3 perkara dari dulu hingga lanjut usia

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Abu Dawud, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa jika seorang anak Adam meninggal dunia, maka semua hal terputus darinya, kecuali tiga perkara, yakni shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang shaleh.

Konsep Islam tentang harta dan kehidupan duniawi terlihat dari hadis ini. Memiliki penghidupan yang layak di dunia sangat diperbolehkan. Tidak ada larangan untuk itu. Namun, yang perlu dicatat adalah hal tersebut bukanlah menjadi tujuan hidup, melainkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Penguasa Hidup, Allah SWT.

Kepemilikan tersebut hanya sebatas hidup di dunia saja. Begitu seseorang meninggal dunia, maka semuanya itu terlepas darinya. Tidak satupun dari apa yang dimilikinya di dunia, dibawa ke dalam kubur. Bahkan, tubuhnya pun hanya ditutup dengan sehelai kain yang sangat sederhana. Hanya tiga yang disebut dalam hadis di atas lah yang dibawa serta dan menjadi penjaga dirinya di alam barzakh hingga bertemu dengan Sang Pencipta kelak.

Menyadari hal tersebut, maka 3 perkara ini menjadi pusaran perhatianku dari dulu, sekarang hingga masa tua nanti:

1. Shadaqah Jariyah

Secara lughawi, shadaqah jariyah bermakna mengeluarkan sebagian dari harta yang kita miliki untuk didermakan pada kepentingan umum, seperti untuk pembangunan masjid. Selama masjid tersebut digunakan, maka selama itu pulalah pahalanya mengalir kepada si pemberi sadaqah, meskipun ia sudah meninggal dunia. Besar kecilnya jumlah sadaqah yang dikeluarkan, tidak mempengaruhi besar kecilnya pahala yang didapat. Sebab, semuanya tergantung kepada keikhlasan dan niat si pemberi shadaqah.

 Inilah perkara pertama yang terus kupelajari dan hayati maknanya.

Tugasku sebagai individu dengan berbagai tanggungjawab, membuatku terus berupaya memiliki kecukupan dari sisi finansial. Menafkahi keluarga, adalah motivasi utamaku dalam bekerja. Agar dapat juga terus bersadaqah, adalah motivasi tambahan yang mampu menjadi pendorong untuk terus dapat bekerja dengan baik dan senantiasa di jalan yang benar.

Untuk dapat terus bersadaqah hingga lanjut usia nanti inilah yang menjadi harapanku selamanya, berapapun usiaku dan apapun jenis pekerjaanku.

2. Ilmu yang bermanfaat

Ilmu yang dimiliki sudah seharusnya kita manfaatkan untuk kebaikan hidup ini. Manfaat yang didapatkan oleh orang lain karena ilmu kita, maka pahalanya akan terus mengalir, meski kita sudah tidak lagi ada di dunia ini. Memberikan manfaat atas dasar ilmu kita, bisa banyak bentuk dan macamnya. Salah satunya adalah dengan mengajarkannya.

Aku sangat bersyukur, karena Allah mengizinkanku untuk dapat berprofesi sebagai tenaga pengajar. Dengan demikian, maka setiap hari ada banyak orang yang bisa kubagikan ilmu yang kumiliki. Semangat berbagi untuk ikut mencerdaskan kehidupan manusia di dunia inilah yang  menjadi motivasi utamaku, di samping juga agar kebaikannya dapat menemaniku bila meninggalkan dunia ini kelak.

Oleh karenanya, aku bertekad untuk tetap berada pada jalur profesi ini. Meski di usia 60-an nanti aku sudah pensiun, namun aku akan tetap berbagi ilmu pengetahuan. Mungkin saja di usia itu nanti aku sudah tidak sanggup lagi berdiri di depan kelas, atau mungkin tidak ada lagi murid yang ingin diajar oleh diriku yang sudah kakek-kakek, namun ada banyak cara yang tetap bisa kulakukan, salah satunya dengan menuliskan berbagai gagasan dalam berbagai media, salah satunya blog.

Pesan dari alm. KH. Imam Zarkasyi, pendiri Pondok Modern Gontor yang sering kudengar ketika menjadi santri dulu, senantiasa menginspirasiku. Beliau mengatakan, “Meski murid saya hanya tinggal satu, saya akan tetap mengajarnya. Bila sudah tidak ada lagi, maka saya akan mengajar melalui pena”.

Inilah perkara kedua yang sekarang terus kulakukan dan akan terus kulakukan hingga lanjut usia nanti.

3. Doa anak yang shaleh

Anak adalah anugerah paling besar yang Allah berikan kepada kita. Ini patut disyukuri. Namun, keberadaannya sekaligus menjadi ujian buat kita. Sebab, anak tidak hanya butuh harta dan makanan untuk tumbuh, tapi yang terpenting adalah ia juga butuh pendidikan dan asupan rohani dari keduaorangtuanya.

Keberhasilan pendidikan yang diberikan oleh orangtua terhadap anaknya tidaklah semata dilihat dari “menjadi orang” atau tidaknya sang anak di masa dewasanya. Tapi, bagaimana sang anak dapat berbakti dan terus mendoakan orangtuanya, meski sudah tiada.

Aku sangat bersyukur telah diamanahi putra-putri oleh Allah SWT. Oleh karenanya, membesarkan mereka dengan jalan yang baik dan halal, memberikan pendidikan terbaik, serta menjadikan mereka sebagai muslim yang shaleh, adalah motivasi utamaku. Di samping juga aku harus terus memberi teladan yang baik untuk mereka, sampai kapanpun, bahkan sampai aku berusia lanjut. Sebab, aku yakin, keteladanan adalah pendidikan yang paling baik untuk anak-anak.

Ketika mereka sudah dewasa kelak, dan aku sudah berusia lanjut, aku tidak terlalu berharap mereka mengirimiku sejumlah uang setiap bulannya. Namun, yang sangat kuharapkan adalah mereka dapat terus bersujud di hadapan Sang Khaliq dan mengirimiku seuntai doa, bahkan hingga aku sudah tiada. Doa merekalah yang akan menemaniku dalam kesendirian di alam kekekalan kelak.

Mendidik anak-anakku agar menjadi manusia yang baik dan shaleh merupakan perkara ketiga yang terus akan kulakukan, sampai kapanpun, walau sudah semakin lanjut usiaku.

Demikianlah tiga pusaran motivasi yang terus menjadi pendorong semangatku; dulu, kini dan nanti..

Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64

Advertisements

4 thoughts on “3 perkara dari dulu hingga lanjut usia

  1. ‘Ayahku’ ……kata HAMKA …..ayahku yang ber beda beda karakternya dalam setiap penggal sepuluh tahunan pertambahan umurnya. Namun satu hal yang tidak berubah adalah ‘pengorbanan’. Itulah yang aku rasakan setelah menjadi Ayah selama tiga puluh satu tahun……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s