Dua Bocah Berdikari

Jalan Merdeka yang merupakan jalan utama di pusat kota Curup siang itu cukup ramai. Agak sulit bagiku untuk menyeberang menuju simpang jalan Kartini di depan sana. Kendaraan lalu lalang silih berganti. Mereka seperti berpacu mengejar tujuannya masing-masing.

Segera kutuju pangkalan ojek begitu sampai di seberang. Namun, tetiba mataku melihat dua sosok bocah yang tengah berjalan bergandengan. Bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahunan, menggandeng tangan adik perempuannya yg berusia sekitar 7 tahunan. Sang kakak juga membawa sebuah keranjang di tangan kanannya sambil berteriak, “kacang goreng…. kacang goreng….”

Reflek mulutku memanggil dua bocah tersebut.

“Berapa harga kacangnya, dek?”

“Dua ribu, Om”

Kurogoh saku celana. Kutemukan selembar limaribuan. Kuulurkan uang tersebut kepadanya.

“Beli dua ya. Kembaliannya ambil saja”

“Terima kasih, Om”, jawab kedua anak tersebut sambil melunsurkan dua bungkus kacang goreng kepadaku. Ekspresi senang kedua bocah itu, tergambar jelas di wajahnya. Ada aliran hangat di hati ini melihatnya.

Kupanggil tukang ojek pengkolan yang sedang mangkal dekat kami berdiri tadi. Dalam perjalanan menuju kampus, pikiranku masih tertuju kepada dua orang bocah tersebut. Penasarsn, kucoba cari informasi dari Mamang Ojek yang tengah kutumpangi.

“Dua orang anak tadi, sering jualan di sana ya Mang”

“Iya, Pak. Hampir setiap hari mereka melewati jalan itu”

“Selalu jualan kacang?”

“Iya”

“Selalu berdua?”

“Iya”

“Mereka anak baik kan Mang?”

“Baik sekali, Pak. Sopan juga. Tidak kayak anak-anak yang suka mangkal di lampu merah itu”

“Mamang tau mereka tinggal dimana? Anak siapa?”

“Kurang tau aku Pak. Tapi mereka memang tiap hari jualan kayak gitu”.

Ah… rasa penasaranku bercampur dengan kekaguman terhadap kedua anak itu. Aku tidak tahu apa latarbelakang mereka. Tapi kemandirian yang tengah mereka pelajari saat ini, sungguh mahal. Mereka benar-benar lagi belajar hidup, namun kegembiraan sebagai kanak-kanak tetap tergambar di wajah polosnya. Aku sungguh kagum.

Bagi kalian yang lagi di Curup, kemudian melihat kedua bocah ini, tak rugi rasanya bila membeli sebungkus kacang goreng yang mereka jajakan. Selembar duaribuan yang kalian ulurkan, barangkali berarti luas bagi mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s