i like monday

Bagi sebagian orang, hari Senin tidak menyenangkan. Setelah sehari sebelumnya bersenang-senang dan lepas sejenak dari rutinitas, kembali disambut dengan seabreg kegiatan dan persoalan tentunya. Sehingga banyak yang berharap hari Senin jangan sampai datang, mustahil nian…! 🙂

Tapi, hal ini justru berbeda sekali dengan putri kecilku. Si Uni yang baru duduk di kelas tiga madrasah ibtidaiyah ini malah sangat berseri-seri bila hari Senin menjelang. Seperti pagi ini, dengan wajah berseri-seri ditambah dengan seragam putih-putih yang membuatnya semakin berseri, dia mendesakku untuk segera mengantarnya ke sekolah.

“Ayo Pa, buruan berangkat!”

“Ya tunggu tho sebentar, itu Abang belum selesai sarapan”

“Tinggalin ajalah Abang tu, lama kali”

“Emang Uni tega?”

“Ya nggak…!”

Sejenak ku perhatikan dirinya dari ujung kepala hingga kaki. Benar-benar siap dia. Seragam sudah terpasang rapi, lengkap dengan jaket, dan yang paling menarik adalah dia membawa dua buah tas! Pertama sebuah ransel yang berisi buku-buku pelajaran dan peralatan shalatnya, tergantung dengan cantik di punggungnya. Kedua sebuah paper bag yang berisi peralatan melukis; buku gambar besar, cat air, kuas, krayon dan beberapa pensil warna, dipegang di tangan kanannya.

“Wah, kayaknya putri Papa dah siap perang nih”, godaku.

“Iya dong Pa. Ini kan hari Senin, Uni paling suka sekolah di hari Senin ini”

Surprise aku mendengar tutur lugunya. Di perjalanan menuju sekolahnya, di atas motor, aku tanyakan kenapa dia suka sekali bersekolah di hari Senin.

“Kan hari ini ada eskul melukis Pa, Uni suka sekali”

“Kenapa Uni suka?”

“Soalnya Pak Iyan pintar kali ngajarnya. Kalau kita disuruh menggambar sesuatu, pasti diceritain dulu. Minggu kemarin, kita menggambar hutan. Sebelum menggambar, kita diceritain tentang hutan, baguuus sekali ceritanya. Setelah diceritain, kita jadi semangat menggambarnya”.

“Oooo, gitu…”

Ah, seandainya semua guru bisa seperti Pak Iyan, mampu mengambil hati murid-muridnya, tentulah sekolah akan menjadi sangat menyenangkan bagi semua murid. Dan dapat dipastikan bahwa setiap materi pelajaran akan dengan baik diserap oleh murid-murid. Tapi… 😦

 

Advertisements

9 thoughts on “i like monday

  1. wah, jadi ingat masa-masa kecil dulu.
    banyak orang memang tidak menyukai hari senin karena sudah kadung terlena selama akhir pekan. kalau begitu, benar bahwa hari senin perlu dibuat sangat menarik sehingga tak ada lagi istilah “i don’t like monday”.

    salam buat si uni ya, da? dia pasti cerdas sekali.

  2. HHHmmm …
    Ini tulisan yang manis uda …

    Ya betul sekali …
    Yang jelas kita hanya bisa berharap bahwa akan ada banyak lagi Pak Iyan-Pak Iyan lainnya yang tidak hanya sekedar mengajar … Tetapi juga sekaligus mendidik …

    Salam saya Uda …

  3. Salam buat Pak Iyan, Bro…
    He he…
    Siap2 jadi orang terkenal.
    Nanti waktu Si Uni udah dewasa dan dia berhasil menulis buku, pasti dia tak lupa sama Pak Iyan.
    Terus, Pak Iyan dipanggil ke istana dan diberi hadiah oleh Pak Beye, kayak Bu Muslimah gitu…
    He he…

  4. wah… salut saya melihat uni… motivasi sekolahnya tinggi sekali
    padahal hampir semua orang pasti males2an di hari senin. karena akan memulai sebuah rutinitas yang membosankan

    katanya sih, mau ngikutin om catra yang semangat belajarnya sangat luar biasa… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s