bocah kweni vs blogger

Sabtu, 7 Maret 2009

Akhirnya datang juga!, bisikku dalam hati begitu melihat iringan mobil memasuki kampungku. Ya, mereka adalah para blogger yang akrab di monitor, tapi jauh di mata. Mereka menghadiri undangan onechan Imelda untuk bermain bersama “anak-anakku”, para bocah Kweni.

Satu persatu mereka turun dari mobil setelah parkir dengan “selamat”. Yang pertama kali adalah Jeunglala. Wah, ternyata omongan bro Hery Azwan terbukti, kalau bacot Lala tidak kalah heboh dengan tulisan-tulisannya. Kemudian disusul oleh Daniel Mahendra, Goenoeng, Arif, Tyan, Noenki, Ipi dan tentunya sang ratu kopdar, Imelda… πŸ™‚ Wuih, hebat nian… orang-orang yang selalu malang melintang di jagat maya, sekarang dapat kutemui secara nyata. Ternyata, mereka benar-benar nyata! (emang makhluk halus, hihihi…)

tyan, nunki, ipi, goenoeng, arif, lala, icha, imelda

tyan, noenki, ipi, goenoeng, arif, lala, icha, imelda

Acarapun dimulai. Aku sedikit deg-degan, soalnya anak-anak yang hadir melebihi dari yang diundang. Yang diundang adalah anak-anak usia TK-SD. Tapi, ternyata para ibu-ibu mereka mengantar dengan membawa serta adik-adik mereka yang masih ballita. Hatiku mulai sedikit khawatir, takut kalau-kalau nanti akan terjadi kehebohan ketika pembagian hadiah, karena jumlahnya sangat terbatas. Anak-anak balita itu pastilah juga bakal minta diberi hadiah. Aku coba menyingkirkan kekhawatiranku itu sambil berdoa semoga itu tidak terjadi.

Anak-anak asuhan istriku tampil pertama kali memberikan suguhan tari selamat datang; badindin. Karena pelatihnya adalah orang Minang, maka tariannya pun sudah tentu Minang, soalnya istriku tidak punya stok tarian Jawa, halah!

dsc013892

Bocah Kweni mempersembahkan Tari Badindin, sebagai ucapan Selamat Datang

Kemudian, nechan Imelda mengajarkan nyanyian “kepala, pundak, lutut, kaki” dalam bahasa Jepang (waduh, aku lupa bagaimana nyanyian itu!). Senang melihat ekspresi bocah-bocah tersebut mendapatkan sesuatu yang baru… πŸ™‚

Nyanyian "kepala, pundak, lutut, kaki" dalam Bahasa Jepang

Nyanyian "kepala, pundak, lutut, kaki" dalam Bahasa Jepang

Acara dilanjutkan dengan menggambar. Para bocah dibagi dalam beberapa kelompok dan dikomandani oleh satu orang kakak blogger (sebutan baru neh…!). Dan inilah sebagian dari hasil kolaborasi cantik mereka:

Kak Arif dan bocah-bocah asuhannya; "goreskan krayonmu, sesukamu"

Kak Arif dan bocah-bocah asuhannya; "goreskan krayonmu, sesukamu"

Kak Tyan dan bocah asuhannya; wuih... penuh juga kertasnya ya...!

Kak Tyan dan bocah asuhannya; wuih... penuh juga kertasnya ya...!

Di tengah-tengah acara, Bunda Dyah, Bu Tuti dan mbak Vivi datang. Wah, semakin lengkap sudah kebahagiaan ini. Sebelum pembagian bingkisan, “eyang” Dyah kami daulat untuk memberi wejangan kepada para cucu dan Kak dokter gigi Noenki kami minta untuk memberi penyuluhan kilat soal perawatan gigi.

