hijrah

Hijrah, secara fisik bermakna perpindahan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Sementara secara maknawi, hijrah bermakna perpindahan seseorang dari sikap yang tidak baik menjadi lebih baik.

Aku telah mengalami beberapa kali hijrah secara fisik. Pertama, di tahun 1985, setamat dari sekolah dasar, aku hijrah dari tanah kelahiranku, Duri-Riau, menuju desa Gontor di Ponorogo Jawa Timur. Selama enam tahun aku berada di sana. Berbagai pengalaman dan pengetahuan telah kureguk, dan itu telah berhasil memberi pengaruh sangat besar dalam hidupku.

Kedua, pada tahun 1992, aku hijrah ke kota Padang. Karena kecewa tidak dapat melanjutkan kuliah ke Mesir, akupun memilih untuk kuliah di kampung halaman leluhurku itu. Terbersit sebuah niat di hati untuk belajar bersungguh-sungguh demi membuktikan kepada khalayak bahwa lulusan dalam negeri tetap dapat bersaing dengan lulusan luar negeri. Apakah sekarang aku sudah dapat membuktikannya? Entahlah, yang pasti, saat ini aku sangat bersyukur karena dengan kuliah di kota Padang membuatku tidak buta sama sekali dengan adat budaya asalku.

Ketiga, pada tahun 1997, aku hijrah ke kota Pekanbaru. Beasiswa S2 di IAIN Sulthan Syarif Qasim telah mengantarku ke kota itu. Meski aku lahir dan dibesarkan di kota Duri yang berjarak hanya 4 jam perjalanan ke kota Pekanbaru, tapi pengetahuanku akan ibukota propinsi Riau tersebut sangatlah minim. Ketika mulai menginjakkan kaki di kota tersebut, aku cetuskan niat untuk menggali sebanyaknya pengetahuan dan pergaulan di situ. Dan, alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Sebuah kampung bernama Limbungan di Rumbai telah menjadi kampung keduaku. Warga di situ telah berhasil memberi makna berarti bagi kehidupanku dan keluarga. Kampung itu, telah sangat identik dengan kami.

Pada tahun 2004, aku hijrah untuk yang keempat kalinya. Yogyakarta adalah kota tujuanku. Banyak sahabat dan sejawat yang mempertanyakan mengapa aku memilih kota itu sebagai tempat kuliah S3-ku? Jawabku adalah karena aku sangat yakin bahwa Yogyakarta akan memberiku banyak pengalaman dan ruang belajar yang tidak sedikit. Aku sangat tertarik dengan keramahan dan kreatifitas warganya. Kelebihan mereka itu, ingin kupelajari dan kujadikan bagian tak terpisahkan dari diriku. Alhamdulillah, niatan itupun tercapai. Di samping aku beroleh ilmu pengetahuan secara teoritis dari kampus, aku juga beroleh pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa dari masyarakat. Kweni adalah kampung yang telah kuanggap sebagai “kampus terbuka” bagi diriku. Darinya aku belajar banyak hal; soal ketulusan, kesabaran dan toleransi.

Hijrah yang kulalui selama ini adalah sebuah perjalanan dalam rangka menuntut ilmu dan menambah pengalaman. Segala niat yang kucetuskan di setiap awal perjalanan itu, akhirnya terwujud dan berhasil kudapatkan. Aku jadi teringat dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadis beliau: “Sesungguhnya, amal perbuatan seseorang itu tergantung kepada niatnya, dan ia akan beroleh balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya”. Hal ini menunjukkan bahwa baik-buruk yang kita peroleh dari hijrah kita, tergantung dari apa tujuan yang kita tanam sebelumnya.

Saat ini, umat Islam di seluruh dunia menyambut tahun baru Islam. Penanggalan ala Islam ini diberi nama Hijriyah, sebagai pengingat akan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Hijrah yang dilakukan itu telah memberi kemajuan yang luar biasa dalam kehidupan beliau. Masyarakat Madinah dapat menerima beliau dengan tangan terbuka. Bahkan akhirnya, beliau pun dipercaya sebagai pemimpin negara ketika itu. Hijrah yang beliau lakukan telah membuahkan hasil positif.

Maka, sempena peringatan TAHUN BARU ISLAM 1431 HIJRIYAH, adalah saat yang tepat bagi kita untuk merenungi kembali, seberapa baikkah niat kita dalam “berhijrah”? Apakah hijrah yang kita lakukan adalah dalam rangka memperluas keburukan yang kita miliki, ataukah untuk memperbaikinya? Semuanya, ada dalam hati kita… 🙂 Lanjutan dari hadis Nabi di atas adalah: “Barangsiapa yang niat hijrahnya karena Allah, ia akan memperoleh ridha-Nya, dan barangsiapa yang niat hijrahnya karena dunianya, maka ia akan beroleh dunia itu”.

So, mari kita luruska niat dalam berhijrah… 🙂

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM
1431 HIJRIYAH

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s