cantiak

Bahasa Minang sangat dekat dengan bahasa Indonesia. Ada banyak kosakata Minang yang sama dengan kosakata Indonesia, paling-paling hanya merubah satu atau dua huruf akhir kata tersebut. Di antaranya, ada banyak kosakata Minang yang menambahkan “ia” pada huruf akhirnya.

Sebagai contoh:

Baiak   = baik
Kasiah = kasih
Adiak  = adik
Naiak  = naik

Tapi pola ini tidak berlaku umum. Malah, bila menempatkannya secara sembrono, akan berbeda maknanya sama sekali. Misalnya kata CANTIAK.

Cantiak sama sekali tidak sama dengan cantik. Cantiak bermakna genit, nakal, binal, ganjen atau gatel. Ya,  ini adalah istilah yang diperuntukkan bagi seseorang yang berperilaku “menggoda” orang lain. Berbeda sekali bukan?

Oleh karena itu, bagi anda yang sedang jatuh cinta pada gadis Minang atau sedang berusaha mendapatkan cintanya, jangan sekali-kali merayu sang dara dengan kalimat: “Adiak pujaan hati Uda nan cantiak bana….” Yakinlah, setelah itu anda akan pulang dengan bogem mentah dari Datuak Maringgih… hehehe… 😀

ps. di beberapa daerah, memakai istilah MANTIAK, bukan Cantiak.

Advertisements

26 thoughts on “cantiak

  1. so Uda…. aku cantik atau cantiak???? hihihi
    aku oneesan atau anego?

    EM
    ___________________

    ya cantiklah… tapi sering cantiak sama mr. gen kan…? hihi…
    apa tuh beda oneesan dg anego? jelasin dong! 🙂

  2. Yakinlah, setelah itu anda akan pulang dengan bogem mentah dari Datuak Maringgih…

    A-a-a… hipotesa Uda mau kubantah ah. Belum tentu pulang dengan bogem mentah, Da. Justru sebaliknya:

    “Bukan begitu cara menyebutnya, DM. Sini aku ajari…” 😉
    ____________________

    Datuaaaak…. sia-sia saja datuak berikan ilmu itu ke DM, dia itu jauh lebih ahli dari datuak… 😉

  3. hihihi

    Mau tau bedanya : Uda baca aja di sini

    Kakak Perempuan

    EM
    ____________________

    oouww… ternyata postingan yg itu terlewatkan olehku…
    aku bakal tetap memanggil dirimu onesan (onechan) aja ah… ngeri dg syarat anego… hihihi 😀

  4. wempi teringat teman sering ngucapin “waang da”,
    “kamarilah waang sabanta da!”
    alah ba uda ba waang pulo.
    ____________________

    kalau yg ini saya pernah punya pengalaman, begini ceritanya:
    guru komputer anak saya, karena merasa sudah sangat akrab dg saya, berusaha untuk menggunakan bahasa minang ketika me-sms, begini bunyinya: “pak, nanti siang waang bisa ikut rapat bersama kami? terima kasih pak, kehadiran waang sangat kami tunggu…”
    hayooo… bagi yg orang minang, bagaimana perasaan anda membaca sms yg seperti itu…? 😉

  5. Nah, kalo cantik beneran apa dong …??

    Aih,, ada-ada aja emang perbedaan makna dari kata yang sama …
    Ada tuh bahasa Indonesia, “butuh”,, kalo di Kalimantan artinya *kena sensor*

    Di Kalimantan ada istilah “bujur” = benar
    Di Sunda katanya itu artinya …. *sensor lagi*
    _____________________

    kalau cantik, seringnya digunakan kata2: rancak, manih, elok….
    ada lagi tuh yg sangat berbeda maknanya, itu tuh yg kalau dalam bahasa jawa berarti “memukul”; pa**ek; jangan sekali-kali ucapkan itu di minang, anda bakal benar2 dipukul, hehe… 😀

  6. Wahh …kalau nggak tahu udah kesenengan dulu ya, padahal artinya lain.

    Cantik…
    Manis..
    Bahenol….
    Artinya juga beda-beda kan? Padahal menggambarkan halyang menarik semuanya…
    ___________________

    cantik…
    manis…
    bahenol…
    itu menggambar siapa bu enny? hehehe… 🙂

  7. Pak Sawali menulis judul postingan terbaru: “Ujian Nasional: Mengapa Harus selalu Jadi Momok?”
    Tahu, nggak, Uda, di Indramayu, kata terakhir dari judul itu artinya apa? Sangat tidak sopan. Saya nggak berani menyebutnya.
    ____________________

    ya… begitulah bahasa, meski memiliki tulisan dan bunyi yang sama, belum tentu memiliki makna yg sama pula. masing2 daerah memaknainya dg caranya sendiri… maka, perlu hati2… begitu kan pak? 🙂