Wejangan buat para cucu dari eyang Dyah Suminar; sejuk.. :)

Wejangan buat para cucu dari eyang Dyah Suminar; sejuk.. πŸ™‚

menaruh pasta gigi harus rata di sikat gigi ya adik-adik, sabda sang dokter gigi, nunki

"menaruh pasta gigi harus rata di sikat gigi ya adik-adik", sabda sang dokter gigi, noenki

Pembagian bingkisanpun dilaksanakan. Apa yang aku khawatirkan pun terjadi. Para ballita yang tidak masuk dalam undangan menangis secara koor di luar pendopo. Mereka ingin mendapatkan bingkisan yang sama dengan kakak-kakaknya. Beruntung, ada beberapa anak yang diundang tidak bisa hadir, sehingga bingkisan mereka dapat dialihkan buat para balita tersebut, dan Bu Tuti bersedia menambah kekurangan bingkisan bagi para bocah yang tidak hadir. Ah, syukurlah!

senyum gembira tergambar di setiap bibir para bocah dan blogger, indahnya...!

senyum gembira tergambar di setiap bibir para bocah dan blogger, indahnya...!

Akhirnya, acarapun berakhir dengan penuh kebahagiaan. Aku bahagia sekali dapat memuliakan para tamuku dan yang tak kalah pentingnya adalah aku sangat bahagia melihat senyuman lebar dari bocah-bocah itu, mereka memang layak untuk bahagia!

Terima kasih sahabat, kalian memang luar biasa…!!!

eh tunggu... kok seperti ada artis nyasar ke kweni ya...? siapakah itu??

eh tunggu... kok seperti ada artis nyasar ke kweni ya...? siapakah itu??

Advertisements

32 thoughts on “bocah kweni vs blogger

  1. Hehehe…
    Photo yang terakhir itu harus dipajang ya, Uda?

    Ah, ga sabar sampai rumah dan menulis posting!

    Makasih, Uda!
    Makasih, Mbak Icha!
    Kalian berdua memang manusia-manusia yang luar biasa!
    ____________________

    lho, emangnya foto terakhir itu foto siapa ya..?? hehehe…
    makasih juga La, dirimu juga sangat luar biasa! I mean it!

  2. pertemuan dan acara yang mengesankan, Uda.
    salut banget buat Uda sekalian yang meluangkan waktu mengasuh Bocah2 Kweni. luar biasa sekali !

    nggak sabar, kapan kita bisa kumpul2 lagi seperti itu.
    ____________________

    terima kasih juga mas goenoeng sudah sudi berkunjung ke kampung kami,
    sebuah kebanggan sendiri bagi bocah2 tersebut telah dikunjungi orang2 hebat…

    kayaknya pertemuan berikutnya di semarang atau surabaya kali ya… πŸ™‚

  3. Sumprit..daku iri nih, da..
    Di Jogja pula, yang lebih seru dari Jakarta punya.. mmm…
    ___________________

    sabar, sabar mbak puak…
    nanti kita bikin lebih seru lagi di jakarta… tapi lebih enak kalau di padang ya… hehehe… πŸ™‚

  4. finally, putting names on faces…
    kebayang deh seru dan senangnya berada di sana, di antara para sahabat bloger sekaligus anak asuhan yang lucu.
    saya salut loh da vizon punya kepedulian sebesar ini kepada para generasi yang kurang beruntung dari segi ekonomi. hm… saya sendiri sudah memberikan apa, ya?
    ____________________

    terima kasih uni…
    saya sangat yakin kalau uni sudah banyak memberi untuk dunia ini, di antaranya berbagi pengalaman perjalanan uni yg dahsyat itu, sebuah pengetahuan yg luar biasa buat kita semua… πŸ™‚

  5. waduh kereeeennnnn bangetz!
    kopdar yg ga cuman ngobrol ngalor ngidul….
    ____________________

    syukran ukhti…
    kapan ya kita ke malang?
    terus terang, diriku belum pernah lho ke malang, hehehe… πŸ™‚

