rahasia itupun terkuak

Aku tak menyangka, kalau ternyata mereka telah lama berhubungan. Bukan sekedar hubungan biasa. Hubungan yang memiliki banyak konsekwensi; dunia maupun akhirat. Selama ini aku pikir mereka teman biasa, seperti halnya aku berteman dengan mereka berdua. Obrolan antara mereka layaknya obrolan antara teman; santai dan nyaris tanpa rasa sungkan.

Aku sungguh tak menyangka, sampai akhirnya seseorang tanpa sengaja memberitahukannya dalam sebuah pertemuan. Aku dan sahabatku yang ada waktu itu, cukup terkaget-kaget dengan kenyataan tersebut. Kaget bukan karena merasa kecolongan, tapi lebih kepada rasa salut atas kemahiran mereka menjaga komitmen untuk tidak mengumbar kemesraan di depan khalayak.

Kemarin, Minggu 27 Desember 2009, aku bertemu dengan keduanya. Mereka tertawa-tawa saja ketika kusampaikan soal kekagetanku itu.

Sebetulnya siapa sih yang kubicarakan….!? (Hahaha… lebay amat ya? jadi mirip infotainment😉 )

Mereka adalah Alberto “Broneo” Wibawa dan Nana Harmanto…! Selama ini aku mengira mereka adalah dua orang sahabat yang saling kenal di dunia maya, layaknya aku kenal dengan mereka. Eh, ternyata, tak disangka dan tak diduga, mereka adalah sepasang suami istri. Tak henti-hentinya kuungkapkan kekagumanku atas komitmen yang mereka bangun, yakni mereka adalah suami-istri di dunia nyata dan sahabat di dunia maya. Sehingga, mereka dengan bebas dapat saling komentar di blog masing-masing tanpa ada beban apapun.

Nah, inilah kedua manusia yang membuatku geregetan itu…

jogja 281209 03
Nana Harmanto & Broneo, akhirnya mereka bersanding juga di jagat blog🙂

Beberapa hari sebelum pulang ke Jogja dalam rangka Natal dan tahun baru, Nana mengontakku dan meminta untuk bertemu alias kopdar. Tentu saja permintaan itu kusambut gembira. Seperti biasanya, rekanan kopdarku, Bu Tutinonka langsung ku kontak. Setelah survei ke berbagai tempat, akhirnya Bu Tuti memutuskan kami kopdar di Food Fest, Jl. Kaliurang. Jadilah sore Minggu, 27 Desember 2009 kami kopdar lagi. Pertemuan sedikit mundur karena bude-nya Broneo meninggal dunia dan dimakamkan pada sore itu juga.

Aku datang bersama istri. Terlambat sedikit dari janji, karena Jojga diguyur hujan cukup deras, sehingga menghambat perjalananku. Sampai di sana sudah ada Bu Tuti bersama sepasang suami istri, Krismariana dan Oni. Dengan mereka aku sudah pernah kopdar beberapa bulan yang lalu. Selang beberapa lama, Nana datang sendirian. Katanya, Broneo masih ada sedikit kesibukan di rumah budenya. Beberapa menit sebelum adzan Maghrib, Broneo datang. Dan kehebohanpun dimulai…! 😀

Setelah menunaikan shalat Maghrib, sambil menyantap hidangan, kami bercerita banyak hal, diselingi canda tawa. Salah satu yang menjadi topik gosip kami adalah Om NH, hahaha…😀 Kata Broneo, ini pembalasan, karena dulu ia menjadi topik pembahasan ketika aku kopdar dengan Om Nh dan Bu Tuti beberapa waktu lalu, hahaha…😀 Don’t worry Om, kami membicarakan yang baik-baik saja kok... 😉

Pertemuan itu sungguh luar biasa. Rasanya enggan kami menyudahinya. Kalaulah tidak segan dengan pemilik restoran dan ingat keluarga di rumah, tentulah kami akan berlama-lama di sana. Ada banyak hal yang kudapat dari kedua pasang muda itu. Kris-Oni dengan pengalaman merantau di Jakarta-nya dan Bro-Nana dengan pengalaman berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain. Sungguh, tidak mudah menjalaninya, bila tak dibarengi dengan kesabaran dan keikhlasan. Keterbukaan mereka dalam pergaulan juga patut dijadikan contoh. Simak sajalah cerita-cerita kehidupan sosial mereka di perantauan di blog masing-masing.

Akhirnya, sebelum pertemuan itu disudahi, ritual wajib kopdar kudu dijalani, yakni foto-foto… hahaha… Si Mbak pelayan restoran itupun kami jadikan fotografer dadakan. Dengan sabar dia melayani kenarsisan kami. Dan inilah hasilnya (semoga di blog-blog yang lain, fotonya tidak sama ya… 🙂)

jogja 281209 01
Vizon, Icha, Nana, Krismariana, Tutinonka, Broneo, Oni

Yah… inilah nan indah di penghujung tahun 2009. Sungguh, aku bahagia sekali dapat bertatap muka dengan sahabat-sahabat blogger. Ada banyak pengalaman dan pengetahuan yang kuperoleh dari pertemuan-pertemuan itu.

makna dalam bahasa ibuanak bajang menggiring angin
Horeeee…. dapat buku lagi…! Hadiah dari Kris-Oni (kiri) dan Bro-Nana (kanan)

Sebelum ditutup, inilah sejarah kopdarku selama tahun 2009 ini:

  1. Maret 2009 bersama Nechan Imelda, Bu Tutinonka, Bunda Dyah Suminar, Lala, Tyan, Ipi, Nungki, Hesty, Vivi, Goenoeng, DM, Arief Firhanusa, Toto Suharto dalam acara yang diberi tajuk Bermain bersama bocah Kweni dan Bernyanyi di Balai Melayu. Ini adalah kopdar of the year.
  2. Juni 2009, bersama Krismariana dan suami beserta Bu Tuti dan Muzda.
  3. Juli 2009, bersama DM, Lisa Febriyanti dan Yainal Abidin. Di sini, DM mengutuk tukang becak motor, gara-gara tak mengantarnya dengan baik sampai tujuan.
  4. Oktober 2009, bersama Imoe, Arif “aurora”, Ria dan Anderson. Meski kondisinya dalam bencana gempa di Padang, tapi kopdarnya tetap terasa hangat dan mengesankan.
  5. Oktober 2009, bersama Om NH dan Bu Tutinonka, sebuah kopdar yang menggemparkan jagat perbloggan, hahaha… lebay tenan 😀
  6. November 2009, bersama Eka Situmorang beserta suami, Muzda, Wijna, Bu Tutinonka dan Bunda Dyah Suminar.

Seluruh kopdar itu terasa luar biasa. Inilah hikmah dari blogging yang kurasakan. Semoga di tahun depan, banyak lagi sahabat blogger yang dapat kutemui secara nyata.

.

.

Ini adalah mirror-post dengan judul yang sama pada: www.hardivizon.com

One thought on “rahasia itupun terkuak

  1. Bikin pengen, Uda! Saya termasuk yg terkaget-kaget mendapatkan kenyataan bahwa Broneo dan Nana itu ternyata pasutri :))

    Selamat tahun baru ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s