Pulanglah

Bagi kami, berkumpul dengan formasi lengkap pada saat ini adalah sebuah kemewahan. Semenjak anak-anak tumbuh remaja dan melanjutkan pendidikannya ke lembaga-lembaga yang berbeda kota, membuat kami terpisah satu sama lain. Ditambah lagi jadwal liburan mereka yang berbeda-beda, menambah sulit kesempatan berkumpul lengkap tersebut.

Ada kawan yang berkomentar begini, “enak ya, bisa berduaan terus tanpa digangguin anak-anak”. Aku hanya balas dengan senyuman termanis sedunia menjawabnya, sambil ngedumel dalam hati, “enak dari Hongkong”. Belum tau aja dia bagaimana rasanya menahan rindu kepada anak-anak. Rindu pada kekasih hati memang berat, tapi rindu pada buah hati, tak terbanding rasanya.

Sekarang baru aku mengerti, beginilah perasaan yang ditanggung keduaorangtuaku ketika satu persatu anak-anaknya pergi meninggalkan rumah, menjalani kehidupannya masing-masing. Wajar, jika sesekali beliau meminta kami untuk pulang, sekedar merasakan aura kebersamaan yang dulu pernah dilalui. Menyambut kepulangan anak-anaknya dari perantauan, adalah hal terindah bagi para orangtua. Aku sekarang merasakannya.

Aku cukup prihatin dengan beberapa pasangan muda dengan anak-anak yang masih kecil-kecil, berkeluh kesah akan keriuhan rumah mereka karena ulah anak-anak. Ketahuilah, bahwa masa-masa itu takkan berlangsung lama. Lalui sajalah dengan gembira. Suatu saat, kau akan merindukan keriuhan itu kembali. Dan aku tengah mengalaminya.

Happy Weekend everyone.
Selamat menikmati curhatan bapak-bapak yang lagi galau, hahaha 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s