  6. salut untuk mas Vison ….
    maaf saya datang terlambat dan saya melihat ini sesungguhnya yang membumi cara yang dilakukan mas vison untuk mengulurkan tangan dan menyapa langsung mereka membuat merka merasa berarti
    salut juga kepada keramahan pribadi mas hehehe
    kita ketemu dulu baru saling menyapa lewat blog hahaha
    salam sukses selalu kapan berkenan main kepuncak gunungkelir sekeluarga menanti
    ____________________

    iya nih mas tho, kita ketemu dulu baru nyapa lewat blog, hehe…
    saya ingin sekali menjelajahi banyak tempat di tanah air tercinta ini, termasuk gunungkelir, insya Allah suatu saat… πŸ™‚

  7. He…. seneng bisa ketemu temenΒ² semua… πŸ˜‰ Mba Lala hebring juga…. Artis bgt ya di Kweni… he… πŸ˜€
    ____________________

    nah itulah centre point kita kali ini; ada artis masuk kweni, huahaha… (ditimpukin lala)

  8. Uda …
    Juga EM … Ibu Dyah, Ibu Tuti, Lala, Ipi, Tyan, Mas Dan, Mbak Noenky, MAs Goen …

    Ah …
    Saya kok berkaca-kaca membaca postingan uda kali ini …
    sungguh … saya berkaca …
    Lihat tarian itu …
    Dengar nyanyian itu …
    Perhatikan gambar itu …
    Simak penyuluhan itu …
    Renungkan pula nasihat itu …

    It’s so simple …
    But it’s beautyful indeed …

    Mungkin aku agak berlebihan …
    Namun sumpah Uda … saya terharu sekali
    Sayang saya tak bisa ke Yogya …

    Salam saya
    ___________________

    terima kasih pak…
    saya juga sangat terharu atas kerendahan hati sahabat2 semua,
    berkenan hadir ke kampung kami yg jauh dari modern,
    meski semuanya bersimbah peluh,
    tapi hati yg ikhlas telah menyejukkan semuanya…

    insya Allah kita bisa bertemu juga di lain kesempatan dan lain tempat pak,
    I wish… πŸ™‚

  9. senada sama im Trainer…..yessy ngiri banget gak bisa ikutan!…,mugnkin kelak yessy ada waktu lagi ya uda…
    ____________________

    insya Allah yess, suatu saat kita juga bisa bertemu,
    dg nuansa yg jauh lebih membahagiakan dan bermanfaat tentunya,
    terutama saya juga ingin membuktikan kata2 Lala; yessi nyanyinya mirip mahadewi, hehe… πŸ˜€

  10. Ini benar-benar kopdar yang menarik, berbagi dengan anak-anak desa…saya bisa membayangkan betapa bahagianya mereka.
    Makasih Uda Vizon telah berbagi dengan mereka, dan memberikan kesempatan blogger untuk lebih banyak berbuat di dunia nyata
    ____________________

    bu… saya hampir punya kesimpulan bahwa orang2 yg terbiasa mengekspresikan isi hatinya lewat tulisan, memiliki kepekaan yg luar biasa, dan kegiatan ini membuktikannya…
    insya Allah suatu saat kita juga bisa ketemuan ya bu… πŸ™‚

  11. kopdar pertama kali buat ak yang bener2 berkesan. Thx for that day..
    ____________________

    thanks juga mbak ipi, saya juga terkesan atas kerendahan hati mbak ipi… πŸ™‚

  12. om.. tahu ga sih, ada 1 balita, 4 orang ibu2, dan 2 bapak2 menerjang banjir dengan semangatnya menuju lokasiii hihihi..
    acaranya seruu.. anak2 kweni pinter2, semoga TPA nya cepet jadi yaah..
    kapan2 adain lagi yuks kopdarannya.. missing dinner di kediaman bunda dyah dan ibu tuti 😦
    ____________________

    eh iya benar, saya baru ngerti soal “perjuangan” itu lewat ceritanya bu tuti, duh… kasian amat…
    tapi, kehadiran mbak vivi luar semakin membuat suasana menjadi luar biasa,
    terima kasih ya… πŸ™‚

