filsafat merapi

Tulisan ini pada awalnya merupakan komentarku di postingannya Pak NH18 tentang modal lelaki dalam menggaet wanita pujaan hati. Tapi karena kepanjangan, aku jadikan saja postingan baru, gak salah kan…? hehe…

Beberapa hari yang lalu, aku mengantarkan sahabatku menemui Mbah Marijan, sang juru kunci gunung Merapi. Pastilah kita semua sudah kenal baik dengan beliau. Di awal tahun 2006 nama beliau sempat menjadi perbincangan, karena keteguhan beliau memegang amanat dari almarhum Sultan Hamenkubuwono IX untuk tidak meninggalkan Merapi meski dalam keadaan apapun. Dan sekarang, beliau semakin terkenal karena iklan salah satu minuman penambah stamina dengan kalimat ampuhnya, ROSA!

Sahabatku itu tidak mempunyai tujuan yang macam-macam untuk bertemu dengan beliau. Semata-mata hanya ingin bertemu dan melihat seperti apa sosok Mbah Marijan yang terkenal itu. Dan tentunya dia ingin punya kenangan istimewa dalam liburannya di Jogja, sehingga bisa pulang ke Jakarta dengan senyuman istimewa pula… πŸ™‚

Kami berangkat pukul 16.30 wib, kesorean memang. Tapi lantaran teman yang mau mengantar hanya punya waktu di jam segitu, ya jadilah kami berangkat agak sore. Lebih kurang 30 menit perjalanan, kami pun sampai di tempat tujuan. Cuaca terasa dingin sekali, karena sepanjang perjalanan hujan deras mengiringi kami.

Kesan kami terhadap sosok beliau adalah; santun dan sederhana. Yup… tidak terlihat sedikitpun kemewahan di kediaman beliau itu. Semuanya sederhana dan apa adanya. Kemanakah perginya honor beliau sebagai bintang iklan? Ternyata seluruhnya dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar. Salah satu yang nampak oleh kami adalah sebuah masjid yang cukup megah berdiri tidak jauh dari rumah beliau. Luar biasa… ROSA!

Yang menarik dari pembicaraan kami adalah tentang nama-nama gunung dan desa yang ada di sekitar Merapi; yakni Turgo, Sawangan, Merbabu, Sumbing dan Sundoro. Menurut beliau, bila diurutkan, maka nama-nama gunung dan desa tersebut memiliki makna yang bagus sebagai nasehat bagi lelaki yang ingin menikah.

gunung turgo

gunung turgo

Pertama, gunung Turgo, berarti tur siogo, siap siaga. Bila seorang lelaki ingin berumahtangga, maka dia harus benar-benar siap dan siaga. “Yakinkan dalam diri kalau kamu benar-benar siap”, begitu nasehat Mbah Marijan.

Kedua, Sawangan, berarti pintu. Kalau sudah turgo (siap siaga), maka berdirilah di depan sawangan (pintu) “rumah” sang perempuan dan minta ijin untuk memperkenalkan diri. Bila sudah diijinkan, maka lanjutkan ke Merapi.

gunung merapi

gunung merapi

Ketiga, gunung Merapi, berarti merapikan diri. Bila sudah diijinkan untuk memperkenalkan diri, maka rapikan jiwa dengan niat yang suci, bila tidak, nanti engkau bisa tersesat di sana. Dan juga jangan lupa rapikan raga, karena manusia pertama kali memandang kita dari raga yang tampak.

gunung merbabu

gunung merbabu

Keempat, gunung Merbabu, berarti menjadikan Ibu. Bila sudah merapikan jiwa dan raga, nyatakan kepada perempuan itu untuk menjadikannya Ibu dari anak-anakmu.

gunung sumbing

gunung sumbing

Kelima, gunung Sumbing, bermakna sumpah. Bila perempuan itu sudah bersedia engkau jadikan Ibu bagi anak-anakmu kelak, maka ucapkanlah sumpah setia, di depan dirinya maupun keluarganya.

gunung sundoro

gunung sundoro

Keenam, gunung Sundoro, bermakna jangan dusta. Bila engkau sudah bersumpah, maka pegang teguhlah sumpahmu itu dan jangan sekali-kali engkau ingkari sumpah itu. Bila engkau tidak setia dengan sumpah yang telah engkau ucapkan di hadapan perempuan dan keluarganya itu, niscaya engkau akan jatuh ke dasar gunung yang paling dalam, hidupnya akan celaka!

Nasehat ini benar-benar jitu buat sahabatku tersebut. Terbukti dari sms yang dia kirimkan kepadaku beberapa hari yang lalu sesampainya dia di Jakarta. Begini bunyinya: “Oh gunung Turgo yang gagah berani, aku siap dan tegar menghadapi hidup ini, lalu aku akan pergi membuka lawang yang pemalu,Β  sembari diriku bersiap untuk merapikan diri guna mendapat ibu di merbabu yang penuh kelabu, lebih dari itu sumpah setiapun sangat siap kulakukan di gunung sumbing sumringah agar aku tidak takabbur di hadapan sundoro yang terberkahi

Adakah nasehat Mbah Marijan ini juga berguna buat anda? Semoga saja… πŸ™‚

Advertisements

21 thoughts on “filsafat merapi

  1. Daku baru tahu nih, Da… ternyata setiap gunung mempunyai makna sendiri atas nama yang disandangnya.
    Asyik juga, dan seharusnya begitulah seorang laki2 sejati..hehehe
    *tenang para wanita..kita sedang diatas angin sekarang* :mrgreen:
    _________________

    masnya mbak puak sudah memenuhi syarat itu kan…? hehe… πŸ™‚

  2. Wah, baru tahu kalo seperti itu maknanya…
    Padahal, saya lahir dan besar di daerah situ juga: di Magelang…

    Oke, makasih pak,,, bisa jadi referensi obrolan dg kawan2 nih..
    _________________

    ok, salam buat kawan-kawannya ya… πŸ™‚

  3. Ternyata ada filosofi di balik nama-nama gunung tersebut.
    Namun rupanya ada yang lebih menarik di balik filosofi tersebut. Apalagi kalau bukan hidup Mbah Marijan yang bersahaja itu.

