kalau cinta, mengapa menyakiti?

Yang kutahu, setiap pulang, itu pun kalau ia menyebut rumah sebagai tempat pulang, ia kerap memukuli istrinya“.

Kutipan di atas adalah kalimat ketiga pada halaman 82 dari novel 3360 karya Daniel Mahendra yang baru saja selesai kubaca. Aku kutip kalimat tersebut sebagai jawaban atas tantangan Daily Post; Connect the Dots, yang berbunyi: “Open your nearest book to page 82. Take the third full sentence on the page, and work it into a post somehow”.

novel 3360

Secara kebetulan, pagi ini aku membaca tulisan Orin berjudul “Seharusnya“, yang kurang lebih makna kutangkap darinya adalah tentang penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan sepasang kekasih antara satu sama lainnya. Namun, karena cinta, mereka pun abai akan perilaku buruk itu, dan berujung pada pemaafan.

Perilaku kekerasan dalam sebuah hubungan percintaan, barangkali bukanlah hal yang aneh lagi untuk kita saat ini. Entah sudah berapa kali kita menyaksikan berita tentang ini di berbagai media. Pelakunya pun bukan tidak pernah mendapat hukuman. Namun, tetap saja, kejadian itu terus berulang dan berulang dengan berbagai varian bentuknya.

Ada banyak penyebab perilaku itu terjadi sesungguhnya. Salah satunya menurutku adalah, tidak menyertakan logika dalam cinta. Memang, cinta adalah perkara rasa, adanya di hati. Namun, sebagai manusia yang diberi akal pikiran oleh Sang Kuasa, tidakkah rasa itu bisa kita timbang dengan logika? Kurasa sangat bisa.

Cinta sejati itu melindungi, bukan menyakiti. Maka, bila ada seseorang yang kerap menyakiti pasangannya, masihkah itu disebut cinta?

 

Advertisements

12 thoughts on “kalau cinta, mengapa menyakiti?

  1. Orang yang bertahan hidup dalam cinta sakit seperti ini, menurut buku yang pernah saya baca (sayang bukan halaman 82), termasuk ke dalam jenis yang mengalami ganguan jiwa, Nyiak 🙂

  2. Sependapat sm Tante evi,uda,terkadang ad jg yg menyentuh sisi psikologis knp seseorang bisa mencintai (dan rela dicintai) semacam demikian.

    Meskipun saya sependapat jg dg uda,love is respect,klo sudah menyakiti sudah tidak ad hormat lg,ngapain jg dteruskan.

    *komen panjang yg teh pararuguh* hihihi

    • Jika dikaitkan dengan agama, cinta bukan pula semata soal rasa, tapi juga penghambaan pada Yang Kuasa. Cinta kita terhadap makhluk hendaklah sebagai jalan untuk mewujudkan cinta kita kepada Sang Khalik, bukan sebagai pemuasan nafsu belaka..

      Komen lebih panjang lagi juga nggak dilarang kok Rin, hehe.. 🙂

  3. Cintaaa….. Ooooh… Cintaaa
    (dlm lagunya Titiek Puspa)
    Begitu indah..

    Dan, cinta yg diajarkan oleh Islam pun indah, kalau sudah tdk ada keindahan lg dlm cinta (apalagi saling menyakiti) memang mungkin cintanya tidak ada lagi, gitu khan Nyiak…. ??

    Salam

  4. Terus terang, baca posting ini saya jadi teringat lagu Vina Paduwinata, karena saya suka banget dgn Vina, yang berjudul Logika.
    Lirik lagu itu kurang lebih…

    Dimana, logika
    Hatiku, jatuh cinta kepadanya
    Oh tetapi kini, ternyata
    Asmara, tak kenal dengan logika

    Mungkin lirik lagu itu semacam sindiran atas cinta yg kasusnya dituliskan di posting ini.

    Salam dari saya di Sukabumi,

  5. Setuju,,
    Kadang ga masuk sama logika aku kenapa orang masih bisa bertahan walaupun disakiti
    temen ku ada dari pacaran kalu berantem
    Suka dipukul tapi ttp nikah
    pas uda nikah pun masih dipukul
    dia bertahan karena si lelaki abis mukul selalu minta aaf,,

    Ada yg bilang kalau keseringan dipukul bisa jadi candu,,jadinyaa ga bisa lepas juga

  6. Bisa jadi sudah menjadi karakter bang, kita tidak bisa hanya memandang dari satu sisi saja. Yang jelas semuanya bertemu dengan pasangannya, yang baik bertemu dengan yang baik dan yang buruk bertemu dengan yang buruk. Baik yang menyakiti ataupun yang disakiti harusnya saling instrospeksi diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s