Feed on
Tulisan
Komentar

Tour de Jateng: Tersesat

Hari telah menjelang sore. Pesantren yang akan dituju di daerah Magelang masih tersisa 4. Target menyelesaikan kunjungan di Magelang sebelum Isya sepertinya tidak akan tercapai. Aku dan Rahmawan-pun terlibat dalam diskusi; apakah akan menginap di Magelang atau pulang ke Jogja.

Sambil berdiskusi, kami tetap mengarahkan pandangan ke sepanjang jalan di daerah Payaman Kabupaten Magelang tersebut. Karena kami akan menuju sebuah pesantren yang bernama Sirojul Mukhlasin. Setelah agak lama mencari, tiba-tiba mata kami tertumpu pada sebuah papan nama di pinggir jalan: “PESANTREN DAKWAH SIROJUL MUKHLASIN (PAYAMAN II)”. Lanjut Baca »

Persoalan kebersihan dan keindahan di beberapa pesantren yang saya kunjungi cukup memprihatinkan. Hal ini tentu sangat kontra produktif dengan semangat Islam sendiri; “Kebersihan adalah bagian dari keimanan”.

Dari ke-26 pesantren yang saya kunjungi di seputar Jawa Tengah, yang mendapat kedudukan terburuk adalah PP. Darul Qurro’ di Kawunganten Cilacap. Dan yang terbaik adalah PP. Al-Islah di Kebumen.

Saya ceritakan yang terbaik aja ya, kalau yang terburuk, sudah bisalah anda bayangkan sendiri… :) Lanjut Baca »

Akhirnya, kelar juga perjalananku keliling Jawa Tengah. tadi malam (29/04/08), pukul 22.00 wib, aku kembali menginjakkan kaki di bumi Jogjakarta. perjalananku kali ini dalam rangka mensosialisasikan acara Gontor Go Green ke pondok-pondok alumni yang ada di Jawa Tengah dan koordinasi dengan pihak BP DAS (Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai) se Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Lanjut Baca »

Penasaran juga dengan “pertengkaran” Slank versus Badan Kehormatan DPR soal lirik lagu Gosip Jalanan. Secara mudah, aku menemukan lirik lagu itu di jagat maya. Ini dia: Lanjut Baca »

Aku Sayang Ayah

Secara tidak sengaja, aku memperoleh tulisan ini dari blog salah satu sahabat: Pelangi. Karena cerita ini sangat menyentuh dan menginsprasi, maka kumuat di blogku ini, biar semakin banyak kalangan yang dapat membacanya.

Jujur, aku sudah beberapa kali membaca cerita ini, tapi entah mengapa, setiap kali selesai membacanya, aku tak kuasa membendung air mataku. Semoga ini dapat menjadi inspirasiku dalam mendidik anak-anakku. Mudah-mudahan anda juga….

Berikut ceritanya… Lanjut Baca »

Hari Minggu biasanya aku manfaatkan dengan bermain bersama anak-anakku, entah di rumah ataupun di luar rumah. Hari Minggu kemarin, 9 Maret 2008, kami manfaatkan dengan melakukan kerja bakti bersih-bersih halaman depan. Mulai dari sapu-menyapu sampai membereskan tanaman. Tidak lupa juga jemur-jemur kasur. “Ih, kasurnya bau pesing siapa nih?”, celetukku ketika mengangkat kasur-kasur itu keluar. Serentak anak-anakku menjawab, “adeeek…!“, sambil nunjuk ke Fatih, anak bungsuku. Sontak tawa kami meledak, dan yang diledek juga ikut-ikutan tertawa. Menyenangkan sekali. Lanjut Baca »

Luar Biasa! Itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutku selepas menonton film ini. Aku benar-benar terkesan. Sebuah film yang patut diacungkan dua jempol..!

Aku tidak hendak memberikan ulasan dari segi sinematografi, karena aku tidak punya kapabilitas apa-apa di bidang itu. Dan aku juga tidak bisa membandingkan dengan novelnya, karena aku belum membacanya sama sekali.

Yang ingin kutandasi adalah pesan-pesan indah yang disampaikan oleh film ini. Setidaknya ada satu kalimat penuh makna yang membuat ku berkesan; “Sabar dan Ikhlas, itu Islam!”. Hah… dalam sekali makna kalimat ini. Dan yang lebih membuatku terkesan adalah, cara menyampaikan pesan ini, sama sekali jauh dari kesan menggurui. Lanjut Baca »

Aku sangat surprise dengan pemberitaan seputar pelarangan perayaan Valentine Day oleh Pemkot Bukittinggi dalam beberapa hari ini. Patut kuacungkan dua jempol buat mereka. Jujur, ini sebuah langkah berani yang dilakukan oleh sebuah Pemerintah Daerah yang memiliki aset cukup besar dalam bidang pariwisata. Lanjut Baca »

Jakarta & banjir, sampai kapan?

Kembali Jakarta kedatangan “tamu tahunannya”. Tapi sepertinya kali ini jauh lebih dahsyat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Sampai-sampai sang Presiden pun menjadi korban. Lanjut Baca »

Sehabis Maghrib menjelang Isya tadi malam (27/01/08), kami bersantai-santai di ruang keluarga. Afif dan Satira sibuk dengan PR sekolah mereka, Nazhif bermain denganku, sementara Fatih masih “menggelayut” dengan Mamanya.

Tiba-tiba kami dikagetkan dengan teriakan istriku; “Gempa!”

Lanjut Baca »

Older Posts »