Gudeg: Ala bisa karena biasa

Sebagai oramg Minang yang lidahnya terbiasa dengan makanan pedas dan bersantan, sulit sekali bagiku untuk menikmati masakan khas Jogja yang cenderung gurih dan manis. Gudeg salah satunya. Continue reading

Advertisements

sabtu me-lindu

Aku baru saja duduk di bangku ruang tunggu bandar udara Fatmawati Soekarno Bengkulu untuk perjalanan Jakarta-Jogja ketika sebuah panggilan telepon masuk ke ponselku. Kulihat, ternyata dari istriku.

“Barusan Jogja gempa”
“Oya?”
“Lumayan besar, tiga kali pula”
“Trus, bagaimana?”
“Alhamdulillah tidak ada apa-apa. Cuma tadi guru Fatih nelpon kalau dia ketakutan dan sampai muntah-muntah”
“Sekarang bagaimana?”
“Sudah tenang, dan lagi tertidur di UKS”
“Syukurlah” Continue reading

jamur & zupa

Akhir pekan kemarin, aku menikmati dua sajian yang sangat khas. Yang pertama makanan dengan berbahan dasar jamur, dan yang kedua zupa soup, masakan ala Eropa. Bersama beberapa orang sahabat, akupun menghabiskan liburan kemarin dengan memberi sedikit kenikmatan bagi lambung… here is the story:

Makanan pertama adalah serba jamur. Kami menikmatinya di sebuah resto tradisional bernama Jejamuran di daerah Pandowoharjo, Sleman, Jogjakarta. Jejamuran resto adalah sebuah rumah makan dengan keunggulan penggunaan bahan baku utama jamur yang dipadukan dengan menu tradisional. Bahan baku jamur mengandung berbagai macam asam amino, mineral, vitamin dan senyawa bioaktif yang baik bagi kesehatan, jamur juga telah terbukti menaikkan system kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah dan kandungan lemak dalam tubuh, menghambat pertumbuhan tumor, antiinflmasi dan antimikroba. Continue reading

sumbar dan yogya

Sumatera Barat (Sumbar) dan Yogyakarta adalah dua daerah yang mendapatkan tempat khusus di hatiku. Sumbar adalah daerah asal keluarga besarku dan Yogyakarta adalah tempat aku tinggal sekarang ini. Entah kenapa, begitu banyak kesamaan antara kedua daerah ini.

Di antaranya, budaya. Kedua daerah ini sangat terkenal dengan adat-budaya yang kental. Sumbar dengan adat Minangkabau-nya dan Yogyakarta dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kedua budaya ini begitu kental dan cukup memberi identitas tersendiri bagi Indonesia. Dari segi alam, kedua daerah ini juga memiliki kesamaan. Sumbar terkenal dengan pantai dan gunungnya, Yogyakarta-pun demikian. Bahkan, gunung yang ada di kedua daerah itu pun memiliki nama yang sama, yakni Merapi. Satu lagi contoh kesamaannya adalah nomor polisi kendaraan bermotor. Di Sumbar, menggunakan “BA”, sementara Yogyakarta menggunakan “AB”. Sebuah kesamaan yang bukan kebetulan sepertinya bukan? Continue reading

pintu itu terbuka..

Mohon dibaca juga tulisan sebelumnya: untuk dikenang dan dia mengemis.

Bangun pagi, badanku terasa segar. Aku tidur pulas semalam rupanya. Agaknya perasaan tenang telah berada kembali di Jogja, membuat tidurku menjadi nyenyak, meski hanya di dalam tenda.

Beberapa saat setelah subuh, suasana berangsur-angsur terang oleh sinar matahari yang mulai muncul. Aku berniat membereskan isi rumah yang berantakan dan belum sempat kubereskan sejak gempa tempo hari.

Kubuka pintu masuk dan kulihat rak bukuku masih tergeletak di lantai dengan beberapa buku yang berserakan di sisinya. Rak itu nyaris mencelakakan putri sematawayangku, Satira. Continue reading

dia mengemis..

Sebelum membaca yang ini, ada baiknya baca dulu tulisan sebelumnya: “untuk dikenang”

Demi mengurangi trauma anak-anakku karena gempa, kuputuskan untuk mengungsi sementara ke Jakarta. Kupikir, dengan menjauh sementara dari lokasi kejadian itu, akan dapat menjadi semacam terapi buat mereka. Apalagi, sekolah diliburkan selama dua minggu ke depan. Tiga hari setelah gempa itu terjadi, kamipun berangkat ke Jakarta.

Di Jakarta, kami tinggal di rumah kakak sepupu. Kami dilayani dengan penuh kehangatan. Apalagi kakakku itu tinggal seorang diri. Suaminya sudah tiada, anak semata wayangnya pun sedang kuliah di kota Padang. Jadilah kehadiran kami membuat dirinya merasa terhibur sekali.

Tapi, liburan mendadak itu tidak membuat diriku nyaman. Hatiku gelisah. Pikiranku tidak tenang. Ada semacam rasa bersalah di diri ini. Continue reading