  13. Aih, Uda menuliskannya dengan sangat cantik…
    anak-anak Uda sendiri sudah sangat hebat dan penuh dengan semangat saat bermain, mendengarkan penyuluhan dan nasehat, bernyanyi, menggambar…
    dan itu bikin kita terharu….

    sayang, origaminya gak jadi…..
    Dari balik layar :
    dari persiapan membungkus bingkisan sampe persiapan materi dari mbak Imel di mobil itu seru banget deh…
    setelah belajar nyanyi….terus belajar origami….
    ternyata susah banget… hihihi…
    karena susah…..operator kurang, makanya dibatalin (alasan yg dibuat kambing hitam : kurang waktu) hehehe

    tapi momen itu menyenangkan banget
    dan bisa bertemu dengan teman-teman semua itu seperti mimpi….hehehe
    _____________________

    seperti yg saya katakan pada onechan imelda, bahwa acara buat anak2 meski sudah dipersiapkan matang, kudu siap2 merubahnya dg cepat, karena situasi bisa berubah cepat…
    tapi, penyuluhan soal gigi itu top abis, thanks sudah bersedia berbagi… πŸ™‚

  14. hhmm bikin ngiri aja nih acaranya
    ____________________

    simpan irinya ya om… nanti kita adakan lagi dg konsep yg lebih mantap, trus omiyan ikutan ya, hehehe… πŸ™‚

  15. Pingback: Kopdar bareng Bocah Kweni « me, myself, and I

  16. Hebat bro…
    Acaranya pasti sangat berkesan bagi bocah kweni dan tamu undangan blogger dari seantero Indonesia dan bahkan luar negeri.
    Nggak sia-sia gue berteman ame elo bro…
    Two thumbs up…
    ___________________

    ini juga berkat elu bro…
    gw bisa kenalan ama mereka juga berkat ketemuan di blog elu…
    two thumbs up juga buat elu… πŸ™‚

  17. Rasa bahagia dan haru karena bisa berbagi dengan anak-anak itu sudah beberapa kali saya ungkapkan di blog Mbak Imel, juga blog Lala. Nah, sekarang saya mau cerita tentang anak yang lain, yaitu anak-anak Uda Vizon sendiri.

    Ketika salah satu putra lelaki Uda Vizon diperkenalkan kepada saya, Uda menyebutkan sebagai “Anak saya yang nomor empat”. Ha??!! Saya melongo (pasti kelihatan jelek banget ya … hehehe). Nomor empat? Memang semuanya ada berapa? Saya berharap akan mendapat jawaban “Enam” atau “Delapan”. Eh, ternyata empat saja. Alhamdulillah … πŸ™‚
    ____________________

    hehehe… cukup empat saja bu, udah gak boleh… (insya Allah saya ceritakan nanti dalam postingan ultah masing2 anak saya, sudah saya rencanakan)
    btw, tampang saya gak pantas punya anak empat ya bu? pantasnya berapa? hehehe…. πŸ™‚

  18. Uda,

    aku grogi abissss. Bayangkan semua mepet-mepet, belum sempet briefing. Daftar acara ketinggalan. eh kita sampai jam 2:45 di tempat dan langsung mulai! beuh, ngga ada waktu untuk ke WC lagi deh hihihihi

    Untung ada mbak Icha, untung tamu Agung kita Bunda Dyah dan Mbak Tuti belum datang.. jadi ngga malu-maluin banget deh tugas aku sebagai MC. Apalagi Riku sering maunya sendiri dengan mike ngobrol ngga keruan huaahhh…

    Tapi memang begitulah di Indonesia, flexible dan santai. Sehingga akhirnya acara bisa berjalan dengan mulus. Keramahan dan senyuman semua peserta baik kakak blogger maupun para bocah bisa mencairkan ketegangan. Ini yang tidak ada di Jepang!

