bukubuku

Selama aktif dalam perbloggan, beberapa kali aku mendapatkan bingkisan dari sahabat-sahabat blogger. Bingkisan yang terbanyak adalah berupa buku. Terus terang, aku sangat suka dengan hadiah buku, karena itu akan bermanfaat sangat lama dan takkan ternilai harganya. Buku-buku yang kuperoleh itu sungguh luar biasa. Aku sangat berterima kasih atas hadiah-hadiah tersebut.

Yang pertama kuperoleh adalah dari sahabatku Hery Azwan. Ada dua pucuk buku yang dikirimkannya.

  1. Blind Power: Berdamai dengan Kegelapan, karya Eko Ramaditya Adikara, terbitan Grafidia. Buku ini merupakan kisah nyata penulisnya yang tunanetra. Menceritakan perjuangannya untuk dapat berkarya layaknya manusia normal. Aku pernah menuliskan review-nya dengan judul “Blind Power: berkawan dengan lawan”
  2. Smart Salat for Teens, karya Rusdin S. Rauf, tebitan Hamdalah. Dalam buku ini, disampaikan bahwa ternyata salat juga bisa membantu meningkatkan kecerdasan seseorang. Sebuah rahasia yang belulm banyak orang tahu. Mengacu kepada Al-Quran dan hadis serta ditopang dengan teori multiple intelligence, penulis menunjukkan kepada kita tentang tata cara salat yang mencerdaskan. Salat yang selama ini, mungkin, hanya demi menunaikan kewajiban semata.

blind powersmart shalat
Kiriman dari Hery Azwan, sang penerbit

Kedua, oleh-oleh dari Onechan-ku Imelda Coutrier dari Jepang. Beliau memberikannya ketika pulang ke Indonesia pada April 2009 yang lalu. Ada dua pucuk buku juga:

  1. The Caged Virgin
  2. Infidel: my life
    Keduanya adalah karya Ayaan Hirsi Ali yang diterbitkan oleh Pocket Book, London. Dalam buku tersebut Ayaan menceritakan pengalaman pribadinya ketika sebagai muslimah, ia hidup dalam ketidaknyamanan. Kritiknya terhadap ajaran Islam soal pelecehan terhadap perempuan mengundang kontroversi. Buku ini sengaja ku pesan kepada Nechan, karena sangat kubutuhkan sebagai referensi disertasiku.

caged virgininfidel
Oleh-oleh dari Imelda Coutrier, onechan yang tinggal di negeri matahari terbit

juru masakKetiga, kiriman dari sahabatku Damhuri Muhammad, berupa kumpulan cerpennya sendiri yang berjudul “Juru Masak”, terbitan Koekoesan, Depok. Cerpen tersebut berlatar budaya Minang yang sangat kental. Ada kelucuan sekaligus kegalauan dalam cerita-cerita yang dibangunnya. Salah satu yang menjadi favoritku di situ adalah yang berjudul “Anjing Pemburu”. Di situ diceritakan bagaimana seorang ayah yang lebih mementingkan anjing pemburunya daripada anak kandungnya sendiri. Kecemburuan si anak berbuah kemarahan yang diwujudkannya dengan membunuh anjing itu. Selanjutnya, silahkan baca sendiri ya bukunya, hehehe…😀

Keempat, hadiah dari Bu Tutinonka, yaitu sebuah novel karya beliau sendiri berjudul “Keberangkatan”keberangkatan, terbitan Analisa, Yogyakarta. Novel tersebut mengisahkan tentang konflik batin seorang lelaki antara kesetiaannya kepada perkawinan dan kenangan cinta lamanya kepada seorang wanita yang tiba-tiba muncul kembali. Namun, perjumpaannya kembali dengan cinta lama itu tidak menjerumuskannya kepada perselingkuhan walaupun telah mengakibatkan keretakan di dalam perkawinannya. Kisah dalam novel ini pernah dimuat secara bersambung di majalah Kartini pada tahun 1985.

