well-preppared

Finalis Idola Cilik di RCTI bernama Patton pada penampilannya di hari Sabtu, 24 Januari 2009 yang lalu terlihat kacau sekali. Dia tak kuasa membendung air matanya. Suara merdunya tenggelam di balik isakannya. Akupun tertegun. Ada apa dengan anak itu?

Setelah mendengarkan komentar dari para juri, barulah aku paham. Ternyata, telah terjadi kesalahan teknis. Mikrofon anak itu tiba-tiba mati di tengah-tengah dia bernyanyi. Meski akhirnya bisa diatasi, tapi mental bocah itu sudah terlanjur drop, sehingga ia tak kuasa menahan emosinya.

Kesedihan Patton dapat ku maklumi. Sebagai bocah yang masih beremosi labil, wajar saja bila ia kecewa sekali atas kejadian itu. Penampilan yang sudah dipersiapkan secara baik, tiba-tiba hancur karena sedikit kesalahan teknis. Harapan akan dihujani pujian, sirna sudah.

Kejadian seperti Patton itupun pernah terjadi pada diriku. Ketika itu, aku diminta untuk menjadi pembicara di sebuah seminar. Demi memberikan presentasi yang terbaik, maka akupun mempersiapkannya secara matang. Makalah sudahlah pasti. Slide presentasi kudesain sebagus mungkin. Agar tambah menarik, ku tambahkan efek suara dan video. Aku berharap agar materi yang kusampaikan benar-benar bisa dipahami secara baik.

Sampailah pada hari seminar dilaksanakan. Aku berangkat dari rumah dengan penuh keyakinan. Sesampai di lokasi seminar, akupun menyerahkan flash disc yang berisi file presentasi kepada panitia untuk dipasang pada laptopnya. Tidak butuh waktu yang lama, file presentasi itupun terpasang dengan baik, dan siap untuk aku sampaikan.

Seminar dimulai. Tibalah giliranku untuk presentasi. Belum selesai aku mengucapkan salam, tiba-tiba… jleg…!!! LISTIK PADAM!!! Ah, aku sedikit panik. Panitiapun mulai terlihat sibuk, bolak-balik keluar masuk ruangan, entah apa yang mereka kerjakan, yang pasti mereka sepakat untuk mengatakan kalau listrik benar-benar padam.

Oh God…!!! Berarti aku akan presentasi tanpa pengeras suara dan sudah pasti juga slide yang dari beberapa hari lalu aku persiapkan tidak bakal tampil dalam acara itu. Beberapa saat aku hampir tidak bisa menguasai emosiku. Untung aku segera tersadar; ini bukanlah acara show untuk unjuk kemampuan, tapi ruang belajar bersama dan berbagi pemikiran. Satu jam lebih aku berbicara dan berdialog, tanpa pengeras suara dan slide presentasi. Cape deh…!!! 😦

Ketika acara akan ditutup oleh pembawa acara, secara mengejutkan listrik kembali menyala. Ah… nakal betul dikau duhai tuan listrik, benar-benar berhasil dengan sukses mengaduk-aduk emosiku… 🙂

Di rumah, akupun terdiam dan merenungkan kejadian tadi. Faktor apakah yang menyebabkan itu terjadi? Aku yakin, pastilah ada kesalahanku yang menjadi penyebabnya.

Dan, akupun menemukannya…!

Sebelum berangkat dari rumah tadi, sedikit terbersit di hatiku sebuah kebanggan kecil; “Presentasiku pasti menarik!”. Ah… kesombongan kecil itu ternyata berakibat besar bagiku dan memberikan pembelajaran yang luar biasa.

Patton, mungkin saja di hati kecilnya terbersit sedikit kesombongan itu sebelum tampil, sehingga berakibat teguran besar dari Tuhan melalui kejadian itu. Semoga menjadi pembelajaran yang semakin mendewasakan… 🙂

Advertisements

13 thoughts on “well-preppared

  1. Semoga kita tetap rendah hati dan menyerahkan semua peristiwa kehidupan kita kepada Allah. “Jadilah menurut kehendakMU karena aku hanyalah manusia bisa”

    EM
    ___________________

    benar sekali nechan,
    kepasrahan kita kepada Tuhan harus diberikan secara total,
    tp tentunya setelah berusaha semaksimal mungkin… 🙂

  2. iya pak…kasihan patton…saya nonton acaranya lhooo
    ____________________

    bener, semoga kita dan dia dapat “memahami” sesuatu yg lebih di balik kejadian itu… 🙂

  3. Uda …
    Saya juga nonton episode itu …
    Dan persis seperti yang Uda pikirkan …
    Ini menyanyinya kok rada kacau …

    Waktu itu aku pikir ini penghayatan yang over …
    Karena memang lagunya … sangat indah dan sedih sekali ..

    Eeeehhhh ternyata karena mikrofon mati …
    Hmmm …
    Jadi sedikit agak kecewa aku … Patton belum bisa menguasai emosinya …
    Dan ini wajar sekali … mengingat dia masih anak-anak …

    Semoga Patton bisa belajar dari hal ini …

    Dan Uda betul sekali …
    Saya pun demikian … kita harus selalu siap dengan berbagai situasi … dan jangan pernah merasa arogan bahwa presentasi kita akan berhasil …

    We must be … Well preppared …!!!