    Kalau saya boleh komentari komentar Mbak Tuti soal 4 anaknya Uda…maka yang saya mau bilang, justru karena anak Uda dan Uni itu 4 orang, maka kasih sayang Uda dan Uni lebih bisa terpancar ke seluruh tetangga dan masyrakat sekitar. mau 4 orang atau 60 orang, buat Uda dan Uni itu sama saja. Itu saya lihat waktu saya datang sehari sebelumnya. Betapa banyak anak-anak datang bertandang ke rumahnya, merasa seperti rumah sendiri. Semoga Uda dan Uni bisa menjadi panutan pasangan suami istri muda lainnya.

    (Tambah lagi cerita : Makanya Uda juga bisa gendong Riku dengan kasih seorang Bapak! Terima kasih banyak Uda, sudah gendong Riku yang tidak ringan itu….)

    salam saya pada semua anggota keluarga di Kweni, di rumah Uda dan sekeliling Uda.

    EM
    __________________

    tenkyu juga nechan telah menggagas acara ini.
    kehadiran nechan telah membuat kami merasa memiliki makna,
    dan bocah2 itu semua pasti memiliki kebanggan dan kesan di hati mereka,
    sebagai bukti, kemarin mereka masih menanyakan riku… hebat bukan?
    salam juga dari mereka untuk kita semua…

    oya, riku meski berat, tapi nyenengin dan menggemaskan, saya senang sekali… πŸ™‚

  19. Da vizon…misal kalau wak menghimbau para bloger asal padang yang marantau untuak pulang kampuang basamo, trus buek kegiatan-kegiatan bermakna sarupo nan pak laksanakan jo teman bloger kapatang tuh mantap mah, itung-itung pulang basamo…baa kiro-kiro
    ____________________

    satuju bana ajo imoe…. ide mantap tu…
    segeralah digagas, bilo kiro2 sarancaknyo?

  20. Dari semua acara yang sungguh menarik di Jogja, acara di Desa Kweni yang tetap terpatri, Da. Terkadang aku membayangkan menjadi dirimu.

    Salut tiada tara!
    ___________________

    bertemu dg dirimu juga merupakan sebuah pengalaman yg tetap terpatri Dan… tapi aku gak bisa membayangkan menjadi dirimu, gak kuat jalan2 terus, huahaha…
    Terima kasih Dan atas segalanya… πŸ™‚

  21. Salut buat semuanya dan tentu saja buat tuan rumahnya yg sudah berbagi sehari-hari / setiap hari …
    ____________________

    terima kasih pak… kapan2 kita juga bisa ketemuan ya pak… πŸ™‚

  22. Aku cuman bisa ngiri.com saja deh… terlewatkan begitu saja.
    ___________________

    gak apa2, lain kali jangan cuma lewat, tapi sempatkan juga mampir, halah! πŸ™‚

  23. Uda Vizon dan istri memang luar biasa hebat…..
    Bunda iri…dalam usia semuda itu, Uda dan istri mampu memperhatikan Bocah bocah itu dengan tulus.
    Btw…ternyata banyak yang iriiii….
    Ide dan kreatifitas mbak Imelda, uda…dan semuanya mmampu membuat anak anak sangat bahagia….
    ___________________

    bunda, kami juga sangat bangga bisa kenal dg bunda dan pak hz yg ternyata sangat rendah hati…
    salut luar biasa… πŸ™‚

  24. Nah kapan2 kopdarnya pindah ke Duri ya uda…hehehehe
    nanti tak komporin Lala untuk ikutan kesini…

    bikin iri aja kompdaran di jogja ini…huh!
    ____________________

    boleh juga tuh…
    aku lagi pikir2 mau bikin kopdar di padang dan duri/pekanbaru…
    emangnya kalau lala diajak ke duri gak bakal ketusuk dia…? huahahaha… πŸ™‚

  25. Pingback: rahasia itupun terkuak « surauinyiak

  26. Pingback: Twilight Express » Blog Archive » Pertanyaan Riku di Yogya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s