  8. Aku nggak paham pemakaian kata Waang.

    Apa yang salah dengan contoh pada jawabanmu thd komen Wempi.
    Mohon penjelasan…
    ____________________

    WAANG digunakan sebagai panggilan kepada laki2 yg umurnya sebaya atau lebih kecil. jadi, bila dipakai untuk memanggil orang yg lebih besar, tidak pas, dan tentunya tidak sopan…
    kata ini sama saja dengan KAMU dalam bahasa indonesia… kan gak pas bilang aku sapa: “Halo Pak Grandis, kamu lagi ngapain…?” (sorry pak grandis, aku jadikan contoh, habis gak ada yg lebih senior buat dijadiin contoh, hehehe….)

  9. Kalau ‘hati’, ‘mati’, dan ‘sakit’, apa jadi ‘hatia’, ‘matia’ dan sakiat’ juga, Uda? Hatiku mati karena kau sakiti = … ???
    ___________________

    ndak semuanya pakai ia gitu bu tuti… hehehe…
    hati = hati
    mati = mati
    sakit = sakik

    nah, kalau hatiku mati karena kau sakiti, terjemahannya “operasi lever yang gagal”, hehehe… 😀

  10. Dulu waktu orientasi mahasiswa disuruh nyanyi lagu jadul “Feeling” pakai bahasa Padang kita semua bingung mesti gimana … ternyata jadi Filiang … hahahah 🙂
    ___________________

    piliang itu nama salah satu suku di minang pak, hehe… 🙂

  11. Untuk Bunda tuti, uda ikuik manerjemahannyo ndak baa do kan?? heheheheheh

    Hatiku mati karena kau sakiti bisa banyak ragam terjemahan di minang bunda.. Kalo dalam tambo2 klasik artinya akan lebih enak di dengar karena menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Koreksi da kalo salah… Soalnya ketek nan jolong gadang.

    Kalo menurut saya terjemahan dari kalimat “Hatiku mati karena kau sakiti” dapat diartikan seperti ini

    kalo yang ngucapin perempuan yang ditujukan ke laki2 :
    Hati denai sakik dek uda lukoi…

    kalo yang ngucapin sebaliknya,
    Hati uda sakik dek adiak lukoi…

    Mungkin uda Vizon mau menambahkan????
    _____________________

    nah… itu sudah benar…. hehe… 🙂

  12. *stop a while and smell the flowers in this blog*

    sama halnya dengan berhati-hati menyebut talempong dan kata lain yang serupa, dengan hanya mengganti huruf awalnya, namun artinya jadi jauh berbeda.

    haha… da vizon. ambo ko rancak jo cantiak juo. tapi lai ambo piliah-piliah ka sia cantiakno doh…
    ____________________

    talempong…? hehe…

    ambo alah tau kasia uni cantiakno… sabanta lai ado nan ngaku tu mah… 😉

    • da vizon, ini mah bukan pengakuan, tapi pertanyaan.
      masalahnya sekarang, apa pertanyaanmu perlu kujawab, DM?

      DM, pertanyaanmu apa tho…? (soklugu) 😉

  13. kalau KANCING dalam bahasa Indonesia artinya adalah benda yang ada di baju, nah kalau di bahasa minangkan menjadi lain artinya….ingat…jangan sembarangan…

    kalau BASILEMAK PEAK apo penjelasannyo tuh da hahaha
    kalau KAPIRADAN apo pulo tuh hahaha
    ____________________

    jangan kanciang sembarangan… artinya “itu toilet…!” 😉

    BASILEMAK PEAK = kamar ajo imoe kayak kapal pecah
    KAPIRADAN = semut berpesta pora di kaki ajo imoe… huahahaha…. 😀

  14. Tergantung da, kanciang tu kalo di piaman diganti kasungai. Soalnyo urang dulu kalo kanciang di sungai. jadi kalo tasasak ditanyo jo urang ka pai kama, langsung dijawek kasungai.. Jadi banyak ragamnyo bahaso awak ko da..

  15. Huaaaaaaaa!!! kalo ini mah sama aja dengan pertanyaanku Uda..huhuhu

    Ya menggoda, ya nakal…huh! UDA!!!

    *duduk di pojokan buat ngambek*

    kan mau nanya apa artinya… ya ini… hehehe….

    *ke pojokan mbujuk yessy dg blackberry*

    • lohhh kok lu yg ngembek yess?
      huhehehehehe…terus si uda bisa aja juga ngebujuk pake blackberry…pasti dia gak jadi ngambek tuh da 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s