    Kapan-kapan boleh minta antar ketemu Mbah Marijan juga, Da? πŸ˜‰
    _________________

    betul sekali kang… justru kehidupan beliau itu yg membuat teman saya ngotot minta dianter ketemu dg si mbah… nasehat ini? kayaknya “bonus” deh… hehe… πŸ™‚

    kapan nih mau ke sana? daku siap nganter dan sekaligus siap jadi salah satu tokoh di ceritamu, hehehe… πŸ™‚

  4. Wow Uda….
    filosofi alam yang turun temurun tentunya
    untung ada Mbah Marijan dan sahabatnya Uda, sehingga kita-kita akhirnya bisa baca di blog Uda. Perlu dilestarikan nih.

    EM
    _________________

    budaya kita memiliki banyak sekali filosofi yg menjadi ajaran adhi luhur bagi setiap generasi, semoga kita dapat melestarikannya… πŸ™‚

  5. Kalau untuk wanita, persiapannya seperti apa, Da? Tolong tanyain Mbah Marijan ya (atau Mbah Putri ‘kali … )

    Lha itu gunung kok ‘dipek’ (dimiliki) lelaki semua. Jadi para wanita kebagian apa dong?

    Btw, itu kata ROSA melafalkannya bukan seperti mengucapkan nama penyanyi cantik Rosa, tapi ‘sa’ seperti mengucapkan kata ‘sholat’. Bahasa Jawa memang kaya, huruf ‘e’ bisa diucapkan dengan tiga cara.
    _________________

    nah itu dia masalahnya… kami juga ingin bertemu mbah putri, tapi sayang, beliau sedang ada pengajian di desa sebelah…

    buat wanita? “persiapkanlah diri didepan sawangan untuk menerima kehadiran sang pangeran yg akan menjadikanmu ibu bagi anak2nya karena dia telah siap menjaga sumpah setianya untukmu…” hehe… itu versi saya bu… πŸ™‚

    benar sekali bu, bahasa jawa itu kaya sekali dg cara baca, bahkan juga kaya sekali dg aturan dan tingkatan, salut saya… πŸ™‚

  6. HHmmm keren Uda … keren …

    Saya tidak tau bahwa gunung-gunung itu punya filosofi sendiri-sendiri ya … dan kita bisa belajar banyak darinya

    And thanks udah nge link saya …
    saya senang

    Salam saya
    __________________

    saya juga baru tahu pak…
    and thanks juga atas inspirasi tipsnya,
    mohon ijin untuk membaginya ke teman2 ya pak… πŸ™‚
    maklum masih banyak yg jomblowan…. hehehe…

  7. subhanallah… pemandangannya dahsyat!
    dan filosofi itu. tak heran bila kesederhanaan mbah marijan membuatnya terkenal.
    sederhana, bersahaja.
    beruntung sekali da vizon bisa berkenalan langsung dengan sang penunggu gunung merapi.
    _________________

    benar sekali uni, berakrab dg alam senantiasa membuat kekaguman kita kepada Sang Penciptanya semakin besar… πŸ™‚

    kita bisa banyak belajar dari siapa saja, termasuk mbah marijan, soal kesederhanaan… πŸ™‚

  8. Bro, kapan2 kalau aku mampir ke Yogya pengen dianter juga ke si Mbah untuk silaturahmi.
    _________________

    monggo… dengan senang hati bro…
    btw, ente pasti kenal dg baik dua orang sahabat yg aku sebutin di atas, inisialnya HMS dan FZ, hayooo udah pahamkan? pas banget tho nasehat itu buat mereka? hehehe… πŸ™‚

  9. Waooo mantap sekali….

    mmm thx infonya Uda…. ijin ngopas (Copy – paste) ya….
    untuk salah satu sahabat saya yang sampe saat ini belum juga berani menikah πŸ˜€

    Oooo baru ngeh aku kalo Uda ada di Jogja πŸ˜€
    ntar kalo aku pas silahturahmi ke rumah eyang di Nitikan ketemuan ya Uda πŸ˜€
    ___________________

    silahkan dikopas, jika itu bermanfaat, kenapa tidak…?
    semoga kita bisa bertemu di jogja nanti ya… πŸ™‚

  10. Ah indah tulisan ini!
    Lima belas tahun menghuni Jogja (dan akhirnya pergi), baru kali ini aku menemui filosofi yang ternyata amat dalam itu!

    Salut! Salam kenal pula πŸ™‚
    _________________

    thanks…
    jogja masih seperti yg dulu, setiap sudut menyapa, bersahaja… πŸ™‚

  11. walaaaah…tenane…..???
    Bunda senyum senyum baca postingan ini…Kok ono ono wae..Uda Vizon nih..itu ngarang apa …katanya siapa ??
    ohya…insya Allah pada Maret nanti Bunda bisa gabung walau tidak seluruh acara….

  12. wah kayaknya fans uda yang 2 terakhir tidak sabar lagi nunggu tulisan terbaru uda.. Nanggapin tulisan ini, aq jadi berfikir makna dari triarga apaan ya (Marapi, Singgalang, Sago) yang mengelilingi kota Bukittinggi???
    Harus mengingat lagi nih, atau uda tau?? boleh di share da.. heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s