Bu Tuti juga menghadiahi satu kardus besar penuh berisi buku cerita bergambar buat bocah-bocah Kweni dalam acara Bermain bersama bocah Kweni beberapa waktu lalu.

negeri 5 menaraKelima, novel yang menggugah memoriku sendiri, Negeri 5 Menara, karya Ahmad Fuadi, terbitan Gramedia. Fuadi mengirimkannya sendiri untukku. Aku sangat tersanjung dengan hadiah ini. Reviewku tentang novel ini, dapat dibaca dalam tulisanku yang berjudul: Keterpaksaan berbuah keberkahan.

Keenam, hadiah dari Jumria Rahman a.k.a Ria sang bidan blogku ini. Yaitu, sebuah buku yang memuat the organization of the futurekumpulan tulisan dari para ahli tentang bagaimana cara kita mempersiapkan hari ini untuk organisasi masa depan. Judulnya, “The Organization of The Future”, dengan editornya Frances Hesselbein, terbitan Elex Media Komputindo, Jakarta. Ria memberikannya kepadaku ketika kami kopdar di Duri tempo hari.

epitaphKetujuh, kiriman dari sahabatku yang selalu kusapa dengan “ahli pena”, Daniel Mahendra. Seperti halnya sahabat blogger lainnya, akupun mengikuti secara seksama proses kelahiran novel terbarunya yang berjudul “Epitaph”. Fluktuasi emosi yang dialaminya, turut kurasakan. Sehingga, ketika novel itu benar-benar dilempar ke pasar, aku pun bernafas lega dan bersujud syukur akan itu. DM mengirimiku tidak hanya satu buku, tapi lima sekaligus, yaitu:

  1. Epitaph, novel karangan DM, terbitan Kakilangit. Novel ini baru saja selesai kubaca, insya Allah review-nya segera ku tulis dan publikasikan di blog ini.
  2. Selamat Datang di Pengadilan, kumpulan cerpen DM, terbitan Malka, Bandung. Kabarnya, buku ini adalah cikal bakal novel Epitaph.
  3. Tragedi Kemanusiaan 1965-2005, antologi puisi-cerpen-esai-curhat, terbitan Malka, Bandung. Di sini, DM bertindak sebagai editor sekaligus menulis satu puisi berjudul “Surat untuk Maemunah”.
  4. Yang Datang Berulang, kumpulan 18 cerita pendek, terbitan Malka, Bandung. Dalam buku ini, DM menyumbang sebuah tulisan berjudul “Balada Lelaki Tua dan Istrinya yang Sudah Pikun”.
  5. Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra, terbitan Pramoedya Institut dan Malka. Buku ini merupakan esai dari beberapa penulis tentang Pram. DM berlaku sebagai editor di sini, juga sebagai penyumbang tulisan terbanyak, yakni 8 artikel dari 20 artikel yang tersaji. Kemaruk amat tu orang ya… hehehe…😀

selamat datang di pengadilantragedi kemanusiaanyang datang berulangpran dan karya sastra
Persembahan dari DM, si penganyamkata

Terakhir, aku sedang menunggu kiriman dari Guskar. Kabarnya aku dihadiahi sebuah buku berjudul “Bunda aku kembali”, karena tulisanku berjudul Milikku Seperenam terpilih dalam acara karnaval blog yang diadakan Guskar. Semoga bukunya segera sampai ya…😀

Itulah buku-buku yang kuterima sepanjang tahun ini dari sahabat-sahabat blogger. Sungguh, itu hadiah yang luar biasa bagiku. Terima kasih yang tak terhingga kuhaturkan kepada Anda semuanya. Semoga persahabatan kita memberi manfaat bagi dunia ini, sebagaimana buku yang terus abadi manfaatnya sepanjang masa.🙂

.

.

Ini adalah mirror-post dengan judul yang sama pada: www.hardivizon.com

One thought on “bukubuku

  1. Sejauh ini saya baru dapet beberapa buku dari Pak Sawali dan Pak Ersis Wenas saja… setelahnya saya keburu berangkat ke Australia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s