once

Sudah sejak lama kami tahu kalau ia punya bakat. Sudah sejak lama pula kami tahu kalau berbagai goresannya berupa cerpen, puisi maupun lukisan bertebaran di setiap sudut rumah. Dan sudah sejak lama pula kami tahu kalau dia tidak pernah percaya diri untuk mem-publish aneka goresannya itu.

Namanya Fauza Fitra Hadi, kami memanggilnya Adi. Dia adalah adik kandung istriku satu-satunya. Aku tidak pernah merasa kalau dia adalah adik iparku. Aku merasa kalau dia sama seperti adik kandungku. Sehingga, basa-basi yang selayaknya ada antara sumando dan ipar, sudahlah hilang antara kami entah kemana.

Beberapa bulan yang lalu, aku cukup kaget, karena arsip tulisannya yang ada di komputer lenyap sama sekali. Aku pikir ada kesalahan yang sudah aku lakukan sehingga tulisan-tulisan itu hilang. Mungkin saja ada tombol yang salah pencet. Tapi, ketika kukonfirmasi kepada yang empunya, ternyata itu semua memang dia yang menghapusnya. Dengan sengaja!

Ketika kutanya, kenapa dia melakukan itu, jawabnya karena ia merasa tulisannya tidaklah bagus. Tidak menarik untuk dibaca oleh orang banyak. Tidak hanya sampai di situ, tulisannya yang ada di buku agenda pun turut menjadi korban, dibakar habis olehnya. Huh!

Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Toh, itu adalah hak miliknya penuh, dan dia berhak untuk melakukan apapun dengan apa yang dipunyanya. Hanyasaja bukankah itu sebuah tindakan yang bodoh? Itu adalah penilaianku sebagai orang di luar dirinya. Alasan sesungguhnya, hanyalah dia yang tahu.

Namun, kondisi itu berakhir sudah. Aku telah berhasil merayunya. Dia pun beberapa kali mampir ke blog teman-teman, dan melihat betapa banyak manfaat yang diperoleh dari mempublikasikan tulisan ke khalayak ramai. Mulai dari bertambahnya wawasan, sahabat dan tentunya pengaruh kepada bentuk dan cara penulisan.

Dan, hari ini, secara resmi blognya diluncurkan dengan judul “ONCE”. Mohon agar teman-teman dapat berkenan berkunjung ke: http://fauzahadi.wordpress.com

Terima kasih aku haturkan atas support dari beberapa teman yang pernah aku ceritakan soal ini. 😀

Advertisements

16 thoughts on “once

  1. Aduuuh … sayang sekali ya, tulisan-tulisannya dihapus semua. Sama sekali tidak ada arsipnya? Tapi mudah-mudahan Once akan menulis lagi, tentunya yang lebih bagus, dan dia mantap untuk mempublikasikannya sehingga bisa dinikmati orang banyak.

    Arsip naskah fiksi saya, yang saya tulis pada kurun 1977 – 1987 juga banyak yang hilang. Rasanya menyesal juga, dulu tidak disimpan dengan baik (padahal sih, tulisannya kalau dibaca lagi … hihihi … memalukan 😀 ).

    Oke, saya akan meluncur ke blog Once …

    kalau bu tuti kan “kehilangan”, tapi kalau dia “menghilangkan”, hehehe… 🙂
    ok bu tuti, ditunggu kehadirannya… emang mau kondangan ya?

  2. Wah … kalah 1 menit dari Mbak Enny 😀
    Ya iyalah, wong saya nulis lebih panjang … hehehe …

    gak papa bu tuti, kalah 1 menit, belum 2 menit kan? 😉

  3. Jangan kuatir Uda …
    Aku pasti kesana …

    Dan bilang pada Once …
    Tulislah apa saja … jangan peduli isinya …
    Yang penting …
    Nggak Nyontek, Nggak Boong dan Nggak Jorok
    Sudah pegang itu saja … !!!

    hehehe
    Salam saya

    tenkyu pak…
    dia udah baca saran bapak,
    aku yakin dia paham…
    *melirik ke samping*

  4. *kabur ke sana*
    *balik ke sini*

    Nyastra, Uda .. sampai aku geleng-geleng kepala, salut sama kemampuannya merangkai banyak kata menjadi puisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s