Jakarta & banjir, sampai kapan?

Kembali Jakarta kedatangan “tamu tahunannya”. Tapi sepertinya kali ini jauh lebih dahsyat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Sampai-sampai sang Presiden pun menjadi korban.

Jumat, 1 Februari 2008, 12:42:56 WIB

SBY pun Terjebak Banjir

Jakarta: Dalam perjalanan pulang setelah melakukan sidak di Pasar Baru Karawang, Jawa Barat, menuju Istana Kepresidenan, Jumat (1/2) siang, rombongan Presiden Susilo Bambang terjebak kemacetan akibat hujan deras, dan banjir, yang mengguyur Jakarta sejak malam sebelumnya. Bahkan ketika rombongan Presiden SBY berada di depan Sarinah di jalan MH Thamrin, mobil Presiden SBY terhenti karena tidak dapat melewati genangan air setinggi lutut orang dewasa… selanjutnya baca [disini]

Jadwal penerbangan di tanah air sempat kocar kacir, gara-gara Bandara Soekarno-Hatta ikut-ikutan jadi korban.

01/02/2008 18:17 Banjir
Bandara Soekarno-Hatta Lumpuh  

Liputan6.com, Jakarta: Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya, Jumat (1/2), menyebabkan penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terhenti. Selain jarak pandang yang terbatas, jalan utama menuju bandara tergenang air setinggi setengah meter.

Akibat cuaca buruk, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sejak pukul 10.00 WIB dan baru dibuka pukul 15.00 WIB. Penutupan membuat penumpukan penumpang baik di terminal satu maupun dua. Selama bandara ditutup tak satu pun pesawat yang mendarat maupun tinggal landas sehingga sekitar 60 pesawat terpaksa antre. Sementara pendaratan dialihkan ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur… selanjutnya baca [disini]

Bila fenomena meningkatnya banjir Jakarta dari tahun ke tahun terus bertambah, aku jadi bertanya-tanya: “Jangan-jangan 10 tahun yang akan datang, banjir Jakarta akan menenggelamkan seluruh kota”. Na’uzubillah min dzalik…. 😦

Menarik untuk menyimak analisa dari para pengamat fenomena di blog The Phenomena.

Terlepas dari apapun analisa terhadap banjir ini, bagiku bencana adalah bencana, sebuah fenomena alam yang terjadi dari kerusakan ekosistem, ulah tangan manusia. Solusinya? Berbenah. Kata orang bijak “Jangan terperosok ke dalam lubang dua kali”.

Advertisements

2 thoughts on “Jakarta & banjir, sampai kapan?

  1. Kata orang bijak “Jangan terperosok ke dalam lubang dua kali”.

    Kalau di kita (Indonesia), kata-kata itu kaya’nya sudah terlupakan, mungkin sudah diganti dengan ini :
    “Satu lubang boleh diperosoki sampai lubangnya jebol atawa gak bisa dipakai lagi…”

    Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari suatu peristiwa, tetapi kita kaya’nya gak pernah mau belajar.

    Tinggal kita-kita yang mau belajar ini, perlu saling meneguhkan tekad untuk belajar terus dan mempengaruhi lingkungan kita untuk berbuat yang lebih baik dari hari ini, dari kemarin dan dari kemarin2 yang lain.

    Mari kita berjuang di jalan kita masing-masing.

  2. bagi warga jakarta, sudah waktunya untuk berpikir pindah dari sana. kasihan kota itu, tidak hanya “dibanjiri” air, tapi juga oleh manusia… entah apa yg dicari, seolah2 uang dan kebahagiaan hanya ada di jakarta… 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s