Lompat ke isi

blog lama dilupakan, jangan..

Januari 9, 2012

Kalau tuan dapat kawan baru, sayang..
Kawan lama dilupakan, jangan..

Blog Surau Inyiak dengan domain www.hardivizon.com mengalami kerusakan lagi. Entah apa yang kupencet, tiba-tiba blog tersebut blank dan keluarlah kalimat peringatan yang mengejutkan, “Fatal Error!”. Panik..? Tentu saja..

Sebagaimana biasa, langsung saja masalah itu kulaporkan ke bidannya blog tersebut. Siapa lagi kalau bukan Jumria Rahman aka Ria. Dan setelah dicek sana-sini, sepertinya blog tersebut bakal lama “diopname”… :(

Gara-gara kejadian tersebut, aku pun teringat dengan blog ini. Baru kusadari, kalau blog ini sudah lumayan lama tak kutengok. Duh… kasian amat yak..? Kalau bisa blog ini bicara, dia bakal bilang: “Kalau tuan punya blog baru, sayang.. Blog lama dilupakan, jangan…”

Yah, ternyata aku bukan tipe “setia” terhadap blog nih.. Mentang-mentang ada blog baru, blog yang lama dicuekin saja… Tapi suwer, ini hanya untuk blog lho, kalau untuk pasangan, teman dan yang lainnya, aku setia kok.. Suwer… *kedip-kedip mata* ;)

Ok sahabat narablog sekalian…

Dengan adanya kerusakan yang terjadi di blog hardivizon.com, aku mendapat pelajaran bahwa blog “surau pusaka” ini harus tetap kuhidupkan. Meski tidak bisa seproduktif dan sekreatif Abi Sabila atau Pakde Cholik yang punya beberapa blog dengan tema berbeda, tapi aku ingin mecobanya. Setidaknya, ingin menjadikan blog ini tidak sia-sia begitu saja. Dan karena blog ini sangat bersejarah, maka tidak boleh dilupakan begitu saja.. :)

aku mau ayah

April 30, 2010

Beberapa hari ini, perhatianku tertuju pada sebuah buku kecil yang baru saja kubeli. Buku itu berjudul “Aku Mau Ayah!”, karya Irwan Rinaldi, yang berisi 45 kisah nyata anak-anak yang terabaikan, terutama oleh ayah mereka. Kisah-kisah tersebut terjalin dari pengalaman penulisnya sendiri dalam beraktifitas di dunia perlindungan anak. Terus terang, setiap kali membaca kisah-kisah yang ada di situ, sesosok wajah melintas di pikiranku. Aku terbayang wajah seorang sahabat narablog bernama Muharman alias Imoe. Jika anda pernah membaca cerita-cerita Imoe tentang adik-adik asuhnya, maka seperti itu pulalah lebih kurang isi cerita buku ini. Read more…

gak takut kotor!

April 25, 2010

Sabtu, 24 April 2010, Ajib dan teman-temannya di TK Aisyiyah Kompleks Masjid Perak, Kotagede melakukan kegiatan outing. Kegiatannya adalah bermain lumpur di sawah. Begitu mengetahui kegiatan ini, aku langsung menyambut dengan gembira. Pikirku, kapan lagi bermain lumpur. Tidak lucu kan, kalau tiba-tiba aku berada di tengah sawah kemudian menggelimangkan lumpur di tubuh, sendirian. Apa kata dunia nantinya… hahaha… Jadi, ini ceritanya “aji mumpung” ;)

Read more…

there’s no free lunch

April 23, 2010

Tidak ada makan siang gratis!”, berulangkali sahabatku itu mengatakannya di hadapanku dan beberapa sahabat dalam sebuah perjumpaan. “Jika hari ini kamu membayarkan makanku, artinya besok atau lusa, akupun harus membayarkan makanmu“, imbuhnya lagi menambahkan.

Berkerut keningku mencerna kalimat-kalimat yang meluncur dari mulutnya. Tak pernah aku menduga, akan begitu ia mengartikulasikan sebuah persahabatan. Kukira, hubungan baik kami selama ini, benar-benar dijalankan dengan tulus, tanpa pamrih apapun. Kalimat yang dia sampaikan itu, telah menggugurkan segala kesan baikku selama ini terhadapnya.

