bakaa-baka

Baka, dalam bahasa Minang berarti Bakar. Tapi jangan salah sangka dulu. Baka-baka yang kumaksud bukan kegiatan bakar-bakar. Namun, itu adalah nama sebuah villa yang terletak di pantai Carita, Pandeglang, Banten. Lantas, mengapa aku ujug-ujug bercerita soal vila tersebut?

Pada hari Sabtu-Minggu, 14-15 November 2009, kemarin, aku beserta beberapa kawan Classic’91 (apa dan bagaimana Classic’91, sila baca di sini), berkumpul di villa tersebut, untuk pembahasan sebuah ide bersama yang sudah lama kami rencanakan. Sejak pertemuan terakhir kami setahun yang lalu, beberapa kali pertemuan kecil telah digelar secara marathon; Jogja, Jakarta, Bandung dan kali ini di Carita.

Aku bersama 5 orang kawan yang berdomisili di Jogja berangkat menggunakan mobil pada Jum’at malam. Keberangkatan sempat diawali dengan ketegangan, gara-gara mobil yang mengalami sedikit kerusakan. Setelah diperbaiki sana-sini, akhirnya kamipun berangkat tepat pada pukul 23.00 wib. Selama perjalanan, ketegangan tadi sedikit demi sedikit mencair dan berubah menjadi kehebohan luar biasa. Nyaris selama perjalanan, kami tidak tidur dan diisi dengan senda gurau yang tak berkesudahan.

Sabtu, 14 November 2009, pukul 11.00 wib, kami pun sampai di tujuan. Karena pertemuan resmi dijadwalkan setelah maghrib, tentu saja villa itu masih kosong melompong. Kamilah rombongan pertama yang datang. Dengan demikian, kami dapat dengan leluasa beristirahat setelah kelelahan akibat perjalanan semalam.

Sore hari, sehabis Ashar, belum juga ada tambahan rombongan yang datang. Dalam kesunyian itu, kupandangi pantai Carita nan indah tersebut dari beranda villa yang hanya berjarak sekitar 50 meter.

Pantai ini merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dan telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam. Panoramanya sungguh indah, ditambah lagi dengan pasir pantainya yang putih membuat kawasan ini pantas untuk dikunjungi. Pantai ini kaya akan sumber daya alamnya. Hamparan tepian yang amat landai dengan ombak laut yang kecil dan lembut menyapu di sepanjang pantai, dipadu pemandangan Gunung Krakatau yang kokoh berdiri di kejauhan menjadi suguhan ukiran alam yang indah dipandang mata.

Pandangan mataku tertumpu pada keasyikan pengunjung bermain-main dengan air laut. Ada yang berenang, naik banana-boat, speed boat dan jetski. Menurut si akang yang menjadi room-boy villa, kami bisa menyewa speed boat untuk dibawa ke kawasan taman laut yang berjarak sekitar dua jam perjalanan. Tempat itu pada awalnya adalah pulau yang tenggelam. Namun dalam perkembangannya, kawasan tersebut lebih dikenal sebgai taman laut. Di sana, pengunjung dapat turun dari boat dan “menceburkan diri” ke laut yang kedalamannya hanya sebatas perut. Akan terlihat dengan jelas di sana aneka jenis ikan hias warna-warni dan tumbuhan laut yang rancak. Pengunjung dapat melihat pesona bawah laut dengan mata telanjang tatkala sinar matahari tembus sampai ke dasar laut. Berada di tengah-tengah ikanyang berenang secara bergerombolan dapat menimbulkan sensasi yang akan senantiasa tinggal di lekuk ingatan pengunjung.

Namun sayang, tawaran menarik itu terpaksa kami tampik, mengingat waktu yang sudah semakin senja. Walhasil, akupun mengajak kawan-kawan untuk menyeburkan diri ke air laut dan mengulangi kembali masa kecil kami yang kurang bahagia, hehehe… 😀

Habis maghrib, barulah banyak yang berdatangan. Setelah Isya’, pertemuan pun dimulai. Pembahasan berbagai programpun berjalan dengan baik. Namun, di tengah-tengah pembahasan itu, ada saja celetukan aneh yang mengundang gelak tawa. Tapi, ada satu yang membuat kami geleng-geleng kepala, yakni salah seorang teman kami sempat-sempatnya jualan MLM… huahaha… ada-ada saja… Entah kenapa, secara kebetulan Om NH membahas soal kebiasaan dalam reunian, sila baca di sini.

banten07
Mengulang kembali masa kecil
banten11
Kok sempat-sempatnya jualan MLM Pak.. 😉

Pertemuan berakhir pada pukul 23.30 wib. Namun, para hadirin sepertinya tidak ingin melewatkan malam itu begitu saja. Jadilah kami tidak tidur malam itu. Setelah shalat Subuh, rasa kantuk tak tertahankan. Akhirnya, akupun tergeletak tak berdaya (halah!), sampai kemudian dibangunkan teman-teman pada pukul 08.00 wib.

Acara itu ditutup dengan sesi foto bareng (ini kudu wajib!) di depan pantai. Tujuannya, di samping untuk dokumentasi, juga agar teman-teman yang tidak datang pada iri, huahaha… jahat amat ya! 😀

banten01
Baru kusadari, ternyata pertumbuhan kami sudah tidak lagi ke atas, tapi ke depan, hahaha… 😉

Sebelum pulang ke daerah masing-masing, makan siang di warung sea-food adalah acara wajib. Udang, cumi dan ikan segar yang tersedia, segera kami minta untuk diolah. Cukup lama kami menunggu makanan itu matang. Maklumlah, kami memesan dalam jumlah yang lumayan banyak. Namun, penantian itu berakhir dengan gembira. Masakannya luar biasa nikmat. Terasa sekali kesegaran masakan laut tersebut. Wuih… yummy… 😀

banten06banten03
Masakan laut yang aduhai nikmatnya…

Pukul 12.00, seluruh rangkaian acara berakhir dan kamipun bubar dan berpencar ke daerah masing-masing. Rasanya berat untuk meninggalkan kesenangan hari itu. Namun, hidup harus terus berjalan, kami harus kembali ke rutinitas. Aih… reuni memang selalu menyisakan kebahagiaan, dengan syarat bila dilaksanakan dengan satu hati, satu tujuan: “Izakod Bekai Izakod Kai”, seperti yang dikatakan Afdhal di sini.

Thanks all my friends… See You in the next Tajammuk… 😀

Sumber informasi:

Ini adalah mirror-post dengan judul yang sama pada blog utamaku: www.hardivizon.com

Advertisements

2 thoughts on “bakaa-baka

  1. da vizon..
    ternyata walaupun umur awak masih 20 tahun..pertumbuhan awak juga udah mulai kedepan…bukan ke atas lagi..alias tambah buncit…hahahaha

    enak juga ya da..maen2 di pantai..apalagi naik banana boat dan jetski..dulu awak pernah sewa yang begituan…tapi mahal banget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s