebih manja, lebih lucu dan lebih sehat. Hal itu bisa jadi karena posisinya sebagai anak terakhir, membuatnya menjadi pusat perhatian. Perhatian akan semakin besar baginya, bila jarak antara dirinya dan kakaknya terpaut cukup jauh.

Menurut pandangan para ahli, pada umumnya anak bungsu itu:

  • Lebih santai dan tidak terlalu merasa bertanggung jawab dan seringkali tidak berbelit-belit dan tidak rapi, tapi baik hati dan lucu, bahkan seringkali sangat romantis atau senang membuat orang tertawa
  • Dibandingkan saudaranya, bersifat fleksibel, egois tapi juga pasif, mudah menyerah, tidak mandiri dan ambil jarak.

Sebetulnya, aku sepenuhnya tidak menyetujui pendapat tersebut. Namun, melihat dari gelagat anak bungsuku Fatih, agaknya aku harus setuju. Karakter anak bungsu itu sepertinya memang ada pada dirinya.

Kelucuan sekaligus egonya sering terlihat. Salah satunya adalah seperti dialog kami berikut ini:

“Pa, tolong ambilin Fatih minum”
“Lho, Fatih kan bisa ambil sendiri?”
“Fatih kan capek Pa?”
“Emang Fatih ngapain kok capek?”
“Main bola sama pit-pitan (main sepeda). Capek kan? Gak kasian po Papa lihat Fatih?”
“@#$%:)….”

Tentu saja aku luluh dengan kalimat yang disertai wajah tanpa bersalah itu. Dan masih banyak lagi tingkah polahnya yang membuat orang-orang sekitarnya menjadi gemas terhadapnya.

Fatih adalah putra bungsu kami. Dia lahir di Yogyakarta 4 tahun yang lalu. Dia adalah satu-satunya putra kami yang lahir di pulau Jawa. Hari ini, 4 Juli 2009, dia genap berusia 4 tahun.

Secara umum, karakter anak bungsu seperti yang disebutkan di atas tadi ada pada dirinya. Namun, tentunya kami tidak menginginkan kalau dia tumbuh menjadi manja, egois dan tidak mandiri.

Ada banyak hal yang kami lakukan agar dia tidak merasa “sok bungsu”. Di antaranya adalah tidak membiarkan kakak-kakaknya memanggil dengan sebutan “adek”. Kami membiasakan memanggilnya dengan namanya sendiri, Fatih. Sebab, panggilan “adek” berkonotasi manja. Bila dia terbiasa dipanggil itu, bisa jadi perasaan “dimanja” itu akan tertanam didirinya dan akhirnya akan menjadi karakternya. Di samping itu, panggilan “adek” juga berkonotasi “di bawah, dipimpin, dilindungi”. Bila panggilan itu melekat pada dirinya, bisa jadi nantinya dia akan selalu merasa dilindungi, tidak berkemampuan untuk memimpin.

Ada banyak sebetulnya tips yang disarankan para ahli dalam mendidik anak bungsu. Intinya, semua tips itu menyarankan para orangtua untuk memperlakukan semua anak sama dalam hal disiplin dan tugas-tugas. Tidak ada pembedaan antara sulung, tengah maupun bungsu. Dan juga termasuk tetap membelikannya baju baru, meski banyak sekali dia menerima lungsuran dari kakak-kakaknya…. :D

Beberapa kutipan diambil dari sini

Entry Filed under: keluarga. Tag: , , .

11 Comments Add your own

  • 1. Ikkyu_san  |  Juli 4, 2009 at 9:45 am

    hahahah itu aku banget Uda, kasihan si Kai ngga punya baju baru, semua baju lungsuran. Soal kata “adek” aku waktu melahirkan sampai dengan umur 14 hari Kai belum punya nama, maka aku panggil “dede” (ada cerita romantis juga sih knp dede hihihi).
    Sekarang Kai panggil Riku dengan “Kakak”, tapi Riku maunya dipanggil “Onichan” hehehe

    Selamat untuk ulang tahunnya Fatih ya.

    EM

    kalau aku sebagai anak sulung, justru melungsurkan, gak pernah kena lungsuran, hehehe… :D

    terima kasih tante imel :D

    Balas
  • 2. imoe  |  Juli 4, 2009 at 5:08 pm

    Sippp, PANGGIL SAJA FATIH…lebih mantap, karena pasti ada makna yang terselip di nama itu. FATIH KATIK MALANO namanya da hehehehe

    katik malano…? huahahaha… itu kan gala anjang… :D

    Balas
  • 3. Ria  |  Juli 4, 2009 at 6:46 pm

    Selamat Ulang tahun buat Fatih…
    biasanya ulang tahunnya gak beda2 jauh sama Papanya mungkin sifatnya juga mirip2 tuh…hehehehehe….

    Salam sayang buat Fatih uda…maap tante ria gak bisa ngasih kado…doa aja ya semoga jadi anak yang berbakti dan takwa dan sholeh

    sifat Fatih mirip papanya gak ya…? mau tauuu aja, hehehe…
    makasih tante Ria… kadonya gak sekarang juga gpp, ntar aja kalau tante ria dah pulang dari singapore…. becanda kok :D

    Balas
  • 4. p u a k™  |  Juli 4, 2009 at 10:56 pm

    Tadi udah ngucapin di FB ayahnya. Sekarang diulang deh, biar banyak berkatnya.. :)

    Selamat ulang tahun Fatih! Cepat besar dan jadi anak yang dibanggakan ayah bunda ya..

    terima kasih etek puak (boleh manggil kayak gitu kan?)
    sering-sering juga ngucapinnya gak bakal dimarahin kok, suwer takewer-kewer… :D

    Balas
  • 5. tutinonka  |  Juli 5, 2009 at 10:20 am

    Selamat Ulang Tahun buat Fatih, semoga menjadi anak yang pintar, mandiri, dan tidak merepotkan orang tua maupun orang lain (untuk membantah ‘teori anak bungsu’ … hehehe… )

    Saya ketawa membaca ulasan Da Vizon tentang karakter anak bungsu. Saya sendiri bungsu dari 7 bersaudara, tapi kayaknya nggak ada tuh ‘karakter bungsu’ yang melekat pada diri saya. Dulu, waktu masih kecil, kalau manja sedikit saja, kakak-kakak saya langsung menyoraki saya, meledek saya sebagai anak manja. Jadinya saya malu, terus nggak mau manja-manja lagi … hehehe … :D

    Soal lungsuran juga nggak pernah dapet, soalnya baju kami sedikit, jadi sebelum sempat dilungsurkan sudah pada rusak wong dipakai terus-menerus … :(

    Balas
  • 6. DV  |  Juli 6, 2009 at 7:13 am

    Anak yang tampan ;) Serius ini!

    Balas
  • 7. Ade  |  Juli 6, 2009 at 10:41 am

    Selamat ulang tahun Fatih!
    Semoga jadi anak bungsu yang sholeh dan membanggakan orang tua ya… Amiin

    Balas
  • 8. edratna  |  Juli 7, 2009 at 1:25 pm

    Bungsu selain mendapat kenikmatan berupa pemanjaan, juga mendapatkan barang bekas kakaknya….hahaha…
    Kasihan si bungsu yang suka dapat lungsuran. Untung bungsuku cewek dan kakaknya cowok, sedikit banyak, lungsuran hanya untuk barang tertentu…pakaian, tas, sepatu mesti beda kan?

    Balas
  • 9. edratna  |  Juli 7, 2009 at 1:27 pm

    Malah lupa..
    Selamat Ulang Tahun Fatih..
    Semoga menjadi anak yang baik, berbakti pada orangtua dan berguna bagi nusa bangsa

    Balas
  • 10. krismariana  |  Juli 7, 2009 at 4:59 pm

    selamat ulang tahun buat Fatih. semoga selalu sehat dan jadi anak yg mandiri :)

    saya anak bungsu. dan jadi geli membaca “ciri-ciri” anak bungsu. (hehehe. jadi mikir nih, apa saya kaya gitu ya?)

    Balas
  • 11. Eka Situmorang-Sir  |  Juli 17, 2009 at 2:04 pm

    Walaupun sedikit terlambat.. met ultah ya Fatih :)
    tumbuh jadi anak berbakti dan saleh.

    Udaaaaaaaaaaa nggemesin bgt sich si Fatih ini :)
    duuuch
    uda, maafkan daku tempo hari aku ke joqja gak sempet kasih tau… kalo nanti aku ke jogja lagi bolehkah aku dan suami mampir surau uda dan uni? :)

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Just a nother way to know

vizon-vredeburg "Without knowing the force of words, it is impossible to know human beings" (Konfusius)

Halaman

Coretan

Komentar Sahabat

DV di Milikku seperenam
Milikku seperenam … di adikku…
dewi di napaktilas
yosie musreni di Ambo…
yessymuchtar di situmorang
ShakRoil di Blog Rancak
hesty di biarkan aku kembali
DV di biarkan aku kembali
frezyprimaardi di bakaa-baka
Soni Satiawan di bakaa-baka

RSS www.hardivizon.com

RSS Tokoonline Mainan Bocah

RSS Hery Azwan

RSS Mr. Trainer

RSS Omar Bakrie

RSS Marshmallow

RSS Ikkyu_san

RSS juenglala

RSS bu enny

RSS bunda dyah

RSS bu tuti

RSS ajo imoe

RSS penganyamkata

RSS penulis kesepian independen

RSS yessy muchtar

RSS mbakpuak

RSS ria

RSS rang pasisia

RSS catra

RSS sawali tuhusetya

RSS suhadinet

RSS HP

RSS soni

RSS soyjoy

Meta

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031