Beberapa hari pikiranku cukup terganggu dengan kejadian itu. Aku sempat bertanya, seperti apakah persahabatan itu? Benarkah persahabatan itu harus berpamrih? Bukankah tanpa dimintapun, seorang sahabat akan memberi apapun yang diminta sahabatnya, semampu yang dia punya? Read more…

kartini vs kartono

April 21, 2010

Kartini:

Wahai para Kartono, hari ini kami para Kartini ingin meminta kesediaan kalian untuk memberi kami ruang ekspresi, untuk aktualisasi diri. Kami adalah makhluk yang sama dengan kalian. Perbedaan biologis kita bukanlah alasan untuk membuat kami terpinggirkan, apatahlagi dilecehkan.

kartini

Sudah banyak yang kami lakukan untuk menyenangkan kalian. Berbagai cara telah kami buat untuk itu. Bahkan, kami pun rela menyakiti diri sendiri, berdandan habis-habisan. Beban yang kami pikulpun tidaklah ringan. Kadang, tak imbang antara beban di kepala dengan kaki yang menopang tubuh kami.

konde

Pergauilah kami dengan lembut. Jangan kalian sakiti hati dan tubuh kami. Kekuatan tenaga yang kalian miliki jangan daratkan kepada kami. Justru, gunakanlah ia untuk membela dan melindungi kami.

keris Read more…

konfusius, guru dunia

April 16, 2010

confusiusSudah punya rencana menghabiskan akhir pekan kali ini? Kalau belum, kusarankan Anda untuk menonton film “Confusius“. Sungguh, film itu sangat bagus. Ada banyak pencerahan yang diperoleh dari tontonan tersebut. Kalau perkara sinematografi, tak pantaslah aku bicarakan, secara aku tak punya kapasitas apa-apa di bidang itu. Pesan yang terkandung di film itulah yang membuatku menyarankan untuk menontonnya. (suwer takewer-kewer, ini bukan pesan sponsor!)

~oOo~

Agaknya tidaklah berlebihan jika ada yang mengatakan kalau Konfusius adalah guru dunia. Betapa tidak? Ajarannya soal etik dan politik sungguh banyak memberi pengaruh. Salah satu kalimat yang dia ucapkan, lebih kurang berbunyi: “Jalankanlah politik itu dengan sopan“, agaknya patut untuk diresapi oleh para politisi kita dewasa ini. Menurutnya, seni memerintah adalah seni bagaimana mengatur kepentingan banyak orang. Sebelum dapat mengatur orang lain, maka seseorang harus mampu mengatur dirinya sendiri. Moral adalah kunci utama untuk itu. Read more…

kebenaran itu pahit!

April 7, 2010

Andi terdiam sesaat, hatinya masih bimbang, apakah benar yang akan dilakukannya ini? Sejenak dilihatnya lagi amplop coklat di atas mejanya. Isinya masih utuh, 30 juta! Digenggamnya dengan erat amplop itu. Kembali diteguhkannya hatinya. “Aku harus melakukannya!“, begitu ia berbisik dalam hati.

Dengan yakin, dia melangkah keluar kamar kos, menenteng sebuah tas berisi pakaian dan menggendong sebuah ransel di pundak. Di mulut gang, ia panggil sebuah becak dan meminta untuk mengantarkannya ke sebuah alamat. Hanya butuh sekitar 20 menit, ia pun sampai di alamat yang dituju. Read more…

inyiak dan kyai

April 4, 2010

Meski berasal dari etnis yang berbeda, kata “inyiak” dan “kyai” memiliki makna yang nyaris sama dalam khazanah Bahasa Indonesia. Inyiak berasal dari Minangkabau dan kyai berasal dari Jawa. Kedua kata ini biasanya digunakan untuk gelar bagi seseorang yang memiliki pengetahuan agama Islam yang sangat baik. Mereka yang digelari ini biasanya memiliki sebuah lembaga pendidikan keislaman, yang kalau di Minangkabau bernama “surau” dan di Jawa bernama “pesantren”.

