kopdar bonus

Kunjunganku ke Sumbar ternyata berbonus kopdar dengan beberapa blogger ngetop. Mereka adalah orang-orang yang lumayan akrab di dunia maya, tapi belum pernah bertemu muka.

Padang

Begitu sampai di kota ini, aku coba kontak Imoe dan Arif. Ternyata, cukup sulit untuk bertemu pada situasi seperti ini. Imoe yang tengah sibuk dengan urusan recovery mental anak-anak bersama Lembaga Perlindungan Anak, berusaha mencari celah waktu untuk dapat bertemu. Sementara Arif, yang masih muda belia itupun harus berusaha menyusun strategi agar dapat izin keluar malam dari sang ayah. Akhirnya, dengan berbagai usaha, kamipun berhasil bertemu.

kopdar-01
Aku, Arif “aurora” dan Imoe

Pertemuan kami lakukan di Panti Asuhan Darul Ma’arif. Obrolan berlangsung dengan akrab, seolah kami sudah bertemu sekian lama. Arif yang masih SMA itu, ternyata memiliki kemampuan berpikir yang melebihi anak-anak seusianya. Kalau orang sesekali bertemu dengannya, bisa-bisa ia dikira anak kuliahan… (Arif, jangan besar kepala ya, hehe…)

Dengan Imoe, pembicaraan sedikit serius ketika ia melontarkan rencana kegiatannya bagi anak-anak korban gempa di Padang dan Pariaman. Konsep yang direncanakannya dia sebut dengan play-therapy. Yakni, mengadakan kegiatan bermain bersama bagi anak-anak tersebut, sehingga dengan demikian dapat mengalihkan perhatian mereka dari bayangan kengerian akibat gempa tempo hari.

Dalam perjalananku ke Pariaman, sempat aku bertemu dengan beberapa anak. Memang terlihat di raut wajah mereka rona ketakutan akan goncangan dahsyat tempo hari. Rasanya tepat bila kegiatan semacam yang dicanangkan Imoe dan kawan-kawan untuk dilaksanakan. Sumbangan berupa alat-alat permainan, sepertinya tepat untuk itu.

gampo-41gampo-22
Anak-anak ini, musti dipulihkan senyumnya

Duri

Setelah selesai segala urusan di Padang dan Pariaman, akupun pulang ke Payakumbuh, menemui ibu mertua. Sebetulnya aku ada janji dengan Bundo “nakjaDimande” dan suaminya KD untuk bertemu di Bukittinggi. Namun, karena waktu dan keadaan yang tidak pas, pertemuan itupun urung kami lakukan. Mudah-mudahan di lain waktu, ada kesempatan untu itu lagi.

Satu hari di Bukittingi dan Payakumbuh, akupun berangkat ke kota Duri, kota kelahiranku, tempat orangtuaku berada saat ini. Rasanya sudah lama sekali aku tidak pulang ke kota itu. Ada banyak perubahan di sana sini, meski kesemrawutannya tetap saja masih terlihat. Bagaimanapun keadaannya, kota itu adalah kota kelahiranku, aku tetap bangga akannya. 😀

Di kota ini, akupun tidak melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan seseorang yang berjasa besar atas adanya blogku ini, yaitu Jumria Rahman alias RIA. Berkat tangan dinginnyalah blog ini bisa jadi seperti ini. Aku yang sama sekali buta soal IT, sedikit demi sedikit dapat dicerahkan oleh Ria.

Pertemuan kami langsungkan di sebuah warung bakso yang menjadi langganan Ria. Ssstt.. jangan tanya, bagaimana cara makan Ria.. huahahaha…. 😀 Warung bakso itu sengaja kami pilih karena memiliki fasilitas hotspot. Sehingga, aku bisa kopdar sekaligus konsultasi blog dan e-learning kepada sang empu.

kopdar-02kopdar-03
Kopdar di Duri bersama Ria dkk. Coba tebak, siapa yang makannya paling banyak…? 😉

Pekanbaru

Setelah dua hari di kota Duri, akupun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kota Curup di Propinsi Bengkulu, tempat aku bekerja. Untuk mencapai Curup, satu-satunya cara adalah melalui jalan darat. Bus kesana adanya di Pekanbaru. Maka, pagi-pagi pukul 8 aku pun berangkat ke Pekanbaru. Sampai di sana pukul 11.30 wib. Karena jadwal keberangkatan bus adalah pukul 17.30, maka masih tersisa cukup waktu bagiku untuk mengitari kota yang pernah kutinggali selama beberapa tahun dan sekaligus kopdar dengan blogger tentunya.

Blogger Pekanbaru yang kukenal adalah Anderson “soyjoy”. Dengan sedikit ragu kukontak ia, karena aku tahu, sebagai bankir tentu dia memiliki waktu yang sangat terbatas pada jam kerja seperti ini. Entah bagaimana caranya memberi alasan di kantor, yang jelas, pukul 13.30 kamipun bertemu di sebuah kafe. Makan siang dan membicarakan banyak hal. Terus terang, aku belajar banyak darinya. Pengetahuannya yang luas tentang Ekonomi, sanggup membelalakkan mataku. Benar-benar sebuah pertemuan singkat yang luar biasa.

kopdar-04
Kopdar di Pekanbaru bersama Anderson “Soyjoy”

Dan… sekarang, aku sudah berada di Curup, setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan, 15 jam. Tapi, aku sangat bersyukur, karena perjalananku penuh warna. Melihat langsung akibat yang ditinggalkan oleh gempa Sumatera Barat dan berinteraksi dengan para korban, bertemu dengan keluarga di Bukittinggi, Payakumbuh dan Duri, serta kopdar dengan para blogger tentunya.

Buat sahabat blogger yang kopdar denganku kemarin, aku haturkan terima kasih banyak. Ada jutaan kesan di hatiku setelah bertemu kalian. Aku bangga dan bersyukur bisa mengenal orang-orang hebat ini. Semoga persahabatan ini terus berlanjut dan hangat. Dan semoga, makin banyak lagi sahabat blogger yang dapat kutemui secara langsung… Insya Allah… 🙂

Ini adalah mirror-post dari judul yang sama pada www.hardivizon.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s