situmorang

Situmorang adalah salah satu nama marga pada suku Batak. Barangkali, nama marga ini lebih dikenal oleh kebanyakan orang Indonesia, ketimbang nama-nama marga Batak lainnya. Hal itu bisa terjadi, mungkin karena pengaruh sebuah lagu daerah Batak yang menjadikan nama marga ini sebagai judulnya. Kira-kira begini salah satu syairnya: Situmorang, Situmorang, Situmorang | Ala situ ala rude | Situmorang, Situmorang, Situmorang | Par rude-rude i tahe…

Dalam kehidupanku, ada beberapa sahabat yang bermarga Situmorang yang cukup aku kenal. Dan dalam dunia blogging, juga ada satu nama Situmorang yang cukup menarik perhatian khalayak. Dialah Eka Situmorang-Sir dengan blognya yang berjudul Ceritaeka. Kemampuannya dalam meramu kata, dengan mudah dapat mengundang pengunjung. Sehingga, dalam waktu singkat, blognya sudah masuk ke jajaran terdepan. Apalagi dalam setahun ini, dia telah memenangkan beberapa kompetisi blog.

Hari ini, Sabtu, 28 November 2009, aku mendapat kesempatan untuk bertemu muka dengannya. Eka kebetulan menghabiskan akhir pekannya di Jogja bersama suami tercinta. Aku dan Bu Tutinonka, pun saling kontak. Ada beberapa tempat yang kuajukan untuk kopdar, dan akhirnya terpilihlah Restoran Bumbu Desa sebagai tempat pertemuan kami.

Pukul 12.00 wib, janji dibuat. Dengan sedikit terlambat, aku datang bersama Icha, istriku. Sebelumnya, aku kontak Bu Tuti untuk meminta pihak resto menyiapkan acara kejutan untuk Eka yang kebetulan berulangtahun kemarin, 27 November 2009. Sekitar pukul 12.30 aku sampai di tempat. Di sana sudah ada Bu Tuti dan Muzda. Kehebohanpun kami mulai. Muzda yang sudah lama absen dari dunia perbloggan tak ayal lagi kami serbu dengan ribuan pertanyaan yang intinya hanya menanyakan kemana saja dia selama ini. Mau tau apa jawaban Muzda? Rahasiiiaaaa… hahaha… 😀

Tak lama berselang, Eka dan suaminyapun datang. Semakin riuh rendahlah suasana kami buat. Eka ternyata tidak hanya heboh di blog, tapi juga di dunia nyata. Kalau tidak dipotong, tidak bakal dia mau berhenti berbicara, padahal pelayan sudah menunggunya dengan sabar untuk memesan.

Sebuah kejutan datang, Bunda Dyah Suminar tiba-tiba muncul. Wah, senang sekali. Ibu walikota Yogyakarta itu menyempatkan diri di antara kesibukannya untuk menemui kami. Sungguh, kami tersanjung. Ceritapun mengalir dengan hangat dan penuh canda.

Tak lama berselang, seorang blogger yang baru kukenal hari itu pun datang. Namanya, Wijna. Blognya berisikan segala informasi mengenai peninggalan budaya, seperti candi dan lain-lain. Menyimak ceritanya, sungguh membuat kekagumanku pada anak muda satu itu menanjak langsung ke puncak tertinggi. Sangat jarang anak muda yang punya kepedulian akan budaya seperti itu di tengah hantaman budaya modern. Lebih lengkapnya, silahkan kunjungi blog Wijna.

kopdar dengan eka (1)
Sebelum makan, narsis dulu… Dari kiri ke kanan: Aku, Adrian (suami Eka), Eka, Wijna, Muzda, Bu Tutinonka, Bunda Dyah, Icha

Di tengah acara makan, kejutan buat Eka yang sedang berulangtahunpun keluar. Para pelayan restoran sudah bersiap dengan alat-alat perkusi kas Sunda. Dari pintu masuk mereka membuat keramaian. Mereka menabuh berbagai alat musik perkusi yang mereka pegang dan menyanyikan beberapa lagu sambil berjalan. Mereka berkeliling restoran dulu untuk akhirnya sampai ke meja kami.

Sampai di meja kami, mereka menyanyikan berbagai lagu dan memberi sedikit sambutan yang intinya adalah mengucapkan selamat ulang tahun untuk Eka. Kami lihat Eka tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Asyik juga melihat ekspresi itu, hahaha…

kopdar dengan eka (18)kopdar dengan eka (13)
Kejutan buat Eka yang sedang berulangtahun

Apakah yang dilakukan para pemusik dadakan tadi? Pertama, Eka dikalungi sebuah kalung istimewa yang terbuat dari kacang panjang dan cabe merah. Kedua, Eka diminta meniup lilin dan memotong tumpeng kecil yang disediakan. Ketiga, Eka disuapi suami tercinta, dan terakhir tentunya ucapan selamat dari kami yang hadir. Bagi para perempuan boleh cipika-cipiki, tapi para lelaki gak boleh ya… hahaha… 😀

kopdar dengan eka (15)kopdar dengan eka (16)kopdar dengan eka (20)kopdar dengan eka (27)
Prosesi kejutan ulangtahun untuk Eka

Setelah itu, acara makan-makan dimulai. Satu persatu hidangan yang telah kami pesan sebelumnya, sukses kami lahap tanpa nyaris tersisa. Kalau tidak malu sama Bunda Dyah, aku mau nambah tadinya, hahaha… (dasar tukang makan!) 😀

Lebih kurang dua jam kami berada di sana, kamipun bubar. Sebagai aktivis jagat maya, tentu tidak afdol bila tak jeprat jepret. Jadilah restoran itu kami buat ramai dengan gaya narsis yang tidak terbendung. Mulai dari dalam hingga keluar restoran. Syukurlah tidak ada yang protes dengan tingkah kami tersebut.

Akhirnya kamipun berpisah. Bahagia sekali rasanya bisa berkumpul seperti itu. Terima kasih aku haturkan untuk semua sahabat blogger yang hadir dalam acara itu, dan terutama buat Eka, aku ucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga sehat dan berbahagia selalu, serta segera punya anak, hehehe… 😀 Buat teman-teman yang belum sempat bertemu, mari berdoa semoga suatu saat kita dapat mempererat persahabatan maya ini dengan bertemu secara nyata… Ok, see you in the next kopdar 😀

kopdar dengan eka (28)
This is the beauty of blogging… 😀

Advertisements

One thought on “situmorang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s