ku tempeleng polisi itu!

Aku janji bertemu dengan seorang teman jam 09.00 wib di kampus. Hampir setengah jam orang yang ku tunggu tak kunjung datang. Ku coba menghubungi ponselnya, masuk, tapi selalu direject. Hatiku bertanya-tanya, ada apa dengan kawanku yang satu itu? Sms pun ku layangkan, tapi tidak ada balasan. Harap-harap cemas, aku tetap menunggu kedatangannya.

Tepat pukul 10.00 wib, kawan yang ku tunggu muncul di pintu masuk gedung kampus tempat kami janji bertemu. Wajahnya agak basah dengan keringat yang berkucur deras. Nafasnya sedikit terengah-engah. Aku semakin khawatir, ada apa gerangan dengan dirinya?

“Sorry Bang, aku telat”
“Ambil nafas dulu, baru bicara”, kataku sambil menyodorkan sebotol air mineral. “Sudah tenang? Coba sekarang cerita”
“Aku tadi habis menempeleng Polisi!”, jawabnya dengan nada serius.
“Apa? Yang benar saja”, sahutku. “Ah, becanda kamu”
“Beneran Bang, suer!”
“Emang kamu berantem”, tanyaku penuh selidik.
“Gak, dia malah diam aja aku tempeleng, dan kayaknya senang”
“Semakin gak jelas nih!”
“Tadi aku kena razia, aku lupa bawa STNK, trus aku tempeleng polisi itu dengan selembar duapuluh ribuan, dan akupun bebas! huahaha…” 😀
“Sialan ente…! huahaha…..!” 😀

(Serius, ini postingan tidak penting, tapi karena aku tidak bisa menahan tawa setiap kali mengingatnya, jadilah ku bagi saja di sini, barangkali bisa jadi sebuah perbendaharaan kata baru… hehe…)

Advertisements

18 thoughts on “ku tempeleng polisi itu!

  1. HUahahahaha …
    Kirain beneran …

    Tiwas aku mau ikutan bantuin nempeleng juga …

    (ups … celingukan … kiri – kanan …)
    (hehehe polisi mana ada yang ngeblog ya …)

    Ampun Pak …

  2. Wah, payah juga tuh polisi. Cuma 20 rb aja sudah diam mulutnya. Kalau saia pasti sudah balas menampar lagi tuh. Tapi pake uang 500 perak. Sambil bilang, nih kembaliannya.
    😀

  3. hahaha…
    jadi ingat pernah ada seorang tentara ditempeleng seorang bapak tua di dekat sebuah mall di medan. si tentara diam aja. setelah diselidiki, taunya bapak yang menempeleng tadi adalah orang tua si tentara. pantesan dia diam aja.

    tapi polisi begitu karena kita juga mau sih. coba kita semua sepakat nggak mau “nempeleng”, pasti gak ada acara tempeleng-tempelengan. it takes two to dance kan, da?

  4. Oww…tarif ‘nempeleng’ polisi di Jogja masih noban yah uda? Pasti polisinya cuma satu, coba kalo bertiga, pasti minimal goban lewat dah…

  5. Kirain beneraaannnn….
    Saya click judul postingan ini dengan semangat keingintahuan besar … “siapa yang bisa lolos menempeleng polisi dan masih bebas untuk menceritakannya di blog …”

    Ternyataaa… tempelengan yang biasa ..
    Tempelengan yang justru bikin si penempeleng (ada ya istilah “penempeleng” ..? ) gusar …

    Ckckck ….
    ____________________

    sorryyyy…. kalau terkecoh… gak ada maksud kok, hehe… 🙂
    saya juga mau ditempeleng, bahkan ditimpuk juga mau, asal dg sekoper uang seratusribuan, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s