Kelok Sembilan

Semasa kecil dulu, setiap kali pulang kampung ke Bukittingi dari Duri-Riau atau sebaliknya, yang paling aku takutkan adalah melewati kelok sambilan. Yakni, sebuah ruas jalan berkelok yang terletak di sebelah timur Kota Payakumbuh, memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan. Rasa mual yang tak tertahankan selalu kurasakan setiap melewati tingkungan tajam tersebut. Ujung-ujungnya badan lemas, kepala pusing, dan perjalananpun terasa menyiksa.

Beranjak remaja, rasa takut itu mulai berkurang. Rasa mual yang kerap kurasakan dulu itu, sudah hampir tak kurasakan lagi. Agaknya perutku sudah mulai kuat melawan berbagai terpaan perjalanan. Hanya, yang masih kutakutkan adalah setiap kali melihat ke jurang tatkala melewati kelok sembilan tersebut. Bus-bus besar saling berselisih di bibir jurang. Lengah sedikit, bisa-bisa tercebur ke dalam jurang.

Tapi.. selama ini, sangat jarang kudengar adanya kecelakaan di kawasan ini. Dari pengamatanku, sepertinya para supir yang selalu wira-wiri di situ, sudah cukup mahir mengendarai kendaraannya, sehingga bisa dengan lihai melalui liku-liku nan tajam itu.

Akupun berkesimpulan bahwa jalan berliku akan melahirkan sopir yang tangguh, lautan yang bergelombang akan melahirkan nahkoda yang hebat. Dalam perjalanan hidup pun demikian kenyataannya. Bahwa, setiap orang yang banyak mengalami kesulitan dalam hidupnya, akan menjadi pribadi yang tangguh dan tegar.

Sekarang, di kawasan ini telah dibangun flyover yang luar biasa. Bentuknya unik dan tiang penyangganya tinggi sekali; 58 meter! Alamak, ngeri juga membayangkan ketinggiannya.

Kemacetan memang mampu terurai berkat jembatan ini, kecelakaan bisa diminimalisir, dan yang pasti rasa takut melewatinya telah berganti dengan suka cita, terbukti banyaknya pelaku selfie di sana. Namun, apakah mulusnya jalan ini mampu melahirkan supir-supir yang tangguh? Entahlah 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Kelok Sembilan

  1. Penasaran banget dengan jalan ini. Tampak indah kalau lihat foto2nya, entah jika saya melewatinya. Indah atau malah pusing kepala karena jalan berkelok, hehe

    • Kalau flyover ini insya Allah nggak bakal bikin pusing, Mbak.
      Yang kelok sembilan nya, bukan yang ini, tapi jalan yang ada di bawah jembatan. Kita bisa milih, mau lewat jalan yang lama, atau flyover ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s