Sejarah banyak mencatat tentang surau yang dipimpin oleh para inyiak di Minangkabau. Sebut saja Inyiak Canduang sebagai contoh. Beliau yang bernama asli Syekh Sulaiman ar-Rasuly ini telah membuat sebuah langkah revolusionis dalam pendidikan agama di Minangkabau. Yakni, modernisasi pendidikan dari sistem klasik ke sistem klasikal, dari sistem halaqah di surau ke sistem berkelas di sebuah madrasah. Lembaga pendidikan yang beliau dirikan pada tahun 1928 itu bernama Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di daerah Canduang yang terletak lebih kurang 8 km dari kota Bukittinggi. MTI ini telah memberi pengaruh besar di Minangkabau. Tercatat ada lebih kurang 216 cabang MTI di seluruh Sumatera Barat. MTI Canduang sering juga disebut masyarakat Minang dengan Surau Inyiak Canduang. Read more…

lobang kacamata

Maret 30, 2010

Hari ini (30 Maret 2010), aku berkesempatan pergi ke Kabupaten Lebong. Kabupaten yang beribukota Muara Aman ini berjarak sekitar 2 jam dari Curup, ibukota Kabupaten Rejang Lebong. Aku diajak rekan-rekanku di STAIN Curup untuk ikut dalam rombongan Tim Pemantau Independen Ujian Nasional SMP yang berlangsung sejak Senin, 29 Maret 2010 kemarin. Karena hari ini jadwal mengajarku agak sore, maka akupun bersedia ikut, mengingat aku belum pernah mengunjungi daerah tersebut, meski sudah hampir 10 tahun bekerja di Curup.

Menyusuri jalan Curup-Lebong membutuhkan tenaga ekstra. Jalanan menuju Lebong ternyata sangat berliku. Semakin mendekat ke Lebong, udara semakin sejuk. Daerah tersebut terletak di perbukitan, sehingga wajar saja bila udaranya dingin. Sangat jarang jalan mendatar yang kutemui di sana. Pemandangan alam yang sangat eksotis di sepanjang jalan telah mampu membayar kelelahan perjalan tersebut.

Kami berkeliling dari satu sekolah ke sekolah yang lain. Tidak ada yang istimewa kurasakan sejauh ini. Namun, begitu kami sampai di SMPN 04 Lebong Utara, mataku tertumpu pada sebuah pemandangan nan aduhai. Di samping sekolah tersebut terdapat sebuah bukit batu yang cukup tinggi. Bukit tersebut adalah bekas tambang emas yang sempat menjadi tambang favorit di zaman dahulu. Bahkan, konon emas yang nangkring di puncang Monumen Nasional (Monas) Jakarta berasal dari tambang ini. Read more…

hijau langit

Maret 22, 2010

Taukah Anda, kalau di Minangkabau tidak ada yang berwarna biru? Coba saja sodorkan kepada para abege (baca: angkatan babe gue) sesuatu yang berwarna biru, pasti mereka akan katakan kalau itu bukan biru. Lantas, mereka bilang apa dong? Mereka akan bilang, itu warnanya hijau langit! :D

Ya… sampai era 70-an, kosakata “biru” tidak dikenal di Minangkabau. Setidaknya angkatan orangtuaku ke atas, memahami bahwa warna biru itu disebut dengan hijau langit. Kalau generasi 70-an ke atas, sudah menyebut biru dengan biru, tidak lagi hijau langit. Barangkali karena mereka sudah mendapatkan pembelajaran yang benar dari sekolahnya.

Sebetulnya, aku sendiri masih terbawa-bawa dengan cara penuturan leluhurku itu. Hanyasaja, karena sudah banyak bergaul dengan berbagai etnis dan selalu berusaha menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka aku sudah bisa menyebutkan biru untuk biru.

Maka, setiap kali ditanya apa warna favorit, secara spontan akan kujawab: hijau langit dan hijau daun! (halah!) :D

hijau langit
Warna kegemaranku; hijau langit dan hijau daun;)

.

.

(tulisan ini asli iseng… gara-gara chatting dengan Ria dan Arif :D )

.

.

Ini adalah mirrof-post dari judul yang sama pada blog: www.hardivizon.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.