Takbiran; Festival Kreatifitas

Salah satu alasan saya memilih Jogjakarta sebagai tempat studi adalah kreatifitas warganya yang cukup tinggi.  Saya suka dengan orang-orang kreatif, karena akan banyak memberi inspirasi bagi saya.

Banyak kerajinan berkelas yang dibuat dari benda remeh temeh oleh orang-orang Jogja. Jalan saja ke Malioboro. Sepanjang 2 km jalan itu, di kedua sisi jalannya banyak sekali pedagang kaki lima yang menjajakan dagangan hasil kreatifitas ini. Mulai dari aksesoris buat perhiasan sampai kepada lukisan berkelas. Semuanya menjanjikan wisata belanja nan eksotis, tentunya dengan harga yang tidak bakalan merobek kantong! kalau pandai menawar

lomba-takbir-1428-2.jpg 

Dalam rangka menyambut Idul Fitri, ada satu lagi kreatifitas warga Jogja yang membuat saya benar-benar takjub. Yaitu lomba takbiran keliling antar kampung. Takjub? Tentu, karena di kampung saya Riau maupun Sumatera Barat, tidak pernah diadakan kegiatan seperti ini. Takbiran paling-paling dilakukan dengan berkeliling menggunakan kendaraan di seputar kota. Sementara yang dilakukan warga Jogja adalah perlombaan yang memacu kreatifitas. Karena yang dinilai adalah kekompakan dalam hal lantunan takbiran, musik pengiring, kostum, maskot dan display pasukan.

lomba-takbir.jpg

Untuk lomba kali ini, kampung saya, dusun Kweni Rt. 03 Bantul, mengangkat tema Islam China, sebagai implementasi dari hadis “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China“. Saya benar-benar salut dengan kreatifitas dan kekompakan para pemuda kampung saya ini. Mulai dari merancang maskot masjid ala China, kostum dan peralatan lainnya. Saya mencoba terlibat aktif di sini. Di samping ingin lebih akrab dengan para pemuda, juga ingin merasakan prosesnya secara langsung, siapa tahu nanti bisa saya tularkan di kampung halaman… 🙂

Hari yang ditunggu pun tiba. Kamis, 11 Oktober 2007, setelah shalat Isya, lomba pun dimulai. Peserta untuk dusun Kweni ada 7 pasukan. Masing-masing mewakili RT nya. Ya, di dusun kami ada 7 RT.

Kreatifitas masing-masing peserta bagiku sangat luar biasa. Ada yang mengusung tema pasukan gajah yang dikalahkan burung ababil, tentara romawi, china, dan lain sebagainya. Semuanya benar-benar menunjukkan kreatifitas dan kekompakan tinggi.

lomba-takbir-6.jpg

Lomba dimulai dengan berkeliling kampung dan ditutup dengan display pasukan di halaman SD Jarakan II yang terletak berseberangan dengan masjid An-Najwa Kweni. Tampak sekali masing-masing pasukan berusaha menampilkan yang terbaik dari mereka. Sambil meneriakkan syair takbir yang diiringi musik buatan mereka sendiri, mereka bergerak dengan lincah dan kompak, membentuk berbagai formasi. Sungguh, ini luar biasa bagi saya…!!

Yang  perlu dicatat bahwa ini semua dilakukan oleh pemuda kampung!

Saya percaya, bahwa pemuda, bila diberi kesempatan dan kepercayaan buat mengekspresikan diri, mereka akan melakukannya dengan baik dan semaksimal mungkin. Dan kampung saya, dusun Kweni Bantul, membuktikan itu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s