Gosip Jalanan; Potlot vs Senayan

Penasaran juga dengan “pertengkaran” Slank versus Badan Kehormatan DPR soal lirik lagu Gosip Jalanan. Secara mudah, aku menemukan lirik lagu itu di jagat maya. Ini dia:

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Kalau diperhatikan, tidak ada yang istimewa dari lagu ini. Kritik yang disampaikan sudah sangat biasa. Kalau persoalan bahasa kritik yang melanggar etika ketimuran, menurutku itu hanyalah persoalan rasa. Rasa bahasa tidak bisa disamakan antara satu orang dengan orang yang lain, apalagi di Indonesia yang terdiri dari beragam suku dengan beragam bahasa. Bisa jadi, suatu kalimat dipandang sopan oleh suatu suku, tapi di pihak lain, dipandang tidak pantas. Jadi, persoalannya bukan dalam rasa bahasanya, tapi substansi dari kalimat yang disampaikan.

Dalam hal ini, kalimat yang digunakan Slank tidaklah perlu terlalu dipermasalahkan. Substansi dari kritikannya itu yang perlu diperhatikan. Kalaulah BK DPR bisa lebih “dewasa”, maka tidak perlu ada respon keras dengan rencana memperkarakan Slank segala. Aku sedikit miris melihat dialog sang Ketua BP DPR tadi malam (09/04/08) di Topik Minggu Ini SCTV. Mirip debatnya sahabat-sahabatku tukang ojek di warung kopi… 😦

Kalau lebih diperhatikan lagi, lagu Gosip Jalanan ini tidak hanya mengkritik DPR, tapi juga beberapa lembaga di negara ini, yaitu: Polisi, Hukum, KPU dan Kelompok Garis Keras Islam. Ternyata, lembaga-lembaga tersebut belum tidak memberi respon apa-apa.

Whatever, kejadian ini sebaiknya jadi pelajaran manis buat diriku khususnya, yakni belajar lagi bagaimana cara mengkritik dan terlebih lagi bagaimana cara menerima kritik. Buat anggota DPR meski mawas diri lagi, janganlah coreng wajah lembaga terhormat negeri ini dengan sikap yang tidak terhormat. Semoga kejadian Al-Amin, suami Kristina, adalah yang terakhir… Mungkin gak ya??? 😦

Kalau mau download lagu ini silahkan klik di sini

Advertisements

4 thoughts on “Gosip Jalanan; Potlot vs Senayan

  1. Benar juga apa kata Gus Dur dulu itu ya; DPR kayak anak TK…

    Hidup Slank!

    Eh, makasih mp3nya ya, aku sudah download, hehe… Slank sorry, bajak dikit, hehe…. 🙂

  2. Kalau kata orang yang kebanyakan nonton film tentang teori konspirasi,”Wah, Slank pakai tangan KPK untuk nangkep Al Amin, biar posisinya aman dari tuntutan anggota DPR”. Gubrak…

  3. heheh… ssshhh…
    Hidup SLANK…!!!!
    Liat aja buktinya sekarang… negara kita emang kacau…
    _____________________

    begitulah seharusnya musisi berbuat; memberi pencerahan, bukan sebaliknya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s