    Makasi yo uda …

    Salam saya
    ___________________

    seiring dg berjalannya waktu, mental kita akan semakin tertempa untuk menghadapi berbagai kejadian yg tak terduga, “jam terbang” lah yg membedakan sikap seseorang dalam situasi seperti itu, dan pak nh adalah org yg sudah sangat matang dalam hal ini, iya kan pak, hehe… 🙂

  4. Pagi, Uda..

    Aku sudah jarang lihat televisi, nih… 🙂
    Menyikapi soal itu, memang sebaiknya seseorang tidak perlu merasa sok dengan apa yang dia punya, sehingga ketika terjadi sebuah peristiwa di luar rencana, dia bisa berbesar hati saat menghadapinya.

    CUman untuk sampai ke tahap itu yang rada repot. Butuh peristiwa yang cukup menggetarkan untuk mengingatkan seseorang…. dan kalau orang itu mau ingat sih… 🙂

    Nah,
    gimana dengan aku? Punya pengalaman yang sama, nggak?
    Ow.. sering, Uda.. sering banget…
    dan mudah-mudahan sekarang sudah lebih baik lagi… Setiap hari adalah hari untuk belajar..

    Makasih ya Uda buat pencerahannya..
    _____________________

    tidak banyak orang yg mau belajar dari kegagalan. seringkali mereka anggap kegagalan adalah sebuah kesalahan yg harus diratapi, sehingga tidak memberi efek apapun baginya di kemudian hari. hanya orang2 istimewalah yg bisa belajar dari pengalamannya, termasuk dirimu La…. hehehe… 🙂

  5. Aduh bos, lupa nulis i’dad ya? Inget dong katakata alm. Ust. Imam Badri, i’dad, i’dad, i’dad. 🙂

    *kayak yang kasih komentar sering buat i’dad aja. Hee..
    ____________________

    lho, itu kan udah ok banget i’dadnya, cuma pas pelaksanaan tidak berjalan sesuai rencana… 😦

    *ayyuwah himawan, limadza la taktub i’dad? qum tahtal mannaroh, al an…! hehehe…

  6. everything happens for a reason ya, da vizon?
    tapi saya salut pada orang yang bisa dengan jujur introspeksi seperti da vizon.

    saya juga pernah mengalaminya, saat saya harus presentasi jurnal di sebuah simposium asia pasifik. tiba-tiba latar slide ppt yang sudah saya persiapkan berubah hitam semua, padahal tulisannya juga gelap. sejatinya, latar belakang slide itu terang bergambar foto-foto lokasi penelitian.
    duh, saya kesal sekali.

    tapi setelah saya pikir-pikir lagi, mungkin hikmahnya adalah agar orang bukan terpesona pada slide dan foto-foto yang tampil, melainkan lebih fokus pada isi presentasi saya (dan saya sebagai pembicaranya. hehe!)
    _____________________

    betul sekali uni, segalanya ada alasannya
    jadi ingat lagunya sherina:

    mengapa bintang bersinar
    mengapa air mengalir
    mengapa dunia berputar
    lihat sgalanya lebih dekat
    dan kau akan mengerti

    mata hati akan memahami sebuah kejadian dg penuh kebijakan, iya kan uni?

  7. gara-gara listrik sering hidup mati di Padang, charger HP saya jadi rusak pak. hahaha
    ____________________

    ayoo protes ke PLN segera, hehehe..
    btw, lagi pulkam nih… 🙂

  8. Cerita uda mengingatkan dan membuat saya utk introspeksi diri, bahwa kerja (apapun itu, apalagi yang berhubungan dengan orang lain) yang kita lakukan dengan pamrih ingin mendapatkan pujian dan ga lillahita’ala, hasilnya bakalan ga sesuai dengan yang kita inginkan dan bayangkan.. Bener2 instropeksi banget buat awa da, soalnyo Insya 4JJI dalam waktu dekat awa ka maju untuk seminar dan sidang tugas akhir. Salam
    ____________________

    ok, semoga sukses seminar dan sidang tugas akhirnya ya Son… 🙂

  9. Pingback: Perasaanku Bercampur Aduk « Perubahan Menuju Kebaikan

  10. SEtuju buanget…apapun yang ada di dunia ini pasti ada sebab dan akibat…..

    Tapi…usahlah memikirkan “sebab” dengan penuh penyesalan, tapi ambillah pelajaran dari “sebab” tersebut…

    Dan usahlah pusing dengan adanya “akibat” karena dengan adanya “akibat” menguji sang empu untuk mengambil hikmah yang tersembunyi dan tentunya proses untuk menjadi lbih baik.

    Wao…keren bgt presentasi tanpa pengeras suara, slide, n satu jam lebih pula….wao…salut….Subhanallah bgt…

    Selamat telah berhasil melewat fase2 yg menegangkan Sir…

    Salam Kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s