inyiak dan kyai

Meski berasal dari etnis yang berbeda, kata “inyiak” dan “kyai” memiliki makna yang nyaris sama dalam khazanah Bahasa Indonesia. Inyiak berasal dari Minangkabau dan kyai berasal dari Jawa. Kedua kata ini biasanya digunakan untuk gelar bagi seseorang yang memiliki pengetahuan agama Islam yang sangat baik. Mereka yang digelari ini biasanya memiliki sebuah lembaga pendidikan keislaman, yang kalau di Minangkabau bernama “surau” dan di Jawa bernama “pesantren”.

Sejarah banyak mencatat tentang surau yang dipimpin oleh para inyiak di Minangkabau. Sebut saja Inyiak Canduang sebagai contoh. Beliau yang bernama asli Syekh Sulaiman ar-Rasuly ini telah membuat sebuah langkah revolusionis dalam pendidikan agama di Minangkabau. Yakni, modernisasi pendidikan dari sistem klasik ke sistem klasikal, dari sistem halaqah di surau ke sistem berkelas di sebuah madrasah. Lembaga pendidikan yang beliau dirikan pada tahun 1928 itu bernama Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di daerah Canduang yang terletak lebih kurang 8 km dari kota Bukittinggi. MTI ini telah memberi pengaruh besar di Minangkabau. Tercatat ada lebih kurang 216 cabang MTI di seluruh Sumatera Barat. MTI Canduang sering juga disebut masyarakat Minang dengan Surau Inyiak Canduang.

Di tanah Jawa juga sangat banyak lembaga pendidikan yang didirikan oleh para kyai. Sebut saja Pondok Pesantren Modern Gontor yang didirikan tiga bersaudara Kyai Haji Ahmad Sahal, Kyai Haji Zainuddin Fannie dan Kyai Haji Imam Zarkasyi. Pembaharuan sistem pesantren yang dilakukan ketiga kyai ini juga hampir sama dengan apa yang dilakukan Inyiak Canduang, yakni mengganti sistem sorogan ke sistem kelas dengan kurikulum yang tersusun rapi dan hirarki tingkatan yang jelas. Dewasa ini ada banyak pesantren yang mengikuti pembaharuan ini.

Di samping itu, penggunakan kata inyiak dan kyai juga dilengketkan pada hewan atau benda yang dianggap keramat. Di Minangkabau, inyiak juga digunakan untuk menyebut harimau. Menurut legenda, hewan ini dianggap sebagai hewan jadi-jadian dari seseorang yang setelah meninggal dunia, tidak kuat menerima siksa kubur. Karena ingin memperbaiki kesalahannya selama hidup, ia pun kembali dalam wujud harimau. Hanya, karena wujudnya hewan, maka ia berada dalam dua sifat; kemanusiaan dan kehewanan. Satu sisi ia akan sangat baik sebagaimana manusia seharusnya, tapi di sisi lain ia tak dapat menghindari nafsu kehewanannya. Oleh karena itu, di Minangkabau hewan ini dipanggil dengan Inyiak Balang.

Di Jawa, juga ada beberapa hewan dan benda yang digelari kyai. Sebagai contoh, di kraton Yogyakarta ada kereta kencana yang disebut Kyai Garudayaksa. Kereta kencana ini ditarik oleh delapan kuda, dibuat Hermans & co di Den Haag, Belanda, tahun 1867-1869 dan digunakan untuk penobatan HB VIII, HB IX, dan HB X. Ada juga Kyai Winomoputro yang ditarik oleh 6 ekor kuda dipergunakan untuk kendaraan dinas putra mahkota buatan Hermans&co tahun 1950-1960 dan dipergunakan sejak pemerintahan HB VI. Dan masih banyak benda dan hewan lain yang diberi gelar kyai, seperti keris, al-Qur’an pusaka, gajah dan kerbau.

Demikianlah, bahwa inyiak dan kyai memiliki terminologi yang nyaris sama. Hanya saja, di jagat blogging ada juga yang dengan semena-mena menggunakan kedua kata ini untuk identitas mereka. Yang aku tahu, blog yang menggunakan kata-kata ini adalah “surau inyiak” dan “padeblogan kyaine“. Kalau dilihat dari definisi aslinya, penggunaan kata ini di jagat blogging sangatlah jauh. Semestinya para pengguna kedua kata ini bertanggungjawab dan meminta izin ke leluhur mereka. Apakah mereka melakukannya? Entahlah, biarkan sajalah mereka yang menanggung akibat atas perbuatan mereka tersebut. 😉

Yang pasti, keduanya pada hari Sabtu, 3 April 2010 yang lalu bertemu di sebuah tempat di daerah Bekasi. Dengan ditemani seorang Tariner kondang asal Ciputat bernama Nh18–sang makelar blog– dan filosof muda asal Bekasi berinisial HP, mereka menunjukkan keaslian jati diri masing-masing. Sebelumnya mereka hanya saling mengenal lewat gambar diri dan tulisan semata, kecuali si inyiak dan trainer yang sudah bertemu untuk ketiga kalinya.

Anda tak perlu membayangkan seperti apa pertemuan itu. Yang pasti, ada seseorang yang menjadi obyek pembicaraan keempat manusia tersebut. Yaitu seorang perempuan berselubung kerudung hitam yang pernah dengan semena-mena melemparkan sandalnya ke kyaine… 😉

Baiklah, sebagai bukti fisik kalau mereka benar-benar bertemu, dengan segala kerendahan hati, izinkanlah aku memuat foto mereka… 😀

inyiak dan kyai
Keempat oknum yang terlibat dalam pertemuan penuh konspirasi… 😀

.

.

Ini adalah mirror-post dengan judul yang sama pada blog: www.hardivizon.com

Advertisements

One thought on “inyiak dan kyai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s