biarkan aku kembali

Tanpa sengaja, aku menemukan lagu lawas dari Indra Lesmana berjudul “Biarkan Aku Kembali”. Menyentuh sekali; nada dan syairnya begitu pas menyatu dengan suara indah Indra Lesmana. Meski sudah cukup lama dikeluarkan, yakni pada tahun 1994, tapi lagu ini tetap terasa indah dan senantiasa baru. Coba simak syairnya:

Jauhnya melangkah
Tak terasa lelah yang menerpa
Kini kian dekat
Segala yang pernah kudamba

Lalu darimana datangnya rindu ?

Sarat dengan beban
Walau dapat tertanggulangi
Tetapi terkadang
Ingin semua dapat kulupakan

Entah darimana datangnya rindu..
Membuat ku ingin berlari

Biarkan aku kembali
Bermain, berlari, berputar, menari…
Biarkan aku kembali
Dimana ku selalu terlindungi

Dapat ku melihat
Kehidupan di depan mataku
Selalu kusyukuri
Segala yang kini kunikmati

Lalu bagaimana datangnya rindu ?
Membuat ku ingin berlari

Biarkan aku kembali
Berkhayal..
Melayang terbang jauh tinggi
Biar kupejamkan mata
Sejenak kembali…
Masa kecilku…

Silahkan simak lagunya:

Syair yang ditulis Mira Lesmana ini, seolah mencerminkan bagaimana indahnya masa kecil Indra Lesmana bersama orangtuanya. Sehingga, ketika kelelahan jiwa yang menerpanya di masa dewasa dapat diistirahatkan dengan mengingat masa kecil dahulu.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana bila seseorang yang memiliki masa kecil tidak bahagia? Adakah ruang rindu baginya akan masa-masa itu???

Syair diambil dari sini

Advertisements

2 thoughts on “biarkan aku kembali

  1. Uda, kalau menurutku, seseorang yang tak memiliki masa kecil yang bahagia tidak akan punya rasa rindu untuk kembali ke masa itu tapi barangkali penyesalan dan gambaran yang ideal terhadap bagaimana seharusnya dulu ia memiliki sebuah masa kecil…

  2. uda, kadang saya seringkali merasa bahwa masa kecil saya amat sangat biasa..saya seringkali hanya bisa mengingat bagian sedihnya tapi setelah dewasa, saya tahu, bagian sedih itulah yang ikut membentuk karakter saya sekarang..saya bisa jatuh dan tersungkur berkali-kali tapi itu semua mengajar saya untu tetap berdiri..lebih kokokh dan kokoh lagi..
    dan untuk semua itu, selalu ada ruang uda..meskipun tidak selalu besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s