husnul khatimah

Berakhir dengan indah, adalah keingin setiap kita dalam setiap peran yang kita jalani. Sebagai contoh, seorang pejabat, berharap agar akhir masa jabatannya ditutup dengan manis. Banyak torehan prestasi yang ditinggalkannya. Bawahannyapun merasa sangat sedih dengan berakhirnya masa jabatan itu. Bahkan rivalnya pun merasa kalau jabatan itu memang pantas untuknya.

Begitu juga dengan kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Kita sangat menginginkan agar ketika jatah hidup kita berakhir, kitapun pergi dengan tinggalan nama baik lagi harum. Seperti kata pepatah: “harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama“.

Bayangkan, betapa buruknya jika seseorang yang tewas ketika sedang berbuat mesum di sebuah kamar hotel, atau meninggal dunia akibat over dosis obat-obatan terlarang, atau bahkan mati karena bunuh diri. Kesemuanya itu tentu akan membuat ia meninggalkan nama buruk setelah kepergiannya. Bukan hanya untuknya, tapi juga untuk keluarga yang ditinggalkannya.

Memperoleh husnul khatimah, bukanlah perkara yang sekonyong-konyong. Ia merupakan hasil akhir dari proses bangunan diri kita selama perjalanan di dunia ini. Ia harus diusahakan. Seperti seorang pejabat yang ingin berakhir dengan manis, tentulah ia harus berusaha menorehkan prestasi dan meninggalkan kesan baik selama masa jabatannya. Kesemena-menaan yang dilakukannya selama menjabat tentu saja akan berakibat buruk bagi akhir masa jabatannya.

Dalam kehidupan juga haruslah begitu. Jika kita tidak ingin tutup usia dalam keadaan yang tidak baik, maka berusahalah untuk tidak terlibat dalam perkara buruk. Berzina misalnya. Tidakkah kita takut, ketika sedang asyik melakukan perbuatan bejat itu, tiba-tiba malaikat maut mencabut nyawa kita…?? Na’udzubillah! Semoga Tuhan melindungi kita dari keadaan itu.

Berusaha agar selalu berada pada jalur Tuhan adalah salah satu cara yang tepat untuk memperoleh husnul khatimah. Dan yang tak kalah pentingnya adalah selalu berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi langkah kita dan mengingatkan jika kita mulai tergelincir.

Ya Tuhan, tutuplah usia kami dengan akhir yang baik,
Jangan Kau selesaikan kami dalam keadaan yang buruk….

.

.

(tulisan ini adalah ekspresi dari kepedihan hatiku melihat kematian seorang yuniorku. semoga ia husnul khatimah)

ini adalah mirror-post dengan judul yang sama pada blog: www.hardivizon.com
Advertisements

3 thoughts on “husnul khatimah

  1. Itu juga ketakutan kita bersama, Uda…
    Dalam keyakinan Katolik yang saya anut pun demikian, mempersiapkan kematian ‘sebersih mungkin’ dan hindari ‘dosa-dosa besar’ yang bisa menjadi penghalang kita untuk dapat kembali ke rumahNya.

    Tulisan ini sangat